MENGGAGAS ENSIKLOPEDIA BANTEN


Pada abad ke-9, "Cantaka Parwa" yang disinyalir sebagai ensiklopedia
tertua di Indonesia mengada. Dengan memakai bahasa Jawa kuno,
ensiklopedia tersebut memuat segala macam ilmu pengetahuan, mitologi dan
wiracarita. Dari sini kita bisa mengetahui bagaimana kebudayaan
jawa-Hindu di masa lampu. Secara tak langsung, kita juga diberikan
pemahaman betapa menulis menandai kecerdasan pada zamannya.

Hingga kini, kehadiran ensiklopedia kian diminati oleh banyak pembaca.
Berbeda dengan kamus yang menjelaskan kata dengan kata-kata lainnya,
ensiklopedia lebih dalam lagi menelusuri pelbagai, karena jika merunut
dari sudut pandang etimologis, ensiklopedia adalah sebuah pendidikan
paripurna yang mencakup semua lingkaran ilmu pengetahuan.



Ensiklopedia Banten

Ketika Rumah Dunia membuat Lumbung Banten --sebagai tempat alternatif
untuk menyimpan "pusaka" Banten-- ternyata banyak respon yang bergulir.
Salah satu respon yang cukup menarik adalah menjadikan Lumbung Banten
tak hanya sekadar sebuah wadah yang bersifat pasif, tapi harus menjadi
aktif dan masif. "Melalui Lumbung Banten ini kita harus membuat
pekerjaan yang fenomenal, misalnya membuat ensiklopedia Banten. Mengapa
tidak?" ucap Abdul Malik, salah seorang penasehat Rumah Dunia, ketika
bersilaturahmi dengan memboyong keluarganya. "Ensiklopedia Banten itu
cita-cita bersama, namun belum ada yang berani melakukannya" lanjutnya.

Semenjak berdirinya RD, kami memang tidak pernah takut untuk menjadi
avantgarde. Provokasi yang dilontarkan Abdul Malikpun langsung kami
terima dan dilanjutkan dengan diskusi. Pada Sabtu malam (20/10) kami
berembuk dan menyepakati beberapa hal, seperti pembagian abjad untuk
masing-masing penulis. Hal lain yang disepakati adalah mengenai cara
penulisan dan mekanisme kerja. Sementara itu kriteria yang akan
dimasukan dalam ensiklopedia itu adalah tokoh, lembaga, gedung, objek
wisata, seni dan budaya, wilayah, istilah dan kuliner.

Dari hasil diskusi ini, para relawan langsung menginformasikan ke
pelbagai pihak. Gola Gong langsung woro-woro via internet. Firman
Venayaksa mendatangi Disbudpar, Humas Pemprov dan Perpustakaan Daerah
untuk memberi tahu berita gembira ini. Di lain kesempatan, Ibnu Adam
Aviciena yang sedang berada di Belanda terus mengunjungi perpustakaan
yang menurutnya banyak sekali artefak kebantenan yang belum
terinformasikan kepada masyarakat Banten.

Pekerjaan membuat ensiklopedia ini tentu saja bukan pekerjaan yang
mudah. Kami harus bersijingkat menyiapkan waktu dan tenaga, membuka
kembali buku-buku referensi, memburu informasi dan kadang-kadang
berlayar ke dunia maya. Konsekuensi itulah yang harus kami kerjakan.
Dalam jangka waktu satu tahun semoga saja ensiklopedia ini bisa selesai
dikerjakan. Dengan keseriusan dan kerja keras, kami optimis akan
menyelesaikan dengan segera. Masalah pendanaan, untuk sementara ini kami
kesampingkan. Semenjak dulu sudah terbukti bahwa setiap yang pekerjaan
yang dilakukan dengan serius akan membuahkan hasil yang optimal. Dana di
Rumah Dunia memang tidak berlebih tetapi kamipun tak pernah merasa
kekurangan karena selalu ada saja yang menyumbang. Misalnya ketika
menjelang Hari Raya, Rumah Dunia kedatangan rombongan akademisi dari
Kyoto University-Jepang yang dibawa oleh teman-teman dari mazhab
Pakupatan. Mereka cukup terkesan dengan kehadiran Rumah Dunia sebagai
learning center, dan menyumbang 450 ribu rupiah untuk anak-anak Rumah
Dunia.





Bicaralah Tanah

Setelah dua minggu beristirahat, kegiatan demi kegiatanpun menanti. Pada
tanggal 10 november, pukul 13.30, Rumah Dunia akan menyelenggarakan
diskusi "Bicaralah Tanah" sebuah konsep teater yang dibesut oleh
sutaradara sekaligus dosen Untirta, Nandang Aradea. Pementasan teater
ini pernah dimainkan di beberapa tempat seperti Serang, Bandung, Jakarta
dan Jogja. Diskusi ini akan mengetengahkan perihal petani yang sekarang
ini begitu terpuruk, didzalimi dan miskin. Dengan tema yang provokatif
yaitu "Rakyat Mati di Lumbung Padi, Sungguh terlalu!" diskusi ini
agaknya akan sangat menarik karena akan menghadirkan (pula) petani
sebagai pembicara, yaitu Rakib. Petani bernama Rakib itu pendatang dari
Kuningan. Rakib berbekal dengkul datang ke Banten 6 tahun lalu; dia
menyewa sepetak tanah di kampung Ciloang. Denan kekerasan hatinya, dia
bisa mandiri dan bahkan mampu membeli tanah untuk tempat berlindung bagi
anak dan istrinya yang asli Ciomas.

Seperti yang diakui oleh Aradea, konsep "Bicaralah Tanah" terinspirasi
oleh Gerakan Kyai Haji Wasid dalam Geger Cilegon tahun 1888 yang
melakukan perlawanan kultural dan politik terhadap Belanda. Walaupun
petani tertindas, mereka memiliki spirit yang luar biasa dalam
menghadapi keadaan.

Jika tak ada aral melintang, pada November 2007 akan ada kegiatan jumpa
pengarang dengan judul "YANG TERBAIK DARI SASTRA". Diawali tanggal
17/10, Rumah Dunia akan mendatangkan penyair besar, Taufik Ismail, yang
akan membedah proses kreatifnya. "Anak-anak Banten ingin mereguk proses
kreatif Taufik Ismal." Leat SMS, Taufik Ismail sudah menyatakan
kesediaannya. "Saya senang datagn ke Rumah Dunia. Semoga proses kreatif
saya bermanfaat bagi anak-anak muda Banten," balasan SMS dari Taufik pun
datang.

Masih "YANG TERBAIK DARI SASTRA", Sabtu berikutnya (24/10) Goenawan
Mohamad, seorang penyair sekaligus esais yang terkenal dengan Catatan
Pinggirnya di majalah Tempo akan ikut meramaikan agenda Rumah Dunia. GM
pun akan membeberkan proses kreatifnya. GM sudah menyatakan kesediaannya
lewat e-mail.

"Para penulis muda di Banten, bahkan saya juga, masih butuh ilmu dari
Pak Taufik dan Mas Goen. Kita harus mereguk sebanyak-banyaknya ilmu dari
kedua sastrawan itu. Soal gonjang-ganjing sastra, kesampingkan dulu,"
kata Gola Gong. Semoga semuanya lancar. Jadi, sangat disayangkan jika
Anda melewatkan pertarungan intelektual ini. (Firman Venayaksa, Presiden
Rumah Dunia).



Info seengkapnya: www.rumahdunia.net <http://www.rumahdunia.net/>  dan
www.lumbungbanten.wordpress.com
<http://www.lumbungbanten.wordpress.com/>






PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia:
The contents of this e-mail and its attachments, if any, are for the intended 
recipient(s) only and may contain proprietary, confidential or otherwise 
private information. If you are not the intended recipient or if you have 
inadvertently received this email, please note that any use, disclosure, 
copying, distribution or any action taken or omitted to be taken in reliance on 
this e-mail or any attachments hereto is prohibited and may be unlawful, and 
that you should delete this e-mail and its attachments, if any, and duly notify 
us of the miss delivery by e-mailing the sender.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke