AL-QIYADAH TIDAK HANYA SESAT!!!
Oleh :
Abu Salma bin Burhan Yusuf
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, ketika merespon fatwa MUI tentang
kesesatan al-Qiyadah al-Islamiyyah, menyatakan bahwa al-Qiyadah tidak
sesat, namun salah. Manusia tidak berhak menyesat-nyesatkan, karena yang
berhak untuk menvonis sesat hanyalah Tuhan. Al-Qiyadah hanyalah
melakukan kesalahan, yang harus disikapi dengan persuasip. Demikian kurang
lebih kelakar Gus Dur, seorang yang dikenal akan sikap kontroversinya yang
lebih banyak menyerang Islam daripada membelanya. Hal serupa juga
dikumandangkan oleh simpatisan Gus Dur dalam Wahid Institute, termasuk
Komnas HAM, kaum Liberalis dan Atheis.
Kelakar di atas tidaklah mengherankan, karena ucapan tersebut keluar dari
orang yang dikenal akan persahabatannya dengan kaum kafir dan aliran
sesat, serta permusuhannya terhadap kaum muslimin. Lah Wong menurut Gus
Dur sendiri bahwa agama Kristen dan Yahudi itu tidak kafir, karena
menurutnya orang yang kafir itu adalah orang yang tidak mempercayai Tuhan
(atheis) dan tidak beragama. Maka, tentu saja Gus Dur dengan enak-nya
mengatakan bahwa al-Qiyadah itu tidak sesat, hanya salah saja
Aduhai,
betapa samanya hari ini dengan hari kemarin!!!
Saya katakan : Bahkan al-Qiyadah itu tidak hanya sesat, namun sudah kafir
murtad dari Islam. Ahmad Moshadeq al-Kadzdzab itu telah kafir murtad dari
Islam, wajib diminta taubat dan kembali mengucapkan syahadat, apabila
tidak, maka penguasa/pemerintah kaum muslimin harus membunuhnya [ingat,
penguasa yang berhak membunuh, bukan setiap orang, harap difahami!]. Ulah
Ahmad Moshadeq ini tidak lebih seperti ulah Musailamah al-Kadzdzab,
Tulaihah, Habalah bin Kaab, dan nabi-nabi palsu lainnya, termasuk Mirza
Ghulam Ahmad al-Qodhiyani.
Jika ada yang bertanya : atas dasar apa anda mengatakan al-Qiyadah telah
kafir dan Ahmad Moshadeq juga telah kafir?
Maka saya jawab : atas dasar agama Islam. Islam adalah agama yang sempurna
dan paling haq. Berpaling atau mencari agama selain agama Islam adalah
kekufuran yang menyebabkan kekal di dalam neraka. Mengingkari hal-hal yang
telah pokok dan aksiomatis di dalam syariat Islam dapat menyebabkan
pelakunya murtad keluar dari Islam. Berikut ini alasannya mengapa
al-Qiyadah dan Ahmad Moshadeq dikatakan telah murtad dan kafir :
· Gerbang untuk masuk ke dalam Islam adalah mengucapkan
syahadatain. Barangsiapa beribadah dan beramal shalih, namun tidak/belum
mengucapkan syahadatain, maka ia dikatakan belum masuk Islam/masih kafir.
Syahadatain itu telah jelas kalimatnya, yaitu Asyhadu an Laa Ilaaha illa
Allohu wa asyhadu anna muhammad Rasulullah. Barangsiapa yang mengucapkan
syahadat selain syahadat ini (atau yang semakna), maka ia belum dikatakan
masuk Islam. Dan barangsiapa yang merubah syahadatnya setelah keislamannya
dengan syahadat yang baru, seperti mengatakan Asyhadu an Laa Ilaaha illa
Allohu wa asyhadu anna al-Masih al-Mawud Rasulullah, maka tidak syak
(ragu) lagi, ia telah kafir, murtad dari Islam.
· Islam ditegakkan atas dasar 5 perkara, yaitu syahadat, sholat,
zakat, puasa dan haji. Barangsiapa mengingkari kewajiban sholat, zakat,
puasa dan haji maka ia telah murtad keluar dari Islam. Barangsiapa yang
mengimani bahwa jumlah waktu sholat di zaman ini tidak 5 waktu, atau
zakat, puasa dan haji belum wajib, maka ia telah murtad dari Islam.
Bahkan, siapa saja yang menegakkan sholat 5 waktu namun tidak mengimani
akan kewajibannya, ia tetap dikatakan kafir murtad dari Islam. Karena ia
telah mengingkari keimanan terhadap hukum Alloh yang telah pasti, qothi
dan aksiomatis.
· Barangsiapa mendakwakan atau mengklaim bahwa nubuwwah (kenabian)
atau risalah (kerasulan) dapat dicari dan diupayakan dengan amal
perbuatan, maka ia telah menyimpang sesat zindiq. Barangsiapa mendakwakan
bahwa dirinya telah mendapatkan wahyu dari Ruhul Qudus atau memperoleh
kenabian atau bahkan kerasulan, setelah Rasulullah Muhammad Shallallahu
alaihi wa Salam, maka ia telah murtad keluar dari Islam, dan penguasa
kaum muslimin wajib membunuhnya.
· Mengingkari hadits-hadits dan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu
alaihi wa Salam adalah kekafiran. Ahmad Moshadeq mengklaim bahwa setelah
ia diutus menjadi Rasul, maka semua hadits Nabi dan tafsir al-Quran
setelah dirinya diutus batal tidak berlaku. Yang berlaku hanyalah ucapan
dan sabda (baca: igauan) dirinya. Padahal di dalam Islam, barangsiapa
mengingkari satu hadits dari Nabi dengan alasan hadits bukanlah hujjah,
maka ia telah sesat menyesatkan, kafir keluar dari Islam.
Dengan ketiga hal ini saja padahal bisa jadi masih banyak hal-hal lainnya
yang dapat mengkafirkan- maka sudah cukup untuk menyatakan bahwa
al-Qiyadah al-Islamiyyah, bukan hanya sesat, namun sudah kafir murtad dari
Islam!! Bahkan penguasa kaum muslimin wajib memintanya taubat, dan apabila
menolak maka harus dibunuh, sebagaimana Musailamah, al-Aswad, dan
nabi-nabi palsu lainnya dibunuh.
Syubhat 1 : Apabila ada yang berkata : Apa dalil anda bahwa Muhammad
Shallallahu alaihi wa Salam adalah Nabi terakhir?
Jawab :
Dalil yang menunjukkan bahwa Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam adalah
Rasul dan Nabi terakhir cukup banyak, diantaranya adalah :
Firman Alloh Taala dalam surat al-Ahzaab ayat 40 :
ãóÇ ßóÇäó ãõÍóãøóÏñ ÃóÈóÇ ÃóÍóÏò ãöäú ÑöÌóÇáößõãú æóáóßöäú ÑóÓõæáó Çááøóåö
æóÎóÇÊóãó ÇáäøóÈöíøöíäó æóßóÇäó Çááøóåõ Èößõáøö ÔóíúÁò ÚóáöíãðÇ
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara
kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah
Maha mengetahui segala sesuatu
Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Salam :
Åä ãËáí æãËá ÇáÃäÈíÇÁ ãä ÞÈáí ßãËá ÑÌá Èäì ÈíÊÇ ÝÃÍÓäå æÃÌãáå¡ ÅáÇ ãæÖÚ
áÈäÉ ãä ÒÇæíÉ¡ ÝÌÚá ÇáäÇÓ íØæÝæä Èå æíÚÌÈæä áå æíÞæáæä: åáÇ æÖÚÊ åÐå
ÇááÈäÉ¿ ÞÇá: ÝÃäÇ ÇááÈäÉ¡ æÃäÇ ÎÇÊã ÇáäÈííä
Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan para Nabi sebelumku adalah seperti
seorang yang membangun rumah yang ia perbagus dan perindah, melainkan ada
satu batu bata (tertinggal) di salah satu sudut. Manusia pun melewati
rumah itu dan terheran-heran, kemudian berkata: kenapa batu bata ini
tidak kau letakkan (sebagai penyempurna)? Rasulullah menjawab : Karena
akulah batu bata tersebut dan akulah penyempurna (penutup) para nabi. (
Muttafaq Alaihi)
Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Salam :
æÃÎÑÌ ÇÈä ãÑÏæíå Úä ËæÈÇä ÑÖí Çááå Úäå ÞÇá : ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå
æÓáã « Åäå Óíßæä Ýí ÃãÊí ßÐÇÈæä ËáÇËæä ßáåã íÒÚã Ãäå äÈí ¡ æÃäÇ ÎÇÊã
ÇáäÈííä áÇ äÈí ÈÚÏí » .
Sesungguhnya akan datang di tengah ummatku tiga puluh pendusta, semuanya
mengaku-ngaku sebagai Nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi yang
tidak ada lagi Nabi setelahku. (HR Ibnu Mardawaih dari Tsauban
Radhiyallahu anhu)
Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Salam :
æÃÎÑÌ ÃÍãÏ Úä ÍÐíÝÉ ÑÖí Çááå Úäå Úä ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÞÇá « Ýí ÃãÊí
ßÐÇÈæä æÏÌÇáæä ÓÈÚÉ æÚÔÑæä ¡ ãäåã ÃÑÈÚ ä æÅäí ÎÇÊã ÇáäÈííä áÇ äÈí ÈÚÏí
»
Ummatku memiliki dua puluh tujuh para pendusta (kadzdzab) dan dajjal
(pembohong besar), empat diantaranya adalah kaum wanita, padahal aku
adalah penutup para Nabi yang tiada nabi lagi setelahku. (HR Ahmad dari
Hudzaifah Radhiyallahu anhu)
Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang bertebaran.
Bahkan, Sahabat yang mulia, turjumanul Qur`an, Ibnu Abbas Radhiyallahu
anhu pernah berkata :
ÞÇá Ãåá ÇáÅÓáÇã : áÇ Ïíä ÅáÇ ÇáÅÓáÇã ¡ ßÊÇÈäÇ äÓÎ ßá ßÊÇÈ ¡ æäÈíäÇ ÎÇÊã
ÇáäÈííä ¡ æÏíääÇ ÎíÑ ÇáÃÏíÇä . ÝÞÇá Çááå ÊÚÇáì { æãä ÃÍÓä ÏíäÇ ããä ÃÓáã
æÌåå ááå } .
Ahlul Islam berpendapat bahwa tidak ada agama kecuali Islam, kitab suci
kita adalah penghapus semua kitab suci lainnya, Nabi kita adalah penutup
para nabi dan agama kita adalah agama yang paling baik. Alloh Taala
berfirman : Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang
ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah. (Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim,
lihat ad-Durul Mantsur fit Tawil bil Matsur karya Imam Jalaludin
as-Suyuthi, II/263).
Di dalam Surat an-Nisa` ayat 123, dikisahkan asbabanun Nuzul-nya sebagai
berikut :
Úä ÞÊÇÏÉ ÞÇá: ÐõßÑ áäÇ Ãä ÇáãÓáãíä æÃåá ÇáßÊÇÈ ÇÝÊÎÑæÇ¡ ÝÞÇá Ãåá ÇáßÊÇÈ:
äÈíøäÇ ÞÈá äÈíßã¡ æßÊÇÈäÇ ÞÈá ßÊÇÈßã¡ æäÍä Ãæáì ÈÇááå ãäßã! æÞÇá ÇáãÓáãæä:
äÍä Ãæáì ÈÇááå ãäßã¡ äÈíøõäÇ ÎÇÊã ÇáäÈííä¡ æßÊÇÈäÇ íÞÖí Úáì ÇáßÊÈ ÇáÊí
ßÇäÊ ÞÈáå! ÝÃäÒá Çááå:áíÓ ÈÃãÇäíßã æáÇ ÃãÇäí Ãåá ÇáßÊÇÈ ãä íÚãá ÓæÁðÇ
íõÌúÒó Èöå¡ Åáì Þæáå:æãä ÃÍÓäõ ÏíäðÇ ããä ÃÓáã æÌåå ááå æåæ ãÍÓä æÇÊøóÈÚ
ãáøóÉ ÅÈÑÇåíã ÍäíÝðÇ¡ ÝÃÝáÌ Çááå ÍõÌøóÉ ÇáãÓáãíä Úáì ãä äÇæÃåã ãä Ãåá
ÇáÃÏíÇä.
Dari Qotadah beliau berkata : Disebutkan kepada kami bahwa kaum muslimin
dan ahli kitab sedang berselisih. Ahli kitab berkata : Nabi kami lebih
dahulu dari nabi kalian, kitab suci kami lebih dahulu dari kitab suci
kalian, oleh karena itulah kami lebih utama menurut Alloh ketimbang
kalian! Kaum muslimin pun menjawab : Kamilah yang lebih utama bagi Alloh
daripada kalian, nabi kami adalah penutup para nabi, kitab suci kami
menghapuskan kitab-kitab suci sebelumnya! Alloh menurunkan firman-Nya :
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan
tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan
sampai firman
Alloh Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan
ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus, maka Allohpun memenangkan hujjah
kaum muslimin atas permusuhan yang dilakukan oleh agama-agama lainnya.
(Lihat Jamiul Bayan fi Tawilil Qur`an, karya Imam Muhammad bin Jarir Abu
Jafar ath-Thobari, tahqiq : Al-Allamah Ahmad Muhammad Syakir; Muassasah
ar-Risalah : cet. I, 1420; juz IX hal. 229)
Saya berkata, apabila ada Nabi lain selain Rasulullah Shallallahu alaihi
wa Salam, lantas apa hikmah dimenangkannya hujjah kaum muslimin di atas
atas agama-agama lainnya?! Barangsiapa yang menganggap ada Nabi selain
nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam, maka ia telah menodai agama
Islam, merendahkan kesempurnaan agama ini, melecehkan kedudukan Rasulullah
Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam dan melakukan kedustaan terhadap
Alloh, Rasul-Nya, Kitab-Nya dan seluruh umat Islam bahkan umat manusia!!!
Selain itu, ijma ummat Islam yang merupakan hujjah tidak terbantahkan
juga menyatakan bahwa Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam adalah Nabi
terakhir. Barangsiapa menyelisihi ijma ummat Islam ini, maka ia bukan
termasuk golongan ummat Islam!!
Syubhat 2 : Apabila ada yang mengatakan : Bukankah kata ÎÇÊã ÇáäÈííä itu
bisa bermakna khotam atau stempel, bukan bermakna aakhir atau penutup
para Nabi? Sehingga bisa jadi benar dakwaan akan adanya Nabi setelah Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam?
Jawab :
Kata ÇáÎÇÊã sendiri memiliki beberapa makna, diantaranya adalah :
Pertama, bermakna ismun Aalat (kata benda yang menunjukkan alat/perangkat)
yang digunakan untuk menstempel atau membubuhi cap. Bisa juga bermakna
cincin. Ahmadiyah dan para nabi-nabi palsu sering berdalil dengan makna
ini. Mereka memahami firman Alloh ÎóÇÊöãó ÇáäøóÈöíøöíäó bermakna,
Muhammad adalah stempel/cincin para nabi, maksudnya perhiasan para Nabi.
Dikatakan demikian karena kemuliaan beliau. Namun, beliau bukanlah Nabi
terakhir. Pendapat ini adalah pendapat yang aneh, tidak kuat dan lemah.
Juga bisa bermakna penutup atau segel dan pendapat inilah yang benar,
khotamuhum artinya yaitu penutup para nabi. [Lihat Tafsir al-Bahrul Muhith
, karya Abu Hayyan IX/158].
Kedua, bermakna fiil madhi (kata kerja bentuk lampau) menurut timbangan
faaala (ÝÇÚá) dimana Nabiyyin manshub (difathahkan) dikarenakan dalam
posisi maful bihi. Maknanya adalah Aakhiruhum (yang terakhir dari para
nabi). [Lihat Ruhul Maani, 16/142].
Ketiga, bermakna ismun fail (kata yang menunjukkan pelaku atau subyek)
yang artinya adalah akhir (Aakhiru an-Nabiyyin).
Tidak dipungkiri bahwa kata ÎÇÊã ÇáäÈííä para ulama sendiri memiliki
qiroah (bacaan) yang berbeda. Ada yang membacanya ÎóÇÊöãó ÇáäøóÈöíøöíäó
dengan mengkasrah huruf taa dan ada yang membaca ÎóÇÊóãó ÇáäøóÈöíøöíäó
dengan menfathah huruf taa.
Qiroah (Bacaan) yang pertama ÎóÇÊöãó ÇáäøóÈöíøöíäó dengan huruf taa
yang dikasrahkan maknanya adalah ÂÎÑ ÇáäÈííä yaitu yang terakhir dari
para Nabi. Adapun yang membaca ÎóÇÊóãó ÇáäøóÈöíøöíäó dengan menfathah
taa, bermakna ÅÖÇÝÉ ÇáÝÚá Åáíå . íÚäí : Ãäå ÎÊãåã æåæ ÎÇÊã mengidhafa
hkan fiil (predikat) kepada beliau, maksudnya beliau adalah menutup
mereka dan beliau adalah penutup/segel (para nabi). [Lihat Bahrul Ulum
karya as-Samarqondi, III/412]
Al-Imam Ibnul Jauzi berpendapat sebaliknya, beliau berkata :
æãä ÞÑà : { ÎÇÊöãó } ÈßÓÑ ÇáÊÇÁ ¡ ÝãÚäÇå : æÎÊã ÇáäÈíøöíäº æãä ÝÊÍåÇ ¡
ÝÇáãÚäì : ÂÎöÑ ÇáäÈíøöíä .
Barangsiapa membacanya khotim dengan kasrah taa maknanya adalah penutup
para nabi. Dan barangsiapa yang membacanya dengan fathah (khotam) maka
maknanya adalah yang terakhir dari para nabi. [Lihat Zaadul Masiir, karya
Imam Ibnul Jauzi, V/139)
Intinya, Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam adalah penutup para nabi
atau nabi yang terakhir, dan nubuwwah telah terhenti dengan diutusnya
beliau Shallallahu alaihi wa Salam. Barangsiapa mendakwakan bahwa
kenabian bisa dicapai dengan usaha atau diperoleh lagi setelah diutusnya
Rasulullah, maka ia telah kafir zindiq, sebagaimana ucapan Imam Abu Hayyan
:
æãä ÐåÈ Åáì Ãä Çáä龃 ãßÊÓÈÉ áÇ ÊäÞØÚ ¡ Ãæ Åáì Ãä Çáæáí ÃÝÖá ãä ÇáäÈí ¡
Ýåæ ÒäÏíÞ íÌÈ ÞÊáå .
Barangsiapa yang berpendapat bahwa nubuwwah (kenabian) dapat diperoleh
dan tidak putus (setelah Rasulullah), atau berpendapat bahwa wali lebih
utama daripada nabi (sebagaimana pendapatnya Khomeini dan Syiah esktrem,
pent.), maka ia orang yang zindiq (munafik) wajib dibunuh. (Tafsir
al-Bahrul Muhith, XI/158).
Syubhat 3 : Apabila ada yang berkata : Nabi Isa alaihi as-Salam akan
muncul menjelang hari kiamat, bukankah ini artinya ada Nabi lagi setelah
Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam?
Jawab :
Tidak benar. Karena Nabi Isa alaihi ash-Sholatu was Salam mendapatkan
nubuwwah-nya sebelum Nabi Shallallahu alaihi wa Salam. Beliau hidup
sebelum zaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam. Ketika kaum
kafir akan menyalib beliau, maka beliau diselamatkan oleh Alloh dengan
cara diangkat ke atas langit, dan dijanjikan turun menjelang hari kiamat
kelak, sebagaimana diterangkan oleh hadits-hadits shahih Pembahasan
mendetail masalah ini bukan sekarang-. Ketika turun menjelang hari kiamat,
Nabi Isa alaihis Salam berhukum dengan hukum Rasulullah, beliau sholat ke
arah kiblat kaum muslimin (kabah), dan beliau tidak membawa suatu
perubahan hukum baru sedikitpun.
Imam Abu Suud Muhammad bin Muhammad Musthofa berkata di dalam tafsirnya
Irsyadul Aqlis Salim ila Mazaya al-Kitabil Karim (V/340) :
ãÚäì ßæäöå ÎÇÊãó ÇáäÈíøöíäó Ãäøóå áÇ íõäÈøóÃõ ÈÚÏóåõ ÃÍÏñ æÚíÓì ããøóä
äõÈøöìÁ ÞÈáóå æÍíäó íäÒáõ ÅäøóãÇ íäÒáõ ÚÇãáÇð Úáì ÔÑíÚÉö ãÍãøóÏò Õáì Çááå
Úáíå æÓáã ãõÕáøöíÇð Åáì ÞÈáÊöå ßÃäøóå ÈÚÖõ ÃãøóÊåö
Makna bahwa diri beliau (Rasulullah) adalah khotam an-Nabiyyin adalah,
bahwasanya tidak ada seorangpun setelah beliau yang mendapatkan berita
kenabian sedangkan Isa termasuk orang yang mendapatkan kenabian sebelum
beliau. Adapun ketika turunnya Isa, maka sesungguhnya beliau turun
mengamalkan syariat Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam, menegakkan
sholat menghadap kiblat Muhammad seakan-akan beliau adalah termasuk ummat
Muhammad.
Adapun Ahmad Moshadeq al-Kadzdzab, Lia Eden ad-Dajjal, Mirza Ghulam Ahmad
al-Kadzdzab, dan nabi-nabi palsu lainnya, mereka mengklaim bahwa mereka
mendapatkan wahyu (baca : wangsit dari setan) dan nubuwwah setelah
nubuwwah Muhammad Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam. Bahkan, Ahmad
Moshadeq mengklaim bahwa dirinya bukan sekedar nabi, namun adalah Rasul.
Laa haula wa laa quwwata illa billah. Sesungguhnya Nabi itu lebih umum
daripada Rasul. Apabila dikatakan tidak ada nabi setelah Muhammad
Shallallahu alaihi wa Salam, maka otomatis juga tidak bakal ada lagi
Rasul setelah beliau.
Imam Syihabuddin Mahmud al-Alusi berkata :
æáßä äÈíÇð ÎÊã ÇáäÈííä æÇáãÑÇÏ ÈÇáäÈí ãÇ åæ ÃÚã ãä ÇáÑÓæá ÝíáÒã ãä ßæäå
Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÎÇÊã ÇáäÈííä ßæäå ÎÇÊã ÇáãÑÓáíä æÇáãÑÇÏ Èßæäå Úáíå
ÇáÕáÇÉ æÇáÓáÇã ÎÇÊãåã ÇäÞØÇÚ ÍÏæË æÕÝ Çáä龃 Ýí ÃÍÏ ãä ÇáËÞáíä ÈÚÏ ÊÍáíå
Úáíå ÇáÕáÇÉ æÇáÓáÇã
Akan tetapi beliau adalah nabi penutup para nabi. Yang dimaksud dengan
nabi lebih umum daripada Rasul. Maka tentu saja diri beliau Shallallahu
alaihi wa Salam yang merupakan khotam an-Nabiyyin otomatis juga khotamul
mursalin (penutup para rasul). Adapun yang dimaksud dengan beliau sebagai
khotamuhum (penutup mereka para nabi) adalah terputusnya/terhentinya
berlangsungnya sifat kenabian terhadap siapa saja baik jin dan manusia
setelah Nabi alaihi ash-Sholatu was Salam. [Lihat : Ruhul Maani,
XVI/142].
Syubhat 4 : Ahmad Moshadeq mengklaim bahwa mukjizatnya adalah al-Qur`an.
Dia mengatakan, bahwa semenjak diutusnya dirinya, maka semua tafsir
al-Qur`an dan hadits dihapus hukumnya dan tidak berlaku lagi. Yang berlaku
hanyalah ucapannya dan penafsirannya terhadap al-Qur`an!
Jawab :
Para nabi palsu yang muncul setelah zaman Rasulullah, mereka semua
mengklaim memiliki kitab suci tersendiri setelah al-Qur`an, atau yang
menyempurnakan al-Qur`an. Seperti Musailamah al-Kadzdzab, yang memiliki
kitab berjudul al-Hayawan yang ia mengklaim isinya setara dengan
keindahan dan sastera al-Qur`an. Bahkan ada satu surat yang berjudul
al-Dhofda (katak). Di dalamnya berbunyi :
íóÇ ÖóÝúÏóÚ ÈöäúÊó ÖóÝúÏóÚóíúäó äóÞóì ãóÇÊóäúÞóíúäó ÃóÚúáÇóßó Ýöíú ÇáãóÇÁö
æóÃóÓúÝóáõßó Ýöíú ÇáØöøíúäö
Wahai kodok anak dua kodok, berkuaklah sesukamu. Atasmu di air dan
bawahmu di tanah.
Sungguh lucu sekali gubahan kitab Musailamah al-Kadzdzab ini!!!
Mirza Ghulam Ahmad sendiri, memiliki pengakuan akan kenabian bertahap,
yaitu :
· Pertama kali, Mirza Ghulam Ahmad mengaku mendapatkan wahyu dalam
bentuk ilham.
· Kedua, ia mengaku sebagai mujaddid al-Ashr (pembaharu di
zamannya). Ia juga mengaku bahwa dirinya mirip dengan Isa di dalam ke
tawadhuan dan kemiskinan.
· Ketiga, ia mengaku sebagai al-Masih al-Mawud (al-Masih yang
dijanjikan) yang turun di akhir zaman, namun ia juga mengaku sebagai nabi
dengan nubuwwah juz`iyyah (parsial).
· Pada tahun 1901 ia mendakwakan dirinya sebagai nabi dan rasul
secara sempurna.
· Terakhir pada tahun 1904, disandarkan dakwaan baru padanya.
Bahwa dirinya adalah Krishna salah satu sesembahan ummat Hindhu, yang
mereka meyakininya sebagaimana kaum muslimin meyakini Alloh Azza wa Jalla.
Mirza mengaku memiliki kitab suci tersendiri yang menyerupai al-Qur`an,
jumlahnya hampir 20 juz yang disebut dengan al-Kitab al-Mubin atau
at-Tadzkirah. Isi kitab ini penuh dengan tahrif (perubahan) dan
penyelewengan makna. [Lihat : al-Mujiz fil Adyan wal Madzahib
al-Muashirah, karya Syaikh Nashir al-Qifari dan Syaikh Nashir al-Aql;
Riyadh: Dar ash-Shomii lin Nasyr wat Tauzi, cet. I, 1413/1992, hal.
147-148)
Adapun kini, Ahmad Moshadeq sang pembual yang mantan pelatih bulu tangkis
ini, mengaku sebagai nabi dan mengklaim mukjizat Rasulullah Muhammad
Shallallahu alaihi wa Salam yaitu al-Qur`an sebagai mukjizatnya. Ia
mengklaim bahwa bentuk mukjizatnya adalah ia mengangkat dirinya sebagai
mufassir absolut al-Qur`an. Penafsiran-penafsiran al-Quran selain
dirinyanya dikatakan batal dan tidak berlaku lagi, termasuk penafsiran
para sahabat Rasul dan ulama ahli tafsir sebelumnya.
Aduhai, padahal tampak sekali bahwa si Dajjal Moshadeq ini jahil terhadap
ilmu al-Qur`an, bagaimana bisa ia mengklaim bahwa hak tafsir berada di
tangannya! Mengaku-ngaku rasul lagi?! La haula wa la quwwata illa billah!!
Ia dengan sesumbar mengatakan bahwa ajarannya adalah haq ketika
diwawancarai oleh wartawan Trans TV dalam suatu wawancara khusus. Di sana,
ia menampakkan kebodohan dan kepongahannya. Ketika ditanya oleh pembawa
acara tentang mukjizatnya, sebagaimana nabi-nabi lain memiliki mukjizat,
ia mengatakan dengan sesumbarnya bahwa mukjizatnya adalah al-Qur`an.
Bahkan ia menakwil mukjizat para Nabi seperti Nabi Isa yang bisa
menghidupkan orang mati maksudnya menghidupkan hatinya. Menyembuhkan orang
buta maksudnya menyembuhkan hatinya yang buta. Dan semisalnya. Apabila
metodenya seperti ini, apa bedanya ia dengan aliran-aliran sesat lainnya
semisal shufiyah bathiniyah, syiah dan kaum liberalis?!!
Secara logika sederhana, apabila ia mengklaim mukjizatnya adalah al-Qur`an
dengan bentuk penafsiran menurut sekehendak hatinya, maka niscaya kaum
liberalis juga bisa mengaku-ngaku sebagai Nabi. Ulil Abshar (baca : Ulil
Ama) misalnya, ia sering mengatakan untuk merekonstruksi kembali
al-Qur`an (baca : dekonstruksi) agar lebih liberal sehingga applicable
menurut hawa nafsunya. Apabila setiap orang mengaku nabi dengan klaim
al-Qur`an sebagai mukjizatnya, lantas nabi yang mana yang benar? Apakah
Moshadeq mau membenarkan semuanya? Lantas apa kekhususannya dan
kelebihannya? Tentu saja semuanya salah, sesat dan menyimpang!!!
Syubhat 5 : Mungkin ada yang berkata : Anda ketika mengatakan al-Qiyadah
itu kafir murtad, atas dasar apa? Dan apakah semua orang yang tergabung
dalam al-Qiyadah bisa dikafirkan secara muayan (spesifik)?
Jawab :
Islam itu adalah agama yang haq yang tidak ada lagi agama setelahnya yang
benar. Agama ini telah Alloh sempurnakan dan satu-satunya agama yang Alloh
ridhai, sebagaimana dalam firman Alloh :
Çáúíóæúãó ÃóßúãóáúÊõ áóßõãú Ïöíäóßõãú æóÃóÊúãóãúÊõ Úóáóíúßõãú äöÚúãóÊöí
æóÑóÖöíÊõ áóßõãõ ÇáúÅöÓúáóÇãó ÏöíäðÇ
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku
sempurnakan nikmat-Ku atas kalian serta Aku ridhai Islam ini agama bagi
kalian. (QS al-Maidah : 3)
Barangsiapa yang meyakini agama ini kurang atau tidak sempurna maka ia
kafir. Orang kafir adalah orang yang Alloh dan Rasul-Nya kafirkan. Siapa
saja yang Alloh dan Rasul-Nya kafirkan, maka wajib bagi kita
mengkafirkannya.
Misalnya, Alloh Taala berfirman :
Åöäøó ÇáøóÐöíäó íóßúÝõÑõæäó ÈöÇááøóåö æóÑõÓõáöåö æóíõÑöíÏõæäó Ãóäú
íõÝóÑøöÞõæÇ Èóíúäó Çááøóåö æóÑõÓõáöåö æóíóÞõæáõæäó äõÄúãöäõ ÈöÈóÚúÖò
æóäóßúÝõÑõ ÈöÈóÚúÖò æóíõÑöíÏõæäó Ãóäú íóÊøóÎöÐõæÇ Èóíúäó Ðóáößó ÓóÈöíáðÇ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan
bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan
rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: Kami beriman kepada yang sebahagian
dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain), serta bermaksud (dengan
perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau
kafir) (QS an-Nisa` : 150)
Ayat di atas mengisahkan kaum ahli kitab, yang menyatakan mengimani Alloh
dan sebagian Rasul-Nya namun mengkufuri sebagian Rasul lainnya. Saya harap
Ahmad Moshadeq tidak berdalil dengan ayat ini untuk mengkafirkan ummat
Islam yang tidak mau meyakini kedustaannya.
Contoh lainnya, Firman Alloh :
Åöäøó Çááøóåó áóÇ íóÛúÝöÑõ Ãóäú íõÔúÑóßó Èöåö æóíóÛúÝöÑõ ãóÇ Ïõæäó Ðóáößó
áöãóäú íóÔóÇÁõ æóãóäú íõÔúÑößú ÈöÇááøóåö ÝóÞóÏú Öóáøó ÖóáóÇáðÇ ÈóÚöíÏðÇ
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS an-Nisa` : 116)
Ayat di atas menunjukkan, bahwa barangsiapa yang melakukan kesyirikan,
maka dosanya tidak akan diampuni. Ia telah tersesat dan kafir dari agama
Alloh.
Contoh lainnya lagi adalah :
áóÞóÏú ßóÝóÑó ÇáøóÐöíäó ÞóÇáõæÇ Åöäøó Çááøóåó åõæó ÇáúãóÓöíÍõ ÇÈúäõ
ãóÑúíóãó æóÞóÇáó ÇáúãóÓöíÍõ íóÇ Èóäöí ÅöÓúÑóÇÆöíáó ÇÚúÈõÏõæÇ Çááøóåó
ÑóÈøöí æóÑóÈøóßõãú Åöäøóåõ õ ãóäú íõÔúÑößú ÈöÇááøóåö ÝóÞóÏú ÍóÑøóãó
Çááøóåõ Úóáóíúåö ÇáúÌóäøóÉó æóãóÃúæóÇåõ ÇáäøóÇÑõ æóãóÇ áöáÙøóÇáöãöíäó ãöäú
ÃóäúÕóÇÑò
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah
ialah Al Masih putera Maryam, padahal Al Masih (sendiri) berkata: Hai
Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang
zalim itu seorang penolongpun. (QS al-Maidah : 72)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang-orang Nasrani yang mempertuhankan Isa
dan mempersamakannya dengan Alloh, maka telah kafir dan baginya adzab
jahannam, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
Ayat-ayat semisal ini sesungguhnya banyak. Tidak mengkafirkan orang yang
Alloh dan Rasul-Nya kafirkan juga merupakan salah satu bentuk kekufuran.
Karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk keraguan dan pengingkaran
akan syariat dan hukum Alloh itu sendiri.
Diantara bentuk kekafiran lainnya adalah, mengingkari suatu bagian dari
agama yang bersifat pasti/aksiomatis, misalnya seperti mengingkari
kewajiban sholat dan rukun Islam lainnya, menolak adanya hari berbangkit,
meyakini adanya Nabi lain setelah Rasulullah, mengingkari hadits-hadits
nabi yang shahih, dan lain sebagainya. Siapa saja yang melakukan salah
satu dari hal-hal yang dapat mengkafirkan, maka ia telah kafir, dengan
syarat apabila ia telah mengetahui (ditegakkan hujjah padanya) namun ia
tetap membangkang, tidak dalam keadaan terpaksa atau tidak kehilangan
kesadaran.
Oleh karena itulah, tidak ragu lagi saya katakan, bahwa al-Qiyadah
al-Islamiyyah itu tidak hanya sesat, namun sudah kafir murtad dari Islam.
Mereka menolak nasehat yang disampaikan oleh MUI dan ummat Islam, bahkan
mereka membangkang dan membantah dengan kesombongan. Untuk itu mereka
wajib didakwahi dan disuruh bertaubat kembali kepada Islam.
Adapun para pengikut al-Qiyadah yang masih awam atau jahil, yang tidak
mengetahui hakikat kekufuran al-Qiyadah, maka mereka tidak dikafirkan.
Mereka wajib didakwahi dan ditegakkan hujjah atas mereka. Apabila mereka
tetap bersikeras dan membangkang serta menentang, tetap meyakini bahwa
ajaran al-Qiyadah itu benar, maka dikhawatirkan mereka turut menjadi
kafir
SERUAN DAN NASEHAT
Kepada Ahmad Moshadeq :
Wahai Bapak Moshadeq, apabila anda membaca risalah ini, maka segeralah
bertaubat dan kembalilah kepada aqidah Islam yang lurus. Apabila anda mau
bertaubat, niscaya Alloh akan mengampuni anda dan dosa-dosa anda.
Þõáú áöáøóÐöíäó ßóÝóÑõæÇ Åöäú íóäúÊóåõæÇ íõÛúÝóÑú áóåõãú ãóÇ ÞóÏú ÓóáóÝó
æóÅöäú íóÚõæÏõæÇ ÝóÞóÏú ãóÖóÊú ÓõäøóÉõ ÇáúÃóæøóáöíäó
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: Jika mereka berhenti (dari
kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa
mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan
berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu .
(al-Anfal : 38)
Wahai Pak Ahmad Moshadeq, apabila anda tidak mau bertaubat, maka anda
lebih tepat disebut sebagai Dajjal bukannya Rasul!! Ketahuilah, anda telah
menyesatkan ummat Islam dan meresahkan mereka. Anda telah melakukan
kejahatan terbesar yang berkaitan dengan keyakinan atau aqidah ummat
Islam. Jika anda tidak mau bertaubat, maka anda telah membuat kedustaan
terhadap Alloh dan tunggulah adzab dari Alloh atas kedustaan dan kekufuran
anda!!!
Ýóãóäú ÃóÙúáóãõ ãöãøóäú ßóÐóÈó Úóáóì Çááøóåö æóßóÐøóÈó ÈöÇáÕøöÏúÞö ÅöÐú
ÌóÇÁóåõ ÃóáóíúÓó Ýöí Ìóåóäøóãó ãóËúæðì áöáúßóÇÝöÑöíäó
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta
terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah
di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?
(Az-Zumar : 32)
Ingatlah pak Moshadeq, bahwa orang kafir itu dilaknat oleh Alloh dan bagi
mereka adzab yang pedih
Åöäøó Çááøóåó áóÚóäó ÇáúßóÇÝöÑöíäó æóÃóÚóÏøó áóåõãú ÓóÚöíÑðÇ
Sesungguhnya Allah melanati orang-orang kafir dan menyediakan bagi
mereka api yang menyala-nyala (neraka) (al-Ahzab : 64)
Maka sekali lagi, bertaubatlah wahai pak Moshadeq
Kepada Pengikut al-Qiyadah al-Kufriyah :
Wahai para pengikut al-Qiyadah, ketahuilah sesungguhnya kalian sedang
disesatkan dan dikibuli oleh Rasul palsu dan Dajjal Kadzdzab yang pembual.
Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan kesesatan, yang akan menjerumuskan
kalian ke dalam siksa Allah. Ikutilah jalannya orang-orang beriman dan
janganlah kalian menentang kebenaran, ingatlah firman Tuhan kalian :
æóãóäú íõÔóÇÞöÞö ÇáÑøóÓõæáó ãöäú ÈóÚúÏö ãóÇ ÊóÈóíøóäó áóåõ ÇáúåõÏóì
æóíóÊøóÈöÚú ÛóíúÑó ÓóÈöíáö ÇáúãõÄúãöäöíäó äõæóáøöåö ãóÇ Êóæóáøóì
æóäõÕúáöåö Ìóåóäøóãó æóÓóÇÁóÊú ãóÕöíÑðÇ
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia
leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia
ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS
an-Nisa` : 115)
Wahai para pengikut al-Qiyadah, apabila telah sampai hujjah kepada kalian,
namun kalian tetap kufur setelah keimanan kalian, maka ingatlah ancaman
Alloh ini terhadap kalian :
Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ Ëõãøó ßóÝóÑõæÇ Ëõãøó ÂóãóäõæÇ Ëõãøó ßóÝóÑõæÇ
Ëõãøó ÇÒúÏóÇÏõæÇ ßõÝúÑðÇ áóãú íóßõäö Çááøóåõ áöíóÛúÝöÑó áóåõãú æóáóÇ
áöíóåúÏöíóåõãú ÓóÈöíáðÇ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman
(pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka
sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak
(pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (an-Nisa` : 137)
Apabila kalian masih mengimani dan membenarkan keyakinan al-Qiyadah, maka
kalian bukanlah saudara kami. Kalian tidak berhak mendapatkan salam dari
kami, doa dari kami, kalian tidak akan kami sholati setelah kematian
kalian, karena sesungguhnya kalian telah kafir dan sesat, Yang demikian
adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan
sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka.
(Muhammad : 3)
Kepada Kaum Muslimin :
Wahai kaum muslimin, waspadalah dari bahaya al-Qiyadah al-Kufriyah ini.
Janganlah kalian terpedaya oleh kedustaan dan penyesatan yang dilakukan
mereka. Dalamilah agama kalian dengan benar, fahami agama ini menurut
pemahaman yang benar sebagaimana diajarkan nabi kalian kepada para
sahabatnya.
Dan janganlah kalian merasa sedih atas makar mereka al-Qiyadah dan kaum
kuffar lainnya-, karena mereka tidak dapat memberikan bahaya apapun selama
kita berpegang kepada aqidah yang benar.
Alloh Azza wa Jalla berfirman :
æóáóÇ íóÍúÒõäúßó ÇáøóÐöíäó íõÓóÇÑöÚõæäó Ýöí ÇáúßõÝúÑö Åöäøóåõãú áóäú
íóÖõÑøõæÇ Çááøóåó ÔóíúÆðÇ íõÑöíÏõ Çááøóåõ ÃóáøóÇ íóÌúÚóáó áóåõãú ÍóÙøðÇ
Ýöí ÇáúÂóÎöÑóÉö æóáóåõãú ÚóÐóÇÈñ ÚóÙöíãñ
Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir
sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah
sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari
pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.
(Ali Imran : 176)
Wahai saudaraku kaum muslimin, janganlah kalian melakukan tindakan anarkis
dan kekerasan atau main hakim sendiri, yang malah akan mendatangkan
madharat. Ikutilah nasehat ulama kita, MUI, yang menasehatkan agar kita
tidak melakukan tindakan kekerasan dan anarkis. Cukup bagi kita mengetahui
akan kesesatan dan kekafiran aliran al-Qiyadah ini, kemudian serahkanlah
urusan ini kepada fihak yang berwajib dan berwenang!!! Sikapilah aliran
sesat al-Qiyadah ini dengan arif dan cerdas, dengan kewaspadaan dan
kehati-hatian!!!
Wallohu waliyyut Taufiq.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/