http://www.kompas.com/


*Bayi Bebas Diare Berkat ASI*


Diare merupakan salah satu penyakit langganan yang sering dialami bayi baru
lahir sampai dengan usia satu tahun. Meski tidak berbahaya namun diare dapat
mengganggu tumbuh kembang bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mendapat
ASI (air susu ibu) lebih jarang terkena diare karena usus bayi yang menyusui
didominasi oleh bakteri baik.

Sebelum memvonis anak terkena diare, sebaiknya bapak atau ibu mengetahui
perbedaan diare dengan mencret biasa. Mencret adalah keluarnya kotoran yang
berupa cairan atau lembek, sedangkan diare merupakan mencret yang lebih dari
tiga kali, dapat berupa cairan berlendir atau mengandung darah. Anak yang
diare umumnya rewel.

Bayi yang mendapat ASI memang kerap mengeluarkan kotoran yang lembek atau
cair, namun kondisi ini bukanlah diare. Menurut dr. Badriul Hegar, Sp.A (K),
Konsultan Gastroenterologi Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
bifidobakteria yang terdapat dalam usus bayi merupakan penyebab feses bayi
lebih lunak.

"Di dalam ASI banyak terdapat oligosakarida yang akan merangsang pertumbuhan
bakteri bifidobacteria. Bakteri baik dalam saluran cerna telah terbukti
sangat bermanfaat untuk mencegah diare," paparnya dalam sebuah acara
peluncuran Nestle Cerelac Gold, di Jakarta (23/10).

Sementara itu diare biasanya disebabkan oleh infeksi kuman, virus, atau
amuba, akibat kebersihan makanan dan alat makan yang kurang baik. Karenanya
kemungkinan bayi yang sudah mendapat makanan tambahan untuk terkena diare
lebih besar dibandingkan dengan bayi yang menyusui ASI.

Oleh karena itu dokter Hegar menyarankan agar para orangtua tidak perlu
khawatir memberikan ASI hingga anak berusia enam bulan. "WHO telah melakukan
penelitian bahwa nutrisi yang terdapat dalam ASI cukup sampai bayi usia enam
bulan," katanya.

Sebaliknya jika anak yang mendapat susu formula terserang diare, orangtua
perlu menghentikan pemberian susu formula. Agar si kecil tidak sampai
dehidrasi, cukupi kebutuhan cairannya dari air, oralit atau susu khusus
diare yang mengandung kadar laktosa lebih rendah.

Pada dasarnya tidak sulit mencegah diare pada anak-anak. Kuncinya adalah
selalu menjaga kebersihan lingkungan dan alat makan bayi, termasuk juga
selalu mencuci tangan sebelum melakukan kontak dengan si kecil. Jika bayi
sudah mendapat makanan padat, perhatikan kebersihan sejak dari pemilihan,
pengolahan, hingga penyimpanan bahan makanan.


Penulis: An


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke