Ikranagara:
MATAHARI JAKARTA

ketika matahari di ubun-ubun langit jakarta menyilaukan pandang 
menyihir gedung jangkung 
bim salabim! 
maka berjajarlah reptelia raksasa 
dynosaurus abad 21 
otot beton tulang besi
sambil mengunyah permen karet langkah baris mereka berat berdebam
menggusur menghimpit ludas kampung-kampung tua

suara jerit rintih tangis penghuninya 

tapi telinga siapa mampu mendengar
ketika matahari di ubun-ubun langit jakarta menyilaukan pandang 
menyihir jalan-jalan jadi sungai banjir bergemuruh 
arus airnya arus kendaraan menderu-deru deras setelah lampu hijau 
mampat dan macet berdesakan dihadang lampu merah menyala

juga merah warna darah membasahi jalan beraspal mulus
korban kecelakaan di kala siang hari

tapi mata siapa mampu menangkap warna 
ketika matahari di ubun-ubun langit jakarta menyilaukan pandang
menyihir kita semua para pendatang dari seantero pelosok negeri
bim salabim!
maka jadilah kita laron-laron melarikan diri 
dari cengkeraman musim paceklik tak berkesudahan di desa-desa 
berhamburan terbang dengan sayap-sayap lemah 
harapkan 
cahaya ramah matahari Jakarta


JKT-2007

Kirim email ke