kalau mba Aris pedomannya AQ dan Hadist pasti sealiran deh, pendapat beda2 
dikit gpp. karena AQ dan hadist kan sudah jelas membimbing agar ummat yang 
meyakininya melaksanakan peribadatan sesuai dengan yang dicontohkan dlm AQ dan 
Hadist, bagaimana cara bersyahadat, bagaimana dan kenapa harus percaya Hadist 
(yang shahih).
   
  tidak percaya Hadist berarti tidak percaya Muhammad saw, tidak percaya 
Muhammad saw berarti tidak percaya AQ, tidak percaya AQ berarti tidak bercaya 
Allah, dan tidak percaya Allah, dalam Islam, itulah kesesatan se-sesat2nya.
   
  karena dalm AQ Allah menyuruh manusia untuk mengikuti Muhammad (beriman) :
   
  Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, 
yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang 
berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah 
kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan 
kepada kalimat-kalimat- Nya (kitab-kitab- Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu 
mendapat petunjuk". (QS 7:158)
   
    dan Allah berfirman dlm salah satu ayat, bahwa jika memang beriman pada 
Allah, maka harus pula beriman kepada apa yg diturunkan kepada kepada Rasul 
Muhammad :
   
  "Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang 
saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan 
itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan 
mereka dan memperbaiki keadaan mereka."(QS 47:2)
   
  dan Rasul Muhammad bersabda dalam sebuah hadist sahih:
   
  "Allah SWT membaikkan kedudukan seseorang yang mendengar sabdaku, 
memahaminya, menjaganya, dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain. Boleh 
jadi pengemban fiqih akan menyampaikannya kepada yang lebih pandai darinya." 
(HR Abu Daud dan Tirmidzi serta Ibnu Hibban).

   
  btw, saya gak kenal siapa2 pak Medi, dan gak ingin dikenal siapa2 cukuplah 
dikenal dilangit saja :) kalau dimilis ini, tapi kalau di darat, bolehlah kita 
berkenalan, juga dengan mba Aris pastinya. :)
   
  kenalan sama senior dan para ahli tidak ada ruginya.
   
  segitu dulu berbalas pantun kita hari ini ya pak Medi, saya harus melakukan 
aktifitas  lainnya (tidur) agar dapat bangun lagi, insyaallah.
   
  salam,
   
  sFe
  

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mbak Salma Fe kenal jeng Aris Solikhah dari IPB? Mungkin saja dia 
punya pendapat berbeda. Siapa tahu lho....kalau alirannya berbeda. 

Ayo Mbak Aris, ngumpet dimana dirimu?
Kasih komentar sebelum aku tanggapi

----- Original Message ----- 
From: sFe 
To: [email protected] 
Sent: Friday, November 02, 2007 1:48 PM
Subject: Re: [ppiindia] Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat

makanya jangan berpedoman sama pemerintah RI, berpedomanlah pada AQ dan Hadist, 
kan di AQ dan Hadist 'menutupi' aurat itu tidak harus yang berwarna hitam 

segala sesuatu yang menyimpang dari sumber aslinya, itulah kesesatan, tidak 
susah untuk mendeteksinya. kecuali bagi orang2 yang memang bermaksud 
menyesatkan diri dan ingin dikatakan moderat, ingin dikatakan manusia 
millenium, ingin dianggap gaul sama generasi muda yang masih mentah dan belagu 
(yang dikomunitas ntu) (tiarap ah ntar ada yang nimpukin :P)

hidup itu kok ingin dinilai manusia, manusia itu hatinya cenderung dibolak 
balik, berubah-ubah arah, seperti pucuk bambu, kemana angin bertiup kesitulah 
dia mengarah.

berpedomanlah pada sesuatu yang otentik, tidak berubah-ubah, tidak lapuk 
dimakan zaman, yang datangnya dari pemilik kehidupan ini, penguasa alam 
semesta, pencipta manusia. jangan berpedoman oleh ucapan si ulil yang mengemis2 
dan menjilat2 pada pemerintah kuffar dan disekolahin tinggi2, tidak sadar dia 
bahwa "apa yang di dapatnya" dari kuffar itu suatau saat akan menjeratnya 
dihadapan Allah.

dan cak nun juga bergejala seperti itu, tidak konsekwen membela agama Allah, 
tidak komit pada mulutnya yang mengucap syahadat, dan hatinya meng 'amini', 
mungkin puja puji dunia telah melalaikannya. nauzhubillah. semoga cak nun cepat 
menyadari kekeliruannya, dan minta ampun pada Allah, sebelum datang azab dari 
Allah dan menistakannya kelumpur kehinaan, jangan terlalai dengan penilaian 
manusia dan puja puji. semua itu fatamorgana.

rebutlah dan berusahalah untuk mencapai pujian dari Allah. itulah yang 
semestinya dilakukan oleh manusia2 berakal, berbudi dan terdidik akhlaknya.

salam,

sFe

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memang susah Mbak Salma Fe kalau mau menuding ini sesat, itu tidak sesat. Zaman 
juga berperan. Dulu dicap sesat, sekarang tidak. Dulunya tidak sesat, sekarang 
jadi sesat. Itu - orang Jawa bilang - namanya "wolak-waliking zaman".

Semisal 5 tahun lagi Pemerintah RI menetapkan aturan agar seluruh perempuan 
Indonesia wajib berjilbab warna hitam semua. Sedangkan Mbak Salma maunya warna 
putih saja, Mbak juga bisa dituding sesat. Jadi bisa-bisa ditimpukin batu, 
diseret-seret ke lapangan untuk dihukum massa.

----- Original Message ----- 
From: sFe 
To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, November 02, 2007 1:06 PM
Subject: Re: [ppiindia] Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat

sepertinya cak nun sudah mulai menyesatkan diri. sendiri yang sesat kok 
menyebut "kita" 

Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat

Surabaya, *NU Online*
Di tengah gencarnya kecaman terhadap Al Qiyadah Al Islamiyah yang dianggap
menyebarkan ajaran sesat, budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) justru
berpendapat bahwa semua komponen bangsa ini berada dalam kesesatan.

"Apakah Al Qiyadah sesat? Wong Anda sendiri sesat kok tanya Al Qiyadah. Coba
tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat," katanya dalam
sarasehan untuk menyemarakkan dies natalis ke-47 ITS di Surabaya, Kamis.

Pada sarasehan bertema, "Bersama ITS Menuju Indonesia Emas" juga tampil
sebagai pembicara Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo, MS, PhD dan pendidikan
pelatihan "Emotional Spiritual Quation" (ESQ) Ary Ginanjar Agustian.

Dalam pandangan Cak Nun, masyarakat Indonesia saat ini berada dalam
kesesatannya masing-masing, yakni dalam bidang teologis, akhlak, budaya,
sistem atau kesesatan gabungan dari semua bidang itu.

"Jadi saat ini, tidak ada manusia yang secara sistem tidak terlibat dalam
ketersesatan itu. ITS juga sadar akan ketersesatannya, sehingga perlu
menggandeng ESQ," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan bahwa semua orang dan kelompok
berada dalam kesesatan, termasuk kiai, ulama bahkan orang-orang MUI (Majelis
Ulama Indonesia) sendiri yang sering memberikan lebel sesat.

"Makanya Al Qiyadah itu gampang saja. Kalau MUI bilang ajaran itu sesat, MUI
juga sesat. Sesama sesat tidak boleh saling mengganggu," katanya. (ant/eko)

[Non-text portions of this message have been removed]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.18/1104 - Release Date: 01/11/2007 
18:47

[Non-text portions of this message have been removed]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.18/1104 - Release Date: 01/11/2007 
18:47

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke