Dear all, 
 
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-79. Semoga peran dan kontribusi kita sebagai 
pemuda dapat terus ditingkatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan bangsa dan 
negara di manapun kita berada. Sudah siap dan mampukah kita memimpin?
 
Salam,
 
Pan Mohamad Faiz
New Delhi
 
PS: Jika artikel ini dirasa bermanfaat, rekan-rekan dipersilahkan untuk 
meneruskannya kepada kawan-kawan PPI lainnya di negara masing-masing. Salam 
Persatuan. Jayalah Indonesia!
 
---
 
Opini 

Membangun Kepemimpinan Pemuda di Luar Negeri
Oleh : Pan Mohamad Faiz 

27-Okt-2007, 19:44:29 WIB - [www.kabarindonesia.com]


KabarIndonesia - Sebagai aktor sosial perubahan, pemuda bukan saja menyandang 
status sebagai pemimpin masa depan, tetapi juga sebagai tulang punggung bangsa 
dalam mengisi pembangunan. Hal ini sejalan dengan tema peringatan Hari Pemuda 
Internasional 2007 yaitu ”Youth Participation for Development”.

Pada tahun 1928, para pemuda Indonesia dari beragam latar belakang suku, agama 
dan bahasa membulatkan tekad demi menggalang persatuan bangsa guna berjuang 
melawan penindasan kaum kolonialis. Sejak saat itu pula, setiap tanggal 28 
Oktober kita memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Manifesto yang tertanam sejak 79 tahun yang lalu ini telah berulang kali 
memberikan andil besar terhadap arah dan semangat pergerakan pemuda dalam 
menyelamatkan Indonesia dari jurang kehancuran. Oleh sebab itu, goresan sejarah 
Indonesia tidak akan pernah luput dari lembaran sejarah kepemudaannya (Benedict 
Anderson, 1990).

Dalam tulisan berikut, penulis mengajak untuk melakukan refleksi sejenak 
terhadap signifikansi dan peran pemuda yang selama ini sangat jarang disoroti 
dan digarap secara serius oleh banyak pihak, yaitu terhadap aset intelektual 
muda yang terserak di luar negeri.

Berbeda dengan masa pra kemerdekaan, para pemuda Indonesia kini telah tersebar 
di lima benua dan puluhan negara yang terbentang dari timur-barat hingga 
utara-selatan dunia. Walaupun belum terdapat data empirik terhadap 
penyebarannya, berdasarkan hasil penelusuran penulis, setidaknya saat ini 
terdapat lebih dari 20.000 pemuda dan mahasiswa Indonesia di Australia, 26.000 
di Malaysia, 5.000 di Mesir, 1.500 di Jepang, 13.000 di Amerika Serikat, 3.000 
di Inggris, dan puluhan ribu lainnya di berbagai negara Eropa dan Afrika. Namun 
disayangkan, angka yang sangat menjanjikan ini belum dapat teroptimalkan dalam 
rangka mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan.


Kepemimpinan Internasional

Corak pergerakan pemuda setelah tahun 1928, khususnya pasca kemerdekaan, 
mempunyai tantangan yang berbeda dengan pergerakan yang diusung sebelum tahun 
1928. Pergerakan pemuda pada era globalisasi ini menghadapi tantangan yang 
justru semakin kompleks. 

Selain perjuangan untuk memberangus KKN dan menegakkan nilai-nilai demokrasi 
serta HAM, tidak kalah pentingnya yaitu menggalang kekuatan guna menghadapi 
persaingan ekonomi global, destruksi budaya dan moral generasi, intervensi 
kedaulatan bangsa, serta reposisi Indonesia di tengah-tengah realitas ekonomi 
dan politik internasional. Tantangan seperti tersebut di akhir inilah yang 
belum menjadi isu stategis dari gerakan pemuda pada umumnya di tingkat nasional.

Walaupun tantangan yang dihadapi oleh pergerakan pemuda di kedua zaman tersebut 
berbeda, akan tetapi berdasarkan sifatnya dapat kita tarik satu benang merah 
yang sama. Tantangan global seperti perdagangan bebas dan hadirnya organisasi 
keuangan internasional merupakan alat yang dapat mengusik kedaulatan bangsa 
yang berujung pada neo-colonialism. Oleh karenanya, meskipun tampak berbeda, 
namun apa yang sedang kita hadapi saat ini masihlah ”musuh” yang sama, yaitu 
penjajahan.

Dengan ketersediaan akses dan sumber informasi yang tidak terbatas, pemuda 
Indonesia di luar negeri sudah seyogyanya mengambil peran signifikan dengan 
menggalang kepemimpinan internasional guna menghadapi berbagai tantangan di 
atas. 

Sebagai kaum intelektual, sudah seharusnya transfer informasi, ilmu pengetahuan 
dan teknologi dilakukan melalui berbagai bentuk dan cara bagi mereka yang 
berada di Indonesia. Hal ini sama halnya dengan apa yang telah dilakukan oleh 
para intelektual pendahulu kita yang menempuh pendidikan di Belanda pada masa 
pra kemerdekaan. Bersama Moh. Hatta mereka mendirikan Pendidikan Nasional 
Indonesia dengan tujuan membangun basis pendidikan ilmu pengetahuan kepada 
segenap rakyat Indonesia (Nicholas Tarling, 1999).

Setiap pemuda Indonesia di mana pun ia berada harus mampu menjadi duta bangsa 
pada setiap aspek diplomasi kehidupan, baik itu di bidang politik, ekonomi, 
pendidikan, ataupun budaya. Lebih dari itu, setiap pemuda Indonesia juga harus 
dapat merevitalisasi peran dan fungsinya sebagai bagian dari global village 
guna menghimpun terbentuknya soft power guna meningkatkan reputasi dan posisi 
tawar Indonesia di mata dunia sebagaimana yang telah dinikmati hasilnya oleh 
Cina, India, dan Brazil.


Relevansi Sumpah Pemuda

Hal utama yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan pemuda di tingkat 
internasional adalah kesatuan. Tanpa adanya kesatuan, dalam konsep Antonio 
Gramsci, perjuangan menghadapi tantangan terkini akan kandas diterpa gelombang 
hegemoni negara-negara besar. Proses terjadinya Sumpah Pemuda sangatlah relevan 
untuk dapat kita gunakan sebagai cermin pembentukan kepemimpinan internasional 
pemuda Indonesia di masa yang akan datang.

Pertama, para pemuda dan pelajar Indonesia baik yang bersifat perorangan maupun 
yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) atau organisasi 
sejenis lainnya dalam satu kawasan dunia yang sama, dapat mengikatkan dirinya 
dalam satu jejaring koordinasi awal untuk tahapan konsolidasi. Hingga saat ini, 
baru beberapa kawasan saja yang memiliki jaringan koordinasi demikian, di 
antaranya yaitu Jejaring PPI se-Eropa, Badan Koordinasi PPI se-Timur Tengah dan 
sekitarnya, serta PPI Australia.

Kedua, jika telah terbentuk jejaring koordinasi awal di masing-masing kawasan, 
maka menyatukan seluruh jejaring kawasan yang ada guna pembentukan kepemimpinan 
pemuda internasional bukanlah suatu hal yang mustahil. Sebagai contoh, hampir 
setiap tahunnya secara resmi negara Perancis mengadakan Temu Pemuda 
Internasional (Rencontres Internationales de Jeunes) guna membahas arah dan 
kontribusi mahasiswanya yang tengah berada di seluruh penjuru belahan dunia.

Ketiga, guna menyamakan arah dan gerakan pemuda Indonesia, maka koordinasi dan 
komunikasi yang intensif harus selalu dilakukan antara pemuda di dalam dan di 
luar negeri. Tanpa adanya koordinasi dan kerjasama yang harmonis, maka kekuatan 
pemuda Indonesia tidak akan terlalu berarti baik pada level nasional maupun 
internasional.

Keempat, dengan begitu besarnya aset pemuda di luar negeri, Pemerintah sudah 
sebaiknya memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh demi terciptanya 
kepemimpinan pemuda di luar negeri dengan sistem koordinasi triumvirat yang 
melibatkan Departemen Pemuda dan Olah Raga, Departemen Luar Negeri, dan 
Departemen Pendidikan Nasional.

Tahun 2008 mendatang merupakan waktu yang sangat tepat untuk mencanangkan 
Kepemimpinan Pemuda di Luar Negeri sekaligus menancapkan gelombang keenam 
Kebangkitan Indonesia. Pasalnya, selain akan memasuki usia ke-80 untuk 
peringatan Sumpah Pemuda, pada saat yang bersamaan bangsa Indonesia juga akan 
memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Apakah ini sebuah mimipi? Iya. Apakah ini mimpi yang tidak mungkin terjadi? 
Tidak, ini adalah mimpi yang sangat mungkin terwujud. Martin Luther pernah 
mengatakan, ”I have a dream today. I have a dream...”. Kemudian, berkat 
perjuangan dan komitmen bersama, akhirnya mimpi tersebut berhasil ia raih.

* Pan Mohamad Faiz adalah Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di India 
(PPI-India), salah satu penggagas berdirinya Overseas Indonesian Student 
Association Alliance (OISAA), dan mantan aktivis UI. Penulis dapat dihubungi di 
http://faizlawjournal.blogspot.com.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke