Dinasti Bush Ternyata Berdarah Yahudi  Selasa, 23 Okt 07 17:50 WIB
   
  Masih ingat dengan tulisan “George W Bush Sudah Lahir di Tahun 1796”? Yang 
dimuat di rubrik ini pada 1 Juni 2007? Kala itu tertulis bahwa di tahun 1796 
atau 20 tahun setelah The Founding Fathers Amerika Serikat menandatangani 
Deklarasi Kemerdekaan AS, moyang dari Presiden AS George Walker Bush 
dilahirkan. Dia bernama George Washington Bush. Sama-sama George W Bush.
   
  Michael Collins Piper, seorang kolumnis independen Amerika dan termasuk salah 
satu pengecam gerakan Zionisme, di dalam karyanya “Jerusalem Baru: Kuasa Zionis 
di Amerika” (edisi Malaysia diterbitkan Saba Islamic Media), mengutip penemuan 
Shalom Goldman, seorang Profesor Madya dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah 
University Emory, yang mengatakan bahwa George Washington Bush merupakan moyang 
dari George Walker Bush.
   
  “George Washington Bush yang dilahirkan pada 12 Juni 1796 dan meninggal dunia 
ada 19 September 1859 merupakan seorang profesor dan penulis buku ‘The Life of 
Muhammad’, sebuah pertama terbitan Amerika yang menyerang Islam, ” demikian 
Goldman. Goldman yang juga berdarah Yahudi ini juga menegaskan bahwa Profesor 
Bush merupakan pelopor atau perintis lahirnya kelompok Zionis-Kristen Amerika 
yang sekarang menguasai Gedung Putih dan Pentagon. “Profesor Bush sangat akif 
mendukung Zionisme di Amerika dan berperan penting di dalam mengirimkan 
orang-orang Yahudi Diaspora ke Tanah Palestina, ” lanjutnya.
   
  Wikipedia menulis, “Selain sebagai akademisi dan penulis, Profesor Bush juga 
seorang sarjana Alkitab, penginjil, dan seorang kontroversial. Dia lulus dari 
Dartmouth College di tahun 1818 dan masuk Princeton Theological Seminary. Bush 
ditahbiskan di Salem Presbytery, Indiana, tahun 1825 dan menjadi pendeta di 
sebuah gereja Indianapolis, sebah gereja yang dipandang sangat liberal pada 
masanya. ” Dari tahun 1831 hingga 1847, Bush menjadi Professor dalam kajian 
Ibrani dan Timur Tengah di New York University.
   
  Di tahun 1845 Bush memperlihatkan dukungannya secara terang-terangan terhadap 
lobi Zionis di Amerika dengan berpindah gereja dan masuk ke dalam General 
Church of the New Jerusalem. Bush dengan cepat meraih popularitas dan dijadikan 
juru bicara gereja tersebut, termasuk di dalam majalah yang diterbitkan oleh 
gereja (New Church Review) dan The Hierophant, sebuah majalah yang sangat 
dokriner. Inilah sosok salah satu moyang dari Presiden Amerika George Walker 
Bush. Jadi, tidaklah mengherankan jika sikap dan kelakuan Presiden AS ini 
sangat pro-Zionisme dan sangat anti-Islam, karena moyangnya pun sudah demikian. 
   
  Itulah sekilas tentang moyang Dinasti Bush. Namun ternyata ada penemuan lain 
sekitar asal-muasal Dinasti Bush yang tak kalah penting untuk diketahui.
   
  Texe Marrs
   
  Texe Marrs, seorang peneliti masalah-masalah Illuminati dan Zionis 
berkewarganegaraan Amerika Serikat, dengan susah payah berusaha menelusuri 
jejak sejarah Dinasti Bush selama bertahun-tahun. Dalam penelusurannya, Marrz 
menemui banyak sekali data yang mengagetkan terkait salah satu dinasti 
berpengaruh di Amerika ini. Salah satunya seperti yang dituangkan dalam satu 
artikel berjudul “George W. Bush, Zionis Double Agent, American Traitor” 
(George W. Bush, Agen Ganda Zionis, Pengkhianat Amerika).
   
  Dalam artikel yang halamannya ditulisi sebagai “Exclusive Intelligence 
Examiner Report”, di awal artikelnya, Marrz mencantumkan dua kutipan: satu dari 
Hillaire Belloc dalam bukunya Cultural Warrs (Sept 2000) yang menyatakan, 
“Seseorang sudah bisa dicap anti-Semit jika mengatakan bahwa orang Yahudi itu 
adalah Yahudi” dan satunya lagi dari Injil Yohannes 20:19 yang berbunyi, 
“Then... When the doors were shut where the disciples were assembled for fear 
of the Jews, came Jesus and stood in the midst, and saith unto them, Peace be 
unto you. " 
   
  Dalam artikelnya, Marrs yang beragama Kristen ini menulis bahwa mantan 
Presiden AS George Herbert Bush dan juga puteranya, George Walker Bush, 
demikian pula Jebb Bush, adik kandung George Bush Junior yang menjadi Gubernur 
Florida, merupakan para pelayan dan pembantu kepentingan Zionisme. Marrs 
awalnya ingin mengetahui akar kekristenan Dinasti Bush, namun yang didapat 
sungguh mengejutkannya. 

  Marrs mendapatkan sebuah dokumen yang dikeluarkan National Jewish Welfare 
Board, saat berlangsungnya perang revolusi Amerika Serikat melawan kolonialis 
Inggris, mencatat bahwa seluruh anggota Dinasti Bush ternyata berdarah Yahudi 
dan sengan sendirinya memeluk agama Yahudi. Mereka tercatat sebagai tentara dan 
juga pelaut Yahudi-Amerika. Ada yang bernama Mayor George Bush, Mayor Louis 
Bush, dan Mayor Solomon Bush. Nama-nama itu muncul di dokumen tersebut secara 
jelas. Dengan temuan ini, Marrs sangat yakin bahwa Dinasti Bush adalah sebuah 
dinasti Yahudi yang berpura-pura komit dengan kekristenannya guna mengelabui 
warga Amerika dan dunia pada umumnya. 
   
  Hubungan antara Dinasti Bush dengan pusaran elit Zionis Amerika juga sangat 
dekat, sehingga Marrs tanpa ragu menyatakan bahwa Dinasti Bush merupakan sebuah 
kelompok elit dalam lingkaran pusat kelompok Illuminati Amerika. “Berkedok 
sebagai penganut Kristen fundamentalis, Bush sebenarnya bekerja sepenuhnya 
untuk kepentingan Zionis-Yahudi, ” tegas Marrs yang telah melakukan penelitian 
soal keluarga Bush selama enam tahun. 
   
  Buku ‘Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsha’ (Abu Aiman, 2007) yang juga 
mengutip artikel dari Texe Marrs menulis, “Sewaktu terpilih sebagai Presiden 
AS, George W Bush langsung melantik staf pertamanya untuk Gedung Putih, Ari 
Fleischer. Dia adalah seorang Rabbi dari sekte radikal Yahudi Lubavitch. 
Kemudian Bush juga mempertahankan posisi Allan Grenspan, seorang bankir Yahudi, 
sebagai Komisaris Federal Reserve, dan juga mengangkat seorang Rabbi Yahudi, 
Dov Zackheim, sebagai pengawas keuangan Pentagon!” 
   
  Lalu, Bush juga mengangkat Michael Chertoff sebagai ketua Dalam Negeri 
(Homeland Security). Padahal ia adalah ideolog Yahudi dan sangat benci kepada 
Kristen. Ayah Chertoff adalah seorang Rabbi dan tokoh radikal Yahudi di AS. 
Marrs bahkan menyamakan Chertoff sebagai Himmler-nya Amerika (Himmler merupakan 
ajudan Hitler yang sangat kejam). 

  “Saya tegaskan, saya telah meneliti latar belakang Dinasti Bush, termasuk 
dari faksi Rothschild, tanpa keraguan sedikit pun saya tegaskan kepada Anda 
bahwa Dinasti Bush dan George Walker Bush memang benar adalah Yahudi tulen. 
Seorang Yahudi berdasarkan keturunan, seorang Yahudi berdasarkan keyakinan. 
Hanya saja, mereka menyembunyikan itu dari publik dan memakai kedok sebagai 
keluarga Kristen yang taat. ” (Rizki Ridyasmara) 
   
  
http://www.eramuslim.com/berita/tha/7a23174458-dinasti-bush-ternyata-berdarah-yahudi.htm
   

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke