----- Original Message ----
From: A Fatih Syuhud <[EMAIL PROTECTED]>
Thursday, October 18, 2007 6:21:55 PM
Korupsi itu Halal, Bung!









  

    
            Oleh www.fatihsyuhud. com
Di Indonesia korupsi itu halal, malah terkadang membanggakan. Lihat saja, para 
koruptor yang diperiksa kejaksaan atau yang sudah resmi masuk penjara (lapas), 
tidak ada dari mereka yang menutup wajahnya di depan kamera wartawan media 
cetak atau televisi. Mereka malah menebar senyum. Sebagian dari mereka yang 
muslim malah memakai baju koko ala jamaah shalat Jum’at (mestinya pake kaos 
panjang loreng hitam putih seperti maling di kartun-kartun) . Dengan baju putih 
itu, mungkin mereka ingin mengatakan bahwa korupsi yang mereka lakukan itu 
halal, toh masyarakat tidak ribut dan semua kebagian. Bandingkan misalnya 
dengan maling ayam, jambret, pencopet, PSK (saya lebih suka menyebutnya WTS) 
dan perampok yang selalu menutup wajah kala menghadap kamera wartawan.



Mengapa koruptor itu tidak malu? Apa penyebab utamanya? Betulkah mereka dan 
keluarga koruptor bangga dengan sikap maling bapaknya? Setidaknya ada dua 
faktor (a) sikap masyarakat yang tidak kritis pada kalangan birokrat (pns) plus 
sikap masyarakat yang terlalu mengagung-agungkan kekayaan dan kemewahan, tak 
peduli dari mana harta itu berasal; dan sebagai akibatnya (b) standar harga 
diri, martabat dan kesuksesan itu terletak pada seberapa kaya seseorang dan 
seberapa mewah rumah dan mobilnya. Kejujuran dan integritas pribadi tidak lagi 
menjadi tolok ukur kebanggaan; apa gunanya jujur kalau kere, begitu sebagian 
orang berpikir.  Masyarakat Konsumerisme


  Dengan derasnya program TV yang tidak mendidik–yang pengaruhnya sampai ke 
pelosok desa– di mana kalangan selebritis (yang kebanyakan bodoh ) tampil di TV 
dengan pamer kemewahan dan opini naif, masyarakat menjadi terbiasa pada suatu 
nilai artifisial dan kebanggaan semu; kebanggaan konsumtif: bahwa untuk 
dihargai oleh lingkungan sekitar kita harus keren; gonta-ganti baju dan 
perkakas rumah model terbaru dengan merek terkenal dan pada level tertinggi 
gonta-ganti mobil dan sering jalan-jalan shopping ke luar negeri.


  Dengan tertanamnya mindset semacam itu di dalam otak kita, langkah berikutnya 
adalah cita-cita untuk menjadi cepat-kaya akan secara natural menjadi obsesi. 
Sikap ingin kaya tentu saja baik kalau diimbangi dengan prinsip etika nilai 
positif universal: kerja keras. jujur dan bermartabat. Akan tetapi kalau obsesi 
jadi jutawan itu dimiliki oleh kalangan pemalas, maka skenarionya menjadi lain. 
Bagi yang kebetulan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), birokrat dan pejabat di 
Indonesia yang umumnya bergaji kecil, maka obsesi itu tidak mungkin terlaksana 
dengan cepat tanpa nyolong dan KKN. Bagi yang masih pengangguran, obsesi cepat 
kaya akan termanifestasi dalam wujud bermacam-macam kejahatan sosial: mulai 
dari maling ayam, mencopet, merampok, menculik, menjual diri, berjudi sampai 
jadi bandar togel.


  Berubahnya Standar Etika Sosial

  Puncak dari masyarakat konsumtif di atas adalah berubahnya standar etika 
sosial yang sudah menjadi etika universal. Kejujuran, pengabdian dan dedikasi 
tidak lagi menjadi standar yang membikin orang merasa bermartabat dan memiliki 
harga diri. Perasaan bermartabat dan memiliki harga diri baru terasa dimiliki 
ketika mereka sudah merasa mampu memiliki gadgets atau “mainan” yang menjadi 
simbol modernitas masyarakat konsumtif. Soal apakah untuk mencapai itu dilalui 
dengan cara kerja keras atau jadi maling itu tidak lagi menjadi isu penting.


  Pada waktu yang sama, masyarakat secara kolektif menjadi permisif dan tidak 
kritis pada perilaku kalangan birokrat/pejabat dan anak istri mereka yang hidup 
serba mewah. Kekaguman masyarakat atas berbagai kemewahan yang dimiliki 
pejabat/birokrat korup itu menenggelamkan sifat kritis masyarakat dan menyusup 
tanpa sadar dalam sebagian besar masyarakat suatu ajaran sesat yang baru: 
jadilah PNS/birokrat kalau ingin hidup mewah. Berapa pun harga yang mesti 
dibayar. Di sisi lain, saya tidak menutup mata akan adanya kalangan PNS, 
birokrat, pejabat yang bersih. Tapi, percayalah mereka sedikit dan yang lebih 
parah mereka termarjinalkan dan dialienasi serta susah dapat promosi jabatan.


  Dengan kata lain, seakan masyarakat dan para koruptor seakan tanpa sadar 
secara kolektif ingin sama-sama meneriakkan slogan: ”Korupsi itu halal, bung!” 

Sumber: www.fatihsyuhud. com  

  Tulisan terkait:

    

   Korupsi dan Peluang Pendidikan   

   SBY, TRANSPARANSI dan KKN-isme   

   Korupsi KBRI dan alasan gaji kecil PNS   

   Hidup Sederhana Sebagai Pilihan   

   Hutang RI dan Hidup Sederhana   

   Mental Kuli 

 


    

.


    







<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke