Cak Luuuuul,
   
  Wow! Ini sungguh sebuah ide yang amat menarik, brilian, penuh terobosan baru, 
 dan patut kita dukung. Seluruh sastrawan, para penyair (baik yang asli maupun 
palsu), para pecinta sastra, dan bahkan masyarakat dunia pasti akan 
mendukungnya.
   
  Buat saya pribadi, sosok Saut Situmorang memang pantas kita kenang. Agar tak 
lekang oleh zaman, memang perlu ada upaya untuk mengabadikan segala prestasi 
yang pernah dicetaknya. Salah satunya ya melalui anugerah berembel-embel 
namanya ini. 
   
  Namun yang jadi pertanyaan, beliau kan masih hidup dan segar bugar? Bukankah 
akan lebih baik - dan memang sudah sewajarnya - award ini digelar apabila 
beliau sudah mangkat? Apalagi cita-cita beliau untuk menjadi Politikus Sastra 
(polsas) kan belum sepenuhnya terkabul. Saya sarankan, beliau segera bergabung 
di sebuah parpol. Tinggal pilih mau parpol apa saja. Bila kelak sudah menjadi 
anggota DPR, Pak Saut kan pasti akan memperjuangkan para sastrawan dan seniman, 
khususnya yang sealiran, untuk bisa lebih diberdayakan lahir dan batin. Sebagai 
polsas handal, beliau pasti akan bermain cantik. Menggusur lawan tanpa 
ketahuan. 
   
  Namun saya juga mikir, kalau beliau sudah menjadi Polsas beneran, milis-milis 
pasti sepi, karena tak ada lagi yang bisa dijadikan topik perbincangan. Pak 
Saut juga kan pasti akan sibuk sekali: turba ke daerah, studi banding ke 
keliling Eropa, di masa reses akan safari sastra ke Indonesia Timur, juga pasti 
sibuk jadi pembicara seminar bertopik 
  "Politik, Bir, dan Sastra". 
   
   
   
    
   
   
  

"***(cak)*** ***(lul)***" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                    Anugerah Sastra
  SAUT SITUMORANG AWARD
   
   
  Masa mutakhir ini semua orang tentulah mengenal sosok dan pernyataan Saut 
Situmorang. Dia adalah sosok yang komunikatif, produktif, progresif, dan 
anti-kemampanan. Dia merupakan pribadi yang berani, dalam dirinya tak ada rasa 
takut menghadapi hegemoni-hegemoni di negeri ini. Terutama yang dianggap 
terlampau angker selama ini.
   
  Saut Situmorang merupakan lokomotif gerakan perlawanan budaya. Dia tak 
mengenal rasa lelah dan kalah. Dia terus membara dan panjang nafasnya.
   
  Saut Situmorang merupakan mahluk langka yang layak diapresiasi. Dia adalah 
teladan besar bagi semangat pembaharuan kebudayaan.
   
  Maka, sungguh pantas tokoh ini dijadikan simbol dan nama anugerah sastra di 
negeri ini, yaitu SAUT SITUMORANG AWARD.
   
   
   
  Mohon dukungan dan komentar ke alamat email: 
  [EMAIL PROTECTED]





  
---------------------------------
  Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!   

                         



e-mail: [EMAIL PROTECTED]  
  blog: http://mediacare.blogspot.com  
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke