http://www.tniad.mil.id/news.php?id=1671


 *PERSONEL TNI AD SIAGA BONGKAR JEMBATAN LAHAR GUNUNG KELUD*

Kediri - Sekitar seratus personel *TNI Angkatan Darat* (AD) disiagakan untuk
membongkar beberapa jembatan yang berada di atas aliran lahar Gunung Kelud
di wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. "Tadi kami
sudah minta data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kediri tentang beberapa
jembatan yang bisa kami bongkar," kata *Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen
TNI Syamsul Mappareppa*, saat mengunjungi para pengungsi ancaman letusan
Gunung Kelud di Balai Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu
(17/10).

Menurut dia, beberapa jembatan tersebut dianggap dapat mengganggu aliran
lahar Gunung Kelud yang sejak Selasa (16/10) lalu statusnya dinaikkan dari
Siaga (Level III) ke Awas (Level IV). Berdasar pengalaman letusan pada 10
Februari 1990, maka aliran lahar Gunung Kelud terhambat oleh beberapa
jembatan yang ada di atas sungai. "Untuk teknis pembongkarannya, biar
personel kami yang berkoordinasi langsung dengan dinas terkait," katanya,
saat mendampingi Gubernur Jatim, Imam Utomo, dalam rangkaian peninjauan para
pengungsi ancaman letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dan Kabupaten
Blitar.

Permintaan Syamsul Mappareppa mendapat dukungan dari Imam Utomo, yang juga
mantan Pangdam Brawijaya, untuk segera melaksanakan pembongkaran sebelum
letusan Gunung Kelud benar-benar terjadi. "Kalau bisa secepatnya
berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum terjadi letusan," katanya sambil
minta persetujuan Bupati Kediri Sutrisno saat berada di tempat pengungsian
Balai Desa Tawang. Sampai saat ini sudah ada tujuh tempat penampungan lahar
yang disiapkan Pelaksana Proyek Gunung Kelud Departemen Permukiman dan
Prasarana Wilayah RI. (sumber:www.antara.co.id )


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke