Pada masa kanak-kanak Mang Ucup, Tarzan adalah salah satu tokoh idola saya, sebab setiap minggu saya bisa selalu membaca komik Tarzan hasil karya dari Harold Foster di majalah Star Weekly. Kisah Tarzan adalah anak manusia yang dibesarkan oleh kera, jadi mirip dengan Mogli anak yang dibesarkan oleh anjing ajak.
Nama Tarzan itu sendiri diserap dari bahasa Mangani yang berarti Tar = Putih Zan = kulit. Tarzan dibesar oleh induk kera yang bernama Kala. Tokoh pemain film Tarzan yang paling terkenal adalah Johnny Weissmueler, seorang Yahudi asal dari Rumania. Sedangkan monyet Cheeta yang usianya sekarang telah mencapai 75 tahun dinobatkan di buku Guinness Book of Record sebagai monyet tertua yang masih hidup di dunia. Tarzan akan merasa senang apabila ia bisa hidup di satu taman yang indah, dimana banyak tersedia bermacam-macam buah-buahan, sungai dengan air bersih untuk mandi dan minum. Tarzan tidak butuh kendaraan, kalau tidak gelantungan dari satu pohon ke pohon lain, ia bisa naik gajah atau kuda. Untuk tempat tinggal cukup apabila disediakan satu pohon yang rindang dan untuk tidur pun tidak dibutuhkan bantal, kasur ataupun guling, cukup dipadang rumput. Soundsystem pun tidak ia butuhkan sebab sudah banyak burung berkicau dan bersiul untuk dia. Ia pun tidak butuh AC maupun alat-alat elektronik lainnya. Tarzan pun tidak pernah merasa kesepian sebab sudah banyak monyet ataupun binatang-binatang lain disekitarnya yang bisa diajak ngobrol ataupun berdiskusi. Jadi ia tidak membutuhkan apa-apa lagi, semuanya sudah ia dapatkan dari hutan tempat dimana ia tinggal. Maklumlah Tarzan orangnya sederhana dan mungkin juga karena ia belum pernah hidup di Jakarta. Tarzan tidak butuh HP, TV, computer maupun alat-alat elektronik lainnya untuk bisa konek dengan gajah atau monyet; cukup dengan menggaungkan suaranya "AuwoÂ…oooooo". Tarzan tidak butuh sepatu Bally maupun pakaian dari Dior, maklum kera juga tidak butuh pakaian untuk mejeng. Tarzan makannya selalu buah-buahan dan lalaban yang belum dimasak jadi vegetarian tulen, selain dari itu tidak ada menu makan lainnya. Ia tidak mengenal kopi, cola, bir ataupun minuman lainnya selainnya air dari kali. Mang Ucup beda dengan Tarzan, ia orangnya manja, tinggal di vila yang ada kolam renangnya, sebelum sarapan pagi main golf atau tenis dahulu. Sarapan pagi dengan roti/kueh-kueh maupun kopi panas, baca koran atau lihat TV CNN. Pergi ke kantor naik Mercedes yang ada AC nya. Tiba dikantor disambut dengan senyum manis oleh sekretaris pribadi yang cantik (minimum tidak mirip monyet). Bisa main komputer sambil dengarin musik, makan siangnyapun beraneka ragam mulai dari steak, sampai hamburger, minum Coca Cola atau Bier, malam pergi ke pubs atau ketempat hiburan lainnya. Weekend bisa pergi ke pantai atau keluar negeri untuk berlibur disana. Jawablah dengan jujur apakah anda memilih kehidupan ala Tarzan ataukah ala Mang Ucup ? Kehidupan seperti mang Ucup adalah kehidupan yang disebut "Sorga Dunia" sedangkan kehidupan ala Tarzan adalah kehidupan di sorga nyata baca Taman Firdaus. Adam dan Hawa hidup di Taman Firdaus dengan kondisi dan keadaan seperti Tarzan, sangat primitiv tidak ada apa-apanya. Boro-boro adanya barang-barang elektronika, listrik saja ora ono. Orang jaman dahulu mendambakan untuk bisa terbang dengan kuda sembrani ataupun permadani terbang, tetapi untuk manusia jaman sekarang mereka pasti akan lebih cenderung memilih terbang dengan pesawat terbang Airbus 380, dimana mereka bisa dilayani oleh pramugari, bisa makan, minum, tidak kedinginan /kehujanan ada TV/AC dlll-nya daripada naik permadani terbang ala Aladin. Jaman 1001 malam bukannya dambaan manusia jaman sekarang lagi. Bahkan kalau saya jujur, saya merasa beruntung bahwa Adam & Hawa dahulu di usir dari Taman Firdaus, jadi minimum kita bisa mengecap dan menikmati hidup di dunia ini, dengan mana kita tidak perlu hidup di hutan belantara terus menerus. Pasti membosankan! Bahkan kalau kita tidak diusir dari Taman Firdaus, sampai dengan detik ini Anda dan saya tidak akan pernah bisa mengalami dan merasakan apa artinya "ORGASMUS" itu! Maaf kalau pernyataan ini kedengarannya seperti menghujat, tetapi ini adalah perasaan saya yang sejujur-jujurnya. Apabila Anda mendambakan untuk bisa hidup di Taman Firdaus, mulailah belajar merubah pola makan anda jadi vegetarian jangan makan daging atau makanan yang sudah dimasak lagi, minumpun hanya air putih saja. Boro-boro bisa hidup tanpa TV, Kulkas, Mesin Cuci listrik padam satu atau dua jam saja sudah kebingungan kita. Banyak sekali orang sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan apabila TV dirumah rusak. Saya tidak ingin membawa Anda untuk mengkhayal terlalu jauh, saya hanya ingin mengajak Anda untuk merenungkannya sejenak, apakah Taman Firdaus bisa dijadikan panutan atau tempat idaman sebagai surga bagi manusia jaman sekarang? Apakah taman Firdaus masih mempunyai daya tarik bagi manusia jaman sekarang? Mungkin untuk orang yang senang bercocok tanam atau untuk anggota dari Green Peace atau bagi orang yang senang berburu atau mancing?! Eh maaf di Taman Firdaus Anda tidak boleh berburu ataupun mancing sebab itu membunuh namanya! Boro-boro bisa hidup mandiri seperti Tarzan, pembantu pulang mudik beberapa hari saja kita sudah bingung tujuh keliling. Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net http://www.friendster.com/mangucup

