If looks

Kalau saya sarankan, larang saja penggunaan HP di Indonesia. Saya jamin, tak 
ada lagi anak-anak SD yang lihat gambar porno dari HP. Sekalian blokir 
situs-situs di internet..kalau perlu orang-orang Indonesia dilarang akses 
internet.

Jadi Anda tak perlu capai-capai berkampanye



  ----- Original Message ----- 
  From: If looks Could Kill ! 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, October 31, 2007 12:16 PM
  Subject: [ppiindia] Mencari Indonesia - Pengakuan Pemuda Indonesia "Jangan 
Bugil di Depan Kamera!"


  Rekan,

  Hari Minggu 28 Oktober 2007, kami dari tim gerakan
  Jangan Bugil di Depan Kamera! mencoba memperingati
  hari "Sumpah Pemuda" di Jogjakarta, tepatnya di
  pinggir Jalan seberang Kantor Pos Besar, Perempatan
  malioboro-Kraton dan Monumen serangan Umum 1 Maret.

  Kami mencoba bersama-sama mengucapkan sebuah
  pengakuan, afirmasi, bahwa kami adalah pemuda
  Indonesia yang sedang mencari makna Indonesia dalam
  diri kami. Unik juga, sepanjang jalan malioboro sampai
  perempatan kantor pos besar, kami hanya menemukan "2
  kata Indonesia" yang tertulis di sepanjang jalan
  tersebut ,yaitu di kantor BANK INDONESIA dan POS
  INDONESIA. 

  Aneh dan ajaib, jam 9 pagi kami sudah berkumpul dan
  menyebarkan stiker tentang isi gerakan JBDK! Lho? apa
  hubungannya JBDK dan Sumpah Pemuda? Kami mencoba
  memaknai sebagai sebuah gerakan keprihatinan atas
  nasib pemuda generasi masa kini yang terbelit masalah
  pornografi dengan beratus karya (ribuan?) video porno
  yang membelit dan menjadi santapan berita media massa
  sehari-hari.

  Dulu, di saat Konggres Pemuda 1928, para pemuda saat
  itu mempunyai musuh yang sama dan JELAS! Mereka
  berjuang melawan hegemoni Kolonial Belanda yang saat
  itu masih represif dan menjajah negeri ini. Sekarang?
  Musuh kita sedemikian aneh dan abstrak, dan salah satu
  musuh pemuda paling Absurd saat ini adalah : BAHAYA
  PENYIMPANGAN PORNOGRAFI!

  Terserah Anda mendefinisikan kata Pornografi, tetapi
  kami yakin, bahwa PENYIMPANGAN PORNOGRAFI adalah musuh
  bersama yang lebih dahsyat dan berbahaya. Karena, ia
  hadir menjadi gaya hidup, masuk ke dalam pola pikir
  dan makanan sehari-hari kita semua!

  Sedih juga melihat anak2 SD yang selalu berkumpul di
  sudut gang sambil tertawa-tawa melihat Film porno
  lewat Handphone. Pak Edy (kebetulan beliau ini
  kakaknya mas Kelik pelipur Lara) turut hadir di acara
  ini dan mengemukakan fakta bahwa saat ini begitu
  banyak anak-anak kampung di sekitarnya yang
  keranjingan nonton film porno. tidak hanya di pos
  ronda, sudut gang, bahkan di setiap jam pelajaran
  sekolah, masuk ke dalam kelas-kelas dan tukar menukar
  lewat teknologi Bluetooth.

  berapa kali kita nonton film porno dalam sehari?
  Begitu bebaskah kita sekarang? Berapa kali anda
  membuat Film Porno dengan Kekasih atau siapa saja yang
  anda anggap cantik atau ganteng?

  Lalu tidak takutkah anda bila rekaman itu tersebar?
  dan membangkitkan kegilaan dan rasa kecanduan? 

  hari selasa kemarin, saya membaca tabloid Nova tentang
  kasus perkosaan anak usia 4 tahun (laki2) yang
  disodomi oleh Remaja ABG usia 15 tahun! Perkosaan
  tersebut mengakibatkan kematian dan terjadi di sebuah
  kamar mandi Musholla di daerah Tangerang!

  Indonesia Menangis...ataukah kita sudah kebal?

  Gerakan "Jangan Bugil di Depan Kamera!" sampai di
  titik kolaps, bahwa kami belum bisa berbuat apa-apa
  untuk menghentikan semua itu.

  Sedih...

  Beberapa hari yang lalu, saya dihubungi oleh Radio
  Ramako FM di Jakarta yang mengkonfirmasikan kasus
  perkosaan dan Perekaman yang dilakukan 2 anak SMP di
  Lampung! Ya Gusti Allah, saya terlambat
  mengetahuinya...

  Terus terang kawan, JBDK kini harus mengumumkan
  keprihatinannya. bahwa kita sedang berhadapan dengan
  penyimpangan besar-besaran. Korban terbesarnya adalah
  Anak Muda kita sendiri. Anak-anak kita sendiri.

  28 Oktober 2007, Jogjakarta, setengah napas dan
  mencoba untuk bertahan, kami mencoba berkumpul satu
  demi satu di Jogja, mencoba menanyakan apakah kami
  masih sanggup bergerak. Kami mengaku, kami bukan
  siapa-siapa. tetapi kami tetap akan bergerak untuk
  menyebarkan Semangat Sumpah pemuda dan JBDK untuk
  menjadi gerakan bersama, milik bersama, siapa saja,
  dan dimana saja.

  Agar keprihatinan ini menjadi sebuah gerakan aktif,
  bahwa kerja belum selesai. Masih banyak yang harus di
  lakukan.

  Mari nyalakan alarm kewaspadaan di diri kita
  masing-masing. Berjanjilah, "Demi masa depan kita dan
  indonesia yang lebih baik, jangan pernah membuat video
  porno, Jangan pernah Bugil di depan Kamera!"

  Demi anak dan adik kita. Sebab merekalah yang berhak
  memimpin negeri di masa depan. Dan bukan menjadi
  korban kesia-siaan atas nama penyimpangan pornografi.

  salam JBDK.

  Sony Set, 
  gerakan "Jangan Bugil di Depan Kamera!"
  Jogjakarta CyberNingrat
  http://tvlab.blogspot.com 

  ps. terimakasih untuk mbak Lika, mas Edy, Ananto
  temanggung, Dewi, rekan-rekan IMM, PDNA, Mas Lafran,
  Joko badek RBTV, Mas Yuyun Jogja Media Net dan
  rekan-rekan yang nggak kesebut namanya. Mari berjuang!

  *******************************************************************
  From Blog to Television Program, wide Media Coverage, Radio Networking
  campaign, From Zero to something

  "kampanye jangan bugil di depan kamera!"

  http://tvlab.blogspot.com
  interest? (0274)7017358
  0818 936 046
  all participants are welcome!
  ********************************************************************

  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.14/1100 - Release Date: 30/10/2007 
18:26


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke