http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0710/22/123845.htm
*Sel Induk Darah Tali Pusat dan Sebuah Asa* Oleh Evy Rachmawati Darah tali pusat telah dipercaya oleh sebagian masyarakat secara turun-temurun dapat menurunkan panas tinggi pada tubuh anak. Siapa sangka darah tali pusat itu kini membawa harapan baru. Bukan hanya kesembuhan sang anak, namun juga dapat memberikan kesembuhan kepada anggota keluarga lainnya. Sel darah tali pusat yang diambil sesaat setelah bayi dilahirkan adalah salah satu sumber terbaik dan termudah dari sel induk haematopoietik, sumber yang terbukti dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Sel induk tali pusat ini lebih disukai karena pengambilannya tidak memerlukan tindakan invasif. Sel induk mampu membelah diri, berdiferensiasi, dan tumbuh menjadi berbagai sel dan jaringan. Melalui proses terkendali, perkembangan sel induk dapat diarahkan menjadi sel atau jaringan tertentu, seperti sel darah, jaringan otot jantung, jaringan saraf, atau kelenjar pankreas. Banyak penderita leukemia, serangan jantung, stroke, dan diabetes melitus menggantungkan harapan pada teknologi ini. Menurut Associates Professor Mark Kirkland—pendiri dan Direktur Medik Biocell—dalam buku Teknologi Saat Ini, Terapi Masa Depan, sel induk darah tali pusat memiliki berbagai manfaat, antara lain memperlambat proses penuaan, lebih aman jika terjadi ketidakcocokan transplantasi sel induk, kemudahan pengambilan, dan ketersediaan segera. Karena manfaatnya sangat besar, kini diupayakan penyimpanan darah tali pusat bayi yang baru lahir. Jadi, jika kelak individu yang memilikinya butuh sel induk untuk mengobati dirinya maupun orang lain yang cocok, sel itu setiap saat dapat diambil untuk diproses jadi sumber sel induk. Menurut Kirkland, proses pengambilan darah tali pusat ini relatif sederhana dan singkat. Segera setelah kelahiran bayi, tali pusat dijepit dan bayi dibawa keluar dari ruang kelahiran. Biasanya 30 mililiter-100 mililiter darah bisa didapatkan dari darah tali pusat. Yang penting bukan jumlah darah yang dikumpulkan, tetapi jumlah sel berinti yang diperoleh setelah pemrosesan. Ada risiko kontaminasi bakteri atau jamur selama proses pengumpulan hingga 5 persen. Direktur Utama Grup CordLife Steven Fang menyatakan, sel darah tali pusat itu dapat disimpan selama lebih dari 20 tahun. Akan tetapi, tingkat keberhasilan terapi sel induk masih sulit diukur karena bergantung dari kualitas darah tali pusat, kemampuan dokter pengambil darah tali pusat, dan kondisi pasien yang diterapi. Perusahaan penyimpan Sejauh ini sejumlah perusahaan telah menawarkan jasa penyimpanan sel darah tali pusat di laboratorium. Dengan membayar uang muka dan sewa tahunan, para orangtua dapat meminta dan mengizinkan tim medis dan petugas laboratorium untuk mengambil darah dari tali pusat bayinya untuk diproses dan selanjutnya disimpan. Bagi penyedia jasa itu, bisnis penyimpanan tersebut dipastikan berjalan dalam jangka panjang karena para orangtua menyimpan darah tali pusat selama puluhan tahun. Bagi individu bersangkutan, penyimpanan darah tali pusat ini serupa asuransi biologis untuk memastikan tersedianya sel induk yang cocok untuknya jika diperlukan. Saat ini sedikitnya ada tiga perusahaan dari negara tetangga yang menawarkan jasa ke Indonesia. Menurut Ketua Komisi Teknis Kesehatan dan Obat Dewan Riset Nasional Amin Soebandrio (Kompas, 21 Mei 2007), ekspor spesimen manusia Indonesia, termasuk darah tali pusat, kontraproduktif bagi pengembangan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu juga berpotensi melemahkan pertahanan nasional karena membiarkan pengiriman sel darah tali pusat untuk diproses dan disimpan di laboratorium di luar negeri. Hal ini memberi kesempatan kepada negara lain mempelajari bangsa Indonesia, sebab semua informasi genetik akan mereka dapatkan dengan cuma-cuma. Amin menyatakan, Indonesia harus lebih berhati-hati dalam menyimpan dan memelihara informasi tentang sumber daya genetikanya. "Indonesia harus berdaulat atas sumber daya genetikanya beserta turunannya. Setiap kegiatan riset sumber daya genetika Indonesia sedapat mungkin dilakukan orang Indonesia dan di dalam negeri," kata Amin. Pemerintah, akademisi, dan swasta harus melakukan penguatan sumber daya terkait. Setiap orang Indonesia yang menyimpan sel darah tali pusat dan sumber daya genetika lainnya hendaknya menunjukkan nasionalisme tinggi dengan menggunakan produk jasa dan sarana dalam negeri. Salah satunya, laboratorium penyimpanan darah tali pusat berkapasitas 30.000 unit hasil kerja sama Kalbe Farma dan Cordlife, yang baru beroperasi di Indonesia. Untuk melindungi masyarakat, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, pemerintah telah menerbitkan keputusan Menkes tentang pembentukan tim Stem Cell Nasional. Pemerintah juga menunjuk rumah sakit pendidikan, antara lain RS Cipto Mangunkusumo dan RS Dharmais di Jakarta, sebagai tempat pengembangan ilmu kedokteran terkait terapi sel induk, termasuk bank darah tali pusat. Tiap unit yang punya layanan bank darah tali pusat diharapkan mengikat kerja sama dengan Rumah Sakit Pendidikan setempat yang ditunjuk pemerintah. Hal ini bertujuan menjamin penyelenggaraan pelayanan yang aman dan senantiasa mengikuti perkembangan teknologi di bidang ini. (EVY) Sumber: Kompas [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

