Angka Rp 47,9 triliun untuk sebuah pemilu, terlalu mahal. Bukankah yang
utama dari sebuah pemilu, hanya selembar kertas, tinta, petugas,
pengawas dan TPS. Dana Rp 47,9 triliun sudah cukup besar untuk menggerakkan
ekonomi, pengentasan kemiskinan, dll.

---------------------------------------------------------------------------------------
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/04/time/131126/idnews/848322/idkanal/10

*Inilah Rincian Bedanya Anggaran Pemilu 2004 dengan 2009*


Nurvita Indarini - detikcom

Jakarta - Perkiraan anggaran Pemilu 2009 yang mencapai Rp 47,9 triliun
dinilai mahal oleh sebagian kalangan. Sebab pada Pemilu 2004, hanya
digelontorkan Rp 2,3 triliun dari APBN.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary pun membeberkan angka-angka yang diperkirakan
bakal diserap dalam Pemilu 2009, serta catatan Biro Perencanaan KPU atas
perkiraan penyerapan anggaran Pemilu 2004.

"Usulan resmi dari KPU adalah Rp 22,3 triliun dari APBN. Yang Rp 25,6
triliun sehingga menjadi Rp 47,9 triliun itu hanya prediksi dana dukungan
dari APBD," jelas dia dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu
(4/11/2007).

Dibeberkan Hafiz, berbeda dengan Pemilu 2004, pada Pemilu 2009 tidak
diamanatkan dukungan dana dari APBD. Meski demikian, pemda setempat pasti
akan membantu dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana.

"Rp 22,3 triliun itu digunakan untuk 2 tahun. Pada 2008 diperkirakan akan
terserap Rp 8,2 triliun, sedangkan pada 2009 Rp 14,1 triliun," lanjut pria
berusia 51 tahun ini.

Dari Rp 22,3 triliun tersebut, Rp 2,2 triliun dialokasikan untuk kebutuhan
KPU Pusat pada 2008, dan Rp 1,7 triliun untuk 2009.

"Jadi Rp 3,9 triliun untuk KPU Pusat dan sisanya untuk daerah," sambung
Hafiz.

Perkiraan anggaran Rp 47,9 triliun adalah untuk 3 kali pemilu, yakni pemilu
parlemen, pilpres putaran I, serta pilpres putaran II.

"Kalau pilpresnya tidak perlu 2 putaran, berarti dananya kan bersisa, dan
itu pasti dikembalikan ke negara," terang mantan Ketua KPU Kalsel ini.

Sedangkan pada Pemilu 2004, berdasarkan catatan Biro Perencanaan KPU,
perkiraan anggaran APBN yang dikeluarkan pada 2003 Rp 2,3 triliun. Sedangkan
pada 2004 Rp 4,65 triliun.

Lalu, perkiraan dana APBD yang terserap pada 2003 Rp 16 triliun dan pada
2004 Rp 32 triliun.

"Pemilu 2004 kan biaya pemilu juga diamanatkan dari APBD. Tapi sekarang kan
tidak. Kita tidak minta dari APBD," lanjut Hafiz. (nvt/sss)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke