Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani
dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar
beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan
menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka,
dan tidak (pula) mereka bersedih hati. QS2:62

Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan
orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar
beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. QS5:69

Sesungguhnya makna ayat ini hanyalah: Bahwa orang-orang yang beriman
kepada Muhammad saw, dan orang-orang Hadu (yang bertobat, Yahudi) yang
mengikuti Musa as yaitu mereka yang berada di atas syari’at sebelum
dinasakh (dihapus) dan diganti, dan orang-orang Nasrani yang mengikuti
Al-Masih as yaitu orang-orang yang berada di atas syari’at sebelum
dinasakh (dihapus) dan diganti; dan orang-orang shobi’un (sabean) yaitu
shobi’un hunafaa’ (yang cenderung/ mengikuti kebenaran) seperti
orang-orang dulu yaitu orang-orang Arab dan lainnya di atas agama Ibrahim,
Isma’il, dan Ishaq sebelum diganti dan dinasakh (dihapus). Sesungguhnya
orang-orang Arab dari anak Isma’il dan lainnya yang menjadi tetangga
Baitul ‘Atiq (Ka’bah) yang dibangun Ibrahim dan Isma’il, mereka dulu
adalah orang-orang hunafa’ (cenderung/ mengikuti kebenaran) di atas agama
Ibrahim sampai pada diubahnya agama Ibrahim itu oleh sebagian pemimpin
Bani Khuza’ah yaitu Amru bi Luhai, dan dialah orang pertama yang mengubah
agama Ibarahim dengan kemusyrikan dan mengharamkan apa-apa yang tidak
diharamkan Allah. Oleh karena itu Nabi saw bersabda:

Saya lihat Amru bin Amir bin Luhai Al-Huza’i menarik ususnya artinya perut
besarnya di neraka, dan dialah orang pertama yang membuat saibah-saibah
(binatang persembahan berhala tidak boleh untuk membawa beban). (HR
Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad). Dan dialah orang yang pertama membuat
bahirah (binatang untuk berhala, tidak seorangpun memeras susunya) dan
membuat saibah-saibah dan mengubah agama Ibrahim.

Demikian pula Bani Ishaq yang dulu sebelum diutusnya Musa, mereka
memegangi agama Ibrahim, mereka termasuk orang-orang yang berbahagia dan
terpuji. Maka mereka yang dulu berada di atas agama Musa, Al-Masih,
Ibrahim dan semacamnya itulah yang dipuji Allah Ta’ala: Sesungguhnya
orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan
orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman
kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala
dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak
(pula) mereka bersedih hati. (QS Al-Baqarah/ 2: 62).

Maka ahli kitab setelah (syari’at agama mereka) dinasakh (dihapus) dan
diganti, mereka bukanlah termasuk orang yang beriman kepada Allah dan
tidak beriman pula kepada Hari Akhir, dan beramal shalih. Sebagaimana
firman Allah Ta’ala:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula)
kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah
diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang
benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada
mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam
keadaan tunduk. (QS At-Taubah: 29).

jadi hantu janda atau janda hantu atau setan belang..jgn ngutip2 AlQuran
demi memuaskan hawa nafsu.









"hantu janda" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
11/08/2007 10:19 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[ppiindia] Re: Pemerintah: Al-Qiyadah Menyimpang dari Tauhid Islam






wah---, MUI dah kelewatan bangat nich, dah mempertuhankan diri
sendiri, pake klaim Al-Qiyadah Menyimpang dari Tauhid Islam, Tuhan
aja belum menghakimi!!!!, lagian juga urusan spritual ngga' ada
hubungannya dengan pemerintah, trus sejarah membuktikan sebelum
manusia mengenal pemerintahan manusia sudah memiliki semangat
spritual alias sudah punya tradisi spritual.
MUI dah kelewatan bangat nich, pake isu Al-Qiyadah Menyimpang dari
Tauhid Islam. Kalo mau adil nich, banyak ajaran lain yang menyimpang
dari islam, contohnya nasrani, hindu, makanya yang adil dong, jangan
mentang2 Al-Qiyadah sub altern trus pantas untuk dihabisi. Islam
juga ngga' bisa ngapa2in kalo kalo jadi sub altern!!!!
Ane bukannya sentimen sama MUI, ane juga islam ko' tapi kalo dah
kelewatan gitu sich ngga' bisa dibiarin!!!
AKU SEMESTA dah memperingatkan dalam surah AL BAqarah
2:62 "sesunggguhnya orang2 mu'min, orang2 yahudi, orang2 nasrani dan
orang2 shabiin, siapa saja diantara mereka yan benar-benar beriman
kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima
pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan
tidak pula mereka bersedih hati"

Jadi dah negerti belum sich!!! Jadi kalo dipikir-pikir nich bukan Al-
Qiyadah yang menyimpang tapi kaya'nya MUI dech menyimpang dari
ajaran islam. Ya ane usul aja MUI dibubarkan!!!!!

Untukmu Nusantara
hantujanda
di Fuya2





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke