Saatnya kaum muda memimpin!


Dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diadakan di berbagai tempat
di seluruh negeri, ada kegiatan yang mengandung arti sangat penting bagi
seluruh bangsa Indonesia, yaitu diselenggarakannya  Ikrar Kaum Muda
Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2007 di di Gedung Arsip Nasional, Jl.
Gajah Mada, Jakarta Barat.



Dalam pertemuan yang mencerminkan tekad kaum muda Indonesia untuk bangkit
dan berjuang mengakhiri sistem politik, ekonomi dan sosial yang dewasa ini
mendatangkan kesengsaraan bagi sebagian terbesar rakyat kita, akan
dikukuhkan bersama-sama ikrar yang selengkapnya sebagai berikut :







IKRAR KAUM MUDA INDONESIA



Indonesia lahir dari rahim perjuangan melawan ketidakadilan. Kalimat pertama
Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan, "bahwa sesungguhnya kemerdekaan
itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas
dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan." Dari zaman ke zaman kaum muda menyumbang tenaga, pikiran dan
jiwa mereka untuk menegakkan cita-cita ini: bebas dari segala bentuk
penjajahan, oleh asing pun bangsa sendiri.


Saat ini kita semakin jauh dari cita-cita mulia ini. Sistem ekonomi yang
dipakai sekarang bertumpu pada rumus sederhana: kekayaan yang satu hanya
mungkin didapat dari kesengsaraan yang lain. Kesetaraan dan keadilan yang
pernah digariskan para pendiri bangsa sebagai landasan hidup bersama
dianggap sebagai nyanyian usang dari masa lalu. Kekayaan alam habis dikuras
meninggalkan kehancuran lingkungan yang tidak terbayar. Manusia Indonesia
seperti dihantui kutuk sejarah :menjadi bangsa kuli dan kuli di antara
bangsa-bangsa.

Reformasi politik 1998 yang mengganti kediktatoran Soeharto sempat memberi
janji bahwa perubahan akan segera datang. Presiden demi presiden berganti,
kabinet dibongkar-pasang namun keadaan tidak beranjak membaik. Justru krisis
semakin membelit: kemiskinan dan pengangguran merajalela, komunalisme
bangkit, kebencian etnik dan agama dikobarkan, di pusat dan daerah orang
memperebutkan lembaga negara dan menjadikannya sumber akumulasi kekayaan.
Korupsi memporak-poranda tatanan politik, tidak ada lagi adab dan nilai.
Indonesia terancam hilang dari pergaulan dunia.


Dalam keadaan ini kaum muda kembali terpanggil untuk bangkit. Republik ini
berdiri untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial. Inilah arah dan jalan keluar dari krisis kita sekarang.
Dan menjadi tugas sejarah kaum muda untuk mewujudkan-nya.

Di dunia kini bergema slogan kekuasaan lama: sejarah sudah berakhir. Kaum
muda Indonesia menolak jalan buntu ini. Zaman ini bukan akhir dari sejarah,
tapi awal dari sejarah baru. Saatnya kaum muda dengan visi pembaruan
berhimpun dalam pergerakan menghapus penjajahan dan menegakkan negara
kesejahteraan.


Saatnya kaum muda memimpin..!


Jakarta, 28 Oktober 2007



* * * *







UNDANGAN TERBUKA



Bagi rekan-rekan kaum muda yang sudah muak, bosan dan geram terhadap
manuver orang-orang lama/tua yang masih ngotot ingin terus berkuasa di
negeri ini, silahkan hadir di acara IKRAR KAUM MUDA INDONESIA pada hari
Minggu, 28 Oktober 2007 pukul 19.00 WIB di Gedung Arsip Nasional, Jl. Gajah
Mada, Jakarta Barat, dengan tema sentral : "SAATNYA KAUM MUDA MEMIMPIN"



Acara ini digagas, (antara lain) oleh  :

Sukardi Rinakit, Faisal Basri, Yudi Latif, Teten Masduki, Fadjroel Rachman,
Effendi Gazali, Bima Arya, Chalid Muhamad, Romo Benny, Hilmar Farid, Ray
Rangkuti, Franky Sahilatua, Romo Sandyawan, Agung Putri, Rieke Diah
Pitaloka,  Ivan A Hadar, Budi Tanuwibowo, dll.



Kenakan atasan warna putih dgn bawahan warna hitam.



Ayo, bergabunglah dalam barisan Pergerakan Kaum Muda Indonesia.

Untuk Indonesia yang berkeadilan, bermartabat dan sejahtera.



********

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.10/1091 - Release Date: 24/10/2007
14:31


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke