Le Figaro: Presiden Prancis Nicholas Sarkozy Adalah Agen Mossad  Sabtu, 10 Nov 
07 11:58 WIB
   
  Surat kabar terbitan Prancis Le Figaro menurunkan sebuah laporan yang 
mengungkap hubungan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dengan badan intelejen 
Israel Mossad.
   
  Laporan Le Figaro menyebutkan bahwa Sarkozy sudah bertahun-tahun berhubungan 
dengan Mossad, bahkan jauh sebelum ia terpilih menjadi Presiden. Ia bekerja 
sebagai Sayan-dalam bahasa Ibrani berarti 'pembantu'-bagi rejim Zionis Israel.
  Dalam buku yang ditulis seorang agen Mossad bernama Victor Ostrovsky, Sayan 
adalah orang-orang Yahudi yang tinggal di luar negeri, yang banyak membantu 
operasi-operasi intelejen Mossad.
   
  Menurut Le Figaro, sebelum pemilu presiden, kepolisian Prancis menyimpan 
rapat-rapat surat-surat keterangan tentang keterlibatan Sarkozy di masa lalu 
sebagai agen spionase Mossad. Dari surat-surat itu diketahui bahwa Sarkozy 
menjalankan aktivitas mata-mata sejak tahun 1983.
   
  Berita seputar keterlibatan Sarkozy dalam kegiatan mata-mata bersama Mossad 
mengemuka bersamaan dengan kunjungan kenegaraan PM Israel Ehud Olmert ke 
Prancis untuk membahas program nuklir Iran. Berita ini menimbulkan banyak 
pertanyaan. Sejumlah analis meyakini, selain menjadi agen Mossad, Sarkozy juga 
menjadi agen ganda untuk AS. Ini terlihat dari langkah "Sarko, si Sayan" yang 
mengikuti langkah AS dengan memilih pendekatan keras terhadap Iran dan program 
nuklir damainya. (ln/presstv)

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke