Mas Mediacare,

Kondisi yang kita hadapi ini memang tidak hanya butuh 'satu obat'.
CCTV atau apalah namanya barangkali dapat menutup lebih dari
separuh celah lolosnya pelaku kejahatan di lokasi sekitar CCTV
dipasang. Selebihnya adalah tanggung jawab bersama antara
penanggung jawab wilayah dan publik.

Jangan sampai kesannya kita berdebat pepesan kosong, meributkan
kita harus mendapatkan solusi 100%, baru bergerak... karena kalau
begitu, kita tidak akan pernah bergerak.. siapa juga yang punya solusi
100%.. :-P

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 10/24/07, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Memang kalau di airport mungkin didukung manajemen yang lebih oke dari
> segi keamanan. Tapi bagaimana dengan stasiun kereta atau terminal bus di
> Indonesia yang manajemennya masih amburadul hingga kini?
>
> ----- Original Message -----
> From: A Nizami
> To: [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, October 24, 2007 12 <javascript:void(0)>:53 PM
> Subject: Re: [ppiindia] Penggunaan CCTV untuk Keamanan Lingkungan
>
> Jarang ada kamera cctv yang dirusak/dicuri orang karena memang strategi
> penempatan yang baik sehingga orang yang akan mendekati pasti akan terekam
> terlebih dahulu dan dilacak wajahnya.
>
> Apalagi kalau di terminal yang banyak orang dan kamera CCTV ditempatkan di
> tempat yang agak tinggi (3-4 meter). Kalau ada yang memanjatkan pasti
> ketahuan.
>
> ===
> Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]<syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>
>
> ----- Original Message ----
> From: Ananto <[EMAIL PROTECTED] <pratikno.ananto%40gmail.com>>
> To: [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, October 24, 2007 9:22:54 AM
> Subject: Re: [ppiindia] Penggunaan CCTV untuk Keamanan Lingkungan
>
> bung nizami,
>
> gimana jika cctv nya juga dicolong maling? jadi ga berfungsi kan?
>
> salam,
>
> ananto
>
> On 10/23/07, A Nizami <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Sesungguhnya CCTV (Closed Circuit TV) dapat dimanfaatkan
>
> > untuk mengamankan lingkungan terutama tempat-tempat umum yang rawan
>
> > kejahatan
>
> > seperti terminal bis, terminal kereta api, bandara, dan juga
> pasar-pasar.
>
> >
>
> > Jika ditaruh di pintu masuk atau tempat strategis lainnya,
>
> > maka CCTV bisa merekam siapa saja yang melalui tempat tersebut. Bahkan
>
> > jika
>
> > gelap gulita, CCTV dengan infra merah tetap bisa merekam gambar dengan
>
> > jelas
>
> > meski warnanya berubah jadi hitam putih.
>
> >
>
> > CCTV bisa
>
> > dipasang hingga 16 titik dan disambungkan dengan monitor TV yang diawasi
>
> > oleh
>
> > petugas. Bahkan bisa juga CCTV tersebut diawasi dari jauh melalui
>
> > internet. Hasilnya
>
> > juga bisa direkam dalam harddisk selama 1 bulan setelah itu baru rekaman
>
> > terakhir menimpa rekaman yang pertama.
>
> >
>
> > Dengan cara itu,
>
> > jika ada penumpang bis yang dibius, penumpang tersebut bisa mengenali
>
> > orang
>
> > yang membiusnya dari hasil rekaman CCTV jika memang wajah penjahat
>
> > tersebut
>
> > terekam. Bahkan jika ada petugas yang mengamati monitor CCTV, petugas
> bisa
>
> > segera mengetahui kejadian yang sedang berlangsung dan berusaha untuk
>
> > mencegahnya. Petugas bisa mengetahui orang yang mencurigakan yang hanya
>
> > mondar-mandir saja selama beberapa jam di satu tempat.
>
> >
>
> > Harga CCTV juga
>
> > cukup terjangkau. Satu CCTV dengan infra merah harganya sekitar Rp 500
>
> > ribu
>
> > sementara alat perekamnya waktu saya tanya dulu sekitar Rp 5 juta
> (mungkin
>
> > sekarang lebih murah).
>
> >
>
> > Berikut berita di
>
> > Detik.com <http://detik. com/> tentang penggunaan CCTV:
>
> >
>
> >
>
> > http://detikinet. com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/
> 08/tgl/10/ time/174049 <javascript:void(0)>/ 
> idnews/815788<javascript:void(0)>/
> idkanal/323
>
> >
>
> > Jumat, 10/08/2007 17 <javascript:void(0)>:40 WIB
>
> >
>
> > 100 CCTV Awasi Titik Rawan Jakarta
>
> >
>
> > Nadhifa Putri - detikinet
>
> >
>
> > Jakarta
>
> > - Sejumlah titik rawan dan tempat strategis di DKI Jakarta telah diawasi
>
> > kamera
>
> > closed-circuit television (CCTV). Dari
>
> > 160 kamera yang direncanakan, 100 di antaranya telah beroperasi dan
>
> > dikendalikan operator Crisis Center DKI Jakarta.
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke