http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0710/22/151909.htm
*Melatonin dan Selenium untuk Perlambat Penuaan* Setiap orang pasti akan menjadi tua, tapi prosesnya bisa diperlambat. Lupakan dulu pisau bedah atau berbagai jenis krim kosmetika karena ada cara murah dan mudah untuk menghambat proses penuaan, yakni lewat makanan. Beberapa jenis vitamin dan mineral telah diketahui mampu mengurangi proses kerusakan DNA dan penuaan. Selain vitamin C, atau E, hormon melatonin dan selenium juga termasuk dalam kelompok antioksidan untuk melawan penuaan. Melatonin: Melawan Penuaan di Kala Tidur Melatonin secara alami dihasilkan oleh kelenjar otak yang mengatur jam tidur seseorang. Ketika hari beranjak senja dan kita melihat matahari surut, dimulailah proses produksi melatonin dalam tubuh. Akibatnya mata mulai mengantuk, tekanan darah turun, dan pencernaan melambat. Di saat itu tubuh perlu istirahat. Selain berfungsi sebagai jam alamiah bagi tubuh melatonin juga bermanfaat sebagai antioksidan yang akan menangkal serangan radikal bebas. Hormon ini akan mengatur pergantian sel-sel kulit yang rusak dan merangsang munculnya sel kulit baru. Karenanya fungsi tidur tak hanya untuk memulihkan stamina tetapi juga memulihkan sel kulit. Orang-orang yang hidupnya selalu dilanda stres menyebabkan antioksidan melatonin tidak dapat bekerja dengan baik, oleh karena itu tidak mengherankan kalau proses penuaan dini lebih cepat mendera orang stres. Selenium, Butuh Sedikit Saja Mineral selenium termasuk dalam kelompok zat gizi mikro, artinya jumlah yang dibutuhkan sangat sedikit tapi berperan sangat besar dalam sistem biologis tubuh. Kebutuhan selenium per hari pada orang dewasa sekitar 50-70 mikrogram. Jika dikonsumsi berlebihan, seseorang bisa mengalami keadaan yang disebut selenosis. Gejalanya antara lain rambut rontok, muncul bercak putih di kuku, bau mulut tak sedap, energi berkurang, dan gampang marah. Selain untuk melawan radikal bebas, selenium juga dibutuhkan dalam proses reproduksi, menjaga kesehatan otak, memperbaiki mood, dan mencegah kanker. Makanan sumber selenium adalah yang tinggi kadar proteinnya, misalnya telur, ikan, kerang, daging, dan ayam. Selain itu beberapa jenis tumbuhan juga mengandung selenium, seperti jagung, bawang putih, atau gandum. Penulis: An [Non-text portions of this message have been removed]

