http://www.antara.co.id/arc/2007/10/29/belgia-tawarkan-gerbang-masuk-ekspor-ri-ke-ue-melalui-wallonia/


*Belgia Tawarkan Gerbang Masuk Ekspor RI ke UE Melalui Wallonia*

Jakarta (ANTARA News) - Belgia menawarkan alternatif gerbang masuk ekspor
Indonesia menuju Uni Eropa (UE) melalui negara bagian (region) Wallonia, di
Belgia selatan, sejalan dengan makin kuatnya kinerja perdagangan dan ekonomi
Indonesia-Eropa.

Komisioner Perdagangan Belgia untuk negara-negara Asean, Philippe Delcourt
pada jumpa pers di Jakarta, Senin, mengatakan, terdapat beberapa keunggulan
yang ditawarkan oleh negara bagian Wallonia.

Antara lain, adanya pelabuhan sungai Liege -- pelabuhan sungai kedua
terbesar di Eropa -- yang menyediakan jalur langsung ke Pelabuhan Antwerp
dan Deebrugge (keduanya di Belgia) dan Rotterdam (Belanda).

Selain itu, terdapat bandara internasional Liege yang beroperasi selama 24
jam dengan *landing fee* yang sangat kompetitif, tidak ada tarif khusus
untuk pendaratan kargo pada malam hari, serta layanan bandara yang diklaim
sebagai salah satu terbaik di Eropa.

"Karena posisi geografisnya yang strategis di Eropa, maka melalui negara
bagian Wallonia, distribusi barang dapat dengan cepat menjangkau hampir 65
persen pasar Uni Eropa," kata Delcourt.

Selain menawarkan Wallonia sebagai gerbang masuk ekspor Indonesia ke Eropa,
dia juga mengharapkan para pengusaha Indonesia mau menanamkan investasinya
di negara bagian tersebut.

"Produk elektronika dan mebel Indonesia telah memiliki jaringan pasar yang
bagus di Eropa, jadi lebih baik sekalian menanamkan modalnya di Wallonia,"
kata dia.

Terdapat beberapa insentif pengurangan pajak yang diberikan Pemerintah
Belgia kepada para investor asing, dihitung berdasarkan harga pembelian
lahan, bangunan, serta investasi aset tak berwujud ("intangible asset
investment").

Dia mengatakan, negara bagian Wallonia memiliki keunggulan tersendiri
sebagai gerbang masuk bagi ekspor Indonesia ke Eropa dibanding dengan
Pelabuhan Rotterdam, Belanda, yang secara tradisional selama puluhan tahun
menjadi tempat berlabuh komoditas ekspor Indonesia ke benua tersebut.

Menurut dia, harga lahan di Rotterdam saat ini sangat tinggi, yakni sekitar
400 euro per meter persegi ditambah dengan adanya kepadatan arus
ekspor-impor di pelabuhan itu yang membuat eksportir ke pasar Eropa mencari
alternatif pintu masuk lain, termasuk Wallonia.

Hal senada dikemukakan Dubes Belgia untuk Indonesia, Marc Trenteseau yang
mengatakan untuk negara bagian Flandria (Vlaams) yang berada di Belgia
utara, pintu masuk ekspor melalui Pelabuhan Antwerpen juga telah padat, sama
seperti halnya Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Karena itu, kata dia, Wallonia
merupakan alternatif terbaik bagi eksportir Indonesia.

"Dari Wallonia Anda dapat mencapai London, Paris, Frankfurt dan Amsterdam
dalam jarak hanya 400 kilometer," kata dia.

Data Kedubes Belgia menyebutkan hingga akhir 2006 ekspor Indonesia ke Belgia
sebesar 600 juta euro sementara ekspor Belgia ke Indonesia hanya sebesar 300
juta euro.

Sementara itu, data Eurostat hingga Desember 2005 ekspor Indonesia ke Uni
Eropa (periode Januari-Oktober 2005) mencapai 8,8 miliar euro, sementara
ekspor Uni Eropa ke Indonesia sebesar 3,7 miliar euro.

Dari 10 komoditas ekspor utama Indonesia ke Eropa, terdapat empat komoditas
yang mengalami kenaikan ekspor, yakni mebel (furniture) dengan nilai ekspor
740,29 juta euro atau naik 2,2 persen dibanding periode sama tahun
sebelumnya, kayu dengan nilai ekspor 583,19 juta euro (naik 9,3 persen),
produk alas kaki dengan nilai ekspor 435,82 juta euro (naik 2,8 persen),
serta karet dengan nilai ekspor 410,59 juta euro (naik 15,6 persen). (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke