Rekan,

Hari Minggu 28 Oktober 2007, kami dari tim gerakan
Jangan Bugil di Depan Kamera! mencoba memperingati
hari "Sumpah Pemuda" di Jogjakarta, tepatnya di
pinggir Jalan seberang Kantor Pos Besar, Perempatan
malioboro-Kraton dan Monumen serangan Umum 1 Maret.

Kami mencoba bersama-sama mengucapkan sebuah
pengakuan, afirmasi, bahwa kami adalah pemuda
Indonesia yang sedang mencari makna Indonesia dalam
diri kami. Unik juga, sepanjang jalan malioboro sampai
perempatan kantor pos besar, kami hanya menemukan "2
kata Indonesia" yang tertulis di sepanjang jalan
tersebut ,yaitu di kantor BANK INDONESIA dan POS
INDONESIA. 

Aneh dan ajaib, jam 9 pagi kami sudah berkumpul dan
menyebarkan stiker tentang isi gerakan JBDK! Lho? apa
hubungannya JBDK dan Sumpah Pemuda? Kami mencoba
memaknai sebagai sebuah gerakan keprihatinan atas
nasib pemuda generasi masa kini yang terbelit masalah
pornografi dengan beratus karya (ribuan?) video porno
yang membelit dan menjadi santapan berita media massa
sehari-hari.

Dulu, di saat Konggres Pemuda 1928, para pemuda saat
itu mempunyai musuh yang sama dan JELAS! Mereka
berjuang melawan hegemoni Kolonial Belanda yang saat
itu masih represif dan menjajah negeri ini. Sekarang?
Musuh kita sedemikian aneh dan abstrak, dan salah satu
musuh pemuda paling Absurd saat ini adalah : BAHAYA
PENYIMPANGAN PORNOGRAFI!

Terserah Anda mendefinisikan kata Pornografi, tetapi
kami yakin, bahwa PENYIMPANGAN PORNOGRAFI adalah musuh
bersama yang lebih dahsyat dan berbahaya. Karena, ia
hadir menjadi gaya hidup, masuk ke dalam pola pikir
dan makanan sehari-hari kita semua!

Sedih juga melihat anak2 SD yang selalu berkumpul di
sudut gang sambil tertawa-tawa melihat Film porno
lewat Handphone. Pak Edy (kebetulan beliau ini
kakaknya mas Kelik pelipur Lara) turut hadir di acara
ini dan mengemukakan fakta bahwa saat ini begitu
banyak anak-anak kampung di sekitarnya yang
keranjingan nonton film porno. tidak hanya di pos
ronda, sudut gang, bahkan di setiap jam pelajaran
sekolah, masuk ke dalam kelas-kelas dan tukar menukar
lewat teknologi Bluetooth.

berapa kali kita nonton film porno dalam sehari?
Begitu bebaskah kita sekarang? Berapa kali anda
membuat Film Porno dengan Kekasih atau siapa saja yang
anda anggap cantik atau ganteng?

Lalu tidak takutkah anda bila rekaman itu tersebar?
dan membangkitkan kegilaan dan rasa kecanduan? 

hari selasa kemarin, saya membaca tabloid Nova tentang
kasus perkosaan anak usia 4 tahun (laki2) yang
disodomi oleh Remaja ABG usia 15 tahun! Perkosaan
tersebut mengakibatkan kematian dan terjadi di sebuah
kamar mandi Musholla di daerah Tangerang!

Indonesia Menangis...ataukah kita sudah kebal?

Gerakan "Jangan Bugil di Depan Kamera!" sampai di
titik kolaps, bahwa kami belum bisa berbuat apa-apa
untuk menghentikan semua itu.

Sedih...

Beberapa hari yang lalu, saya dihubungi oleh Radio
Ramako FM di Jakarta yang mengkonfirmasikan kasus
perkosaan dan Perekaman yang dilakukan 2 anak SMP di
Lampung! Ya Gusti Allah, saya terlambat
mengetahuinya...

Terus terang kawan, JBDK kini harus mengumumkan
keprihatinannya. bahwa kita sedang berhadapan dengan
penyimpangan besar-besaran. Korban terbesarnya adalah
Anak Muda kita sendiri. Anak-anak kita sendiri.

28 Oktober 2007, Jogjakarta, setengah napas dan
mencoba untuk bertahan, kami mencoba berkumpul satu
demi satu di Jogja, mencoba menanyakan apakah kami
masih sanggup bergerak. Kami mengaku, kami bukan
siapa-siapa. tetapi kami tetap akan bergerak untuk
menyebarkan Semangat Sumpah pemuda dan JBDK untuk
menjadi gerakan bersama, milik bersama, siapa saja,
dan dimana saja.

Agar keprihatinan ini menjadi sebuah gerakan aktif,
bahwa kerja belum selesai. Masih banyak yang harus di
lakukan.

Mari nyalakan alarm kewaspadaan di diri kita
masing-masing. Berjanjilah, "Demi masa depan kita dan
indonesia yang lebih baik, jangan pernah membuat video
porno, Jangan pernah Bugil di depan Kamera!"

Demi anak dan adik kita. Sebab merekalah yang berhak
memimpin negeri di masa depan. Dan bukan menjadi
korban kesia-siaan atas nama penyimpangan pornografi.

salam JBDK.

Sony Set, 
gerakan "Jangan Bugil di Depan Kamera!"
Jogjakarta CyberNingrat
http://tvlab.blogspot.com 

ps. terimakasih untuk mbak Lika, mas Edy, Ananto
temanggung, Dewi, rekan-rekan IMM, PDNA, Mas Lafran,
Joko badek RBTV, Mas Yuyun Jogja Media Net dan
rekan-rekan yang nggak kesebut namanya. Mari berjuang!

*******************************************************************
>From Blog to Television Program, wide Media Coverage, Radio Networking
campaign, From Zero to something

"kampanye jangan bugil di depan kamera!"

http://tvlab.blogspot.com
interest? (0274)7017358
0818 936 046
all participants are welcome!
********************************************************************

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke