Mengenai kriteria sesat MUI, sementara saya akan fokus pada point berikut :

Kriterisa SESAT kalau :
3. Meyakini turunnya wahyu sesudah Alquran.
__________________________________________

Tanggapan :

Apakah kriteria ini menurut Al Quran? Bahwa Al Quran mengatakan Allah
tidak akan menurunkan lagi WAHYU setelah Nabi Muhammad saw? Atau
apakah kriteria ini adalah berdasarkan HADITS?

Sepanjang pengetahuan kami, tidak ada satupun ayat al Quran yang
menyatakan demikian, bahwa ALLAH tidak akan menurunkan wahyu lagi
setelah turunnya Al Quran. Jika ada yang memang mengetahui ada ayat
demikian silahkan sharing di milis.

Saya perkirakan kriteria ini adalah penafsiran dari ayat Al Quran yang
menyatakan bahwa Allah telah menyempurnakan agama Islam. Alyauma
akmaltu lakum diinakum dst.

Sekali lagi jika memang demikian, kita harus menganggap kriteria sesat
no.3 mengenai ada tidaknya wahyu setelah al Quran hanyalah penafsiran
(MUI) dan saya memahami hal tersebut walaupun belum tentu setuju. Jadi
perbedaan dalam penafsiran ini tentu saja harus diterima oleh semua
pihak dan jangan sampai melahirkan tindakan aniaya dari pihak yang
kebetulan lebih banyak/kuat terhadap yang lebih sedikit/lemah.

Sekarang kita beralih ke HADITS.

Ada hadits yang menyatakan bahwa Nubuwwah sudah berakhir setelah Nabi
Muhammad saw dan yang ada hanya Mubaysirat (ditafsirkan sebagai Mimpi
yang BENAR).

Saya juga mengerti jika ada yang meyakini bahwa Nubuwwah di sini
adalah wahyu walaupun belum tentu sepakat. Namun demikian tentu saja
MUI pun harus mengerti  juga kalau ada yang menafsirkan Nubuwwah
tersebut dengan maksud yang lain bukan hanya sekedar wahyu dari ALLAH.

Sekarang marilah kita lihat HADITS berikut :

Sahih Muslim,
(Book 41)
Pertaining To Turmoil And Portents Of The Last Hour (Kitab Al-Fitan Wa
Ashrat As-Sa'Ah)
(Chapter 18)
Account of the Dajjal and his features and what would be along with
him (Dzikruddajjal wasifatuhu wamaa ma'ahu)

Hadis No.7015

Dari Hadhrat Nawwas Bin Saman ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw
menyebutkan tentang Dajjal pada suatu Pagi : "…………………and it would be
under such conditions that Allah would reveal to Jesus these words: I
have brought forth from amongst My servants such people against whom
none would be able to fight; you take these people safely to
Tur……………………….

Ketika kami menilik kembali beberapa HADITS ternyata kami temukan
indikasi bahwa Allah masih memberikan WAHYU setelah QURAN (Allah would
reveal to Jesus these words....).

Dalam Kitab Nuzulul Masih, Imam Jalaluddin Assuyuti rh (Mujaddid abad
IX) menyatakan bahwa hadis-hadis yang menyatakan bahwa tidak ada lagi
wahyu setelah nabi Muhammad saw adalah Palsu.

Lalu bagaimana ini?, mengapa HADITS kok saling betentangan satu sama
lain? Yang satu katanya bilang tidak ada lagi WAHYU, yang lain bilang
ALLAH akan meWAHYUKAN kepada Al Masih yang datang sesudah Nabi
Muhammad saw.

Saya tidak akan memperpanjang lebar diskusi mengenai mana yang benar
dari HADITS tersebut karena memang pada akhirnya setiap orang akan dan
berhak mengambil kesimpulan sendiri sesuai dengan kapasitasnya. Yang
mau tetap gak percaya ada WAHYu setelah Al Quran kalau memang itu
keputusannya ya gak bisa dipaksa-paksa untuk mengaku ada WAHYU lagi.
Sebaliknya demikian juga yang percaya bahwa Allah masih menurunkan
WAHYU ya juga demikian tidak bisa dipaksa untuk mengingkari akan
adanya WAHYU setelah Al Quran.

Di zaman yang sudah terbuka seperti ini, sebaiknya semua pihak mampu
menerima adanya perbedaan penafsiran dalam memahami nilai-nilai
keyakinan agama orang/kelompok lain. Dan perbedaan tersebut seyogyanya
tidak dijadikan sebagai alat untuk saling menyerang dan menganiaya.
MUI memang boleh bilang SESAT sesuai dengan keyakinannya. Tetapi
alangkah baiknya untuk menghindari adanya ketidakadilan dan keaniayaan
MUI katakan saja; menurut MUI begini dan tidak sependapat dengan yang
berpendapat begitu.

Jika tidak setuju katakan saja kami tidak sependapat dengan mu,
pandangan mu itu salah menurutku. Anda saya anggap salah, menurut saya
yang benar adalah ini.

Sampaikan hal tersebut kepada semua orang silahkan.

Tidak perlu merasa sebagai penanggung jawab atas keputusan orang lain
untuk memilih. Setiap orang sesuai dengan kapasaitasnya tentu dapat
memutuskan bagi dirinya sendiri.

Setuju atau tidak, sebelum atau sesudah mendapat penjelasan, berubah
pikiran atau tetap teguh, toh semuanya adalah pilihan tiap orang dari
dirinya sendiri, bukan atas paksaan orang lain. Dan dia sendirilah
yang bertanggung jawab atas semua pilihan dan segala konsekuensinya.
Untuk masalah keyakinan seperti ini, sebaik-baik keputusan itu adalah
yang terbebas dari tekanan dan rasa takut.


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke