Surat Cinta Sulaiman
  Oleh : Mochammad Moealliem 
  http://www.muallimku.tk 
   
  Pernahkah anda mendapat surat cinta dari seseorang? Hayoo ngaku.... Ternyata 
memang asyik membaca surat cinta, dan hal itu pernah dirasakan oleh Bilqis 
seorang ratu di negeri yaman (ma'rib konon daerah kerajaannya), dalam beberapa 
kitab tafsir penulis menemukan beberapa keindahan yang disampaikan Alqur'an 
untuk manusia dalam hubungan internasional, lintas daerah, bahkan lintas 
keyakinan dan juga hubungan lelaki dan wanita.
   
  Diakui atau tidak semua manusia pernah jatuh cinta, hanya saja diungkapkan 
atau tidak itu tergantung keberanian masing-masing, cara pengungkapan pun 
beraneka ragam, mulai yang terang benderang sampai gelap gulita, mulai yang 
jelas sampai yang samar-samar bahkan tidak tampak. Sarana-sarana pengungkapan 
pun bervariasi, mulai dari surat, email, sms, atau yang lain.
   
  Kata orang cinta itu fitrah manusia. "Hidup tanpa cinta bagai taman tak 
berbunga" (kata Roma Irama). Pertumbuhan manusia dibumi pun akibat cinta, kalau 
saja lelaki tak mencintai wanita, atau wanita tak mencintai lelaki, bisa jadi 
kelangsungan hidup manusia akan mengalami kepunahan.
   
  Cinta adalah power hidup manusia, namun perlu diingat penyalahgunaan power 
pada yang tidak semestinya akan mengakibatkan efek yang sangat berbahaya. Cinta 
terhadap sesama manusia akan menjadikan alam semesta damai, namun cinta pada 
keunggulan pribadi dan kelompok akan menimbulkan perang dan pertikaian.
   
  Gimana sih perasaannya Bilqis ketika dapat surat cinta? Dalam Alqur'an hanya 
disebutkan "Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya nya: "Dengan 
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu 
sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang 
yang berserah diri"QS.27:30-31
   
  Dalam ayat tersebut dapat kita tangkap pesan yang jelas dalam hubungan 
internasional antara kerajaan Sulaiman dan kerajaan Bilqis, dibarengi dengan 
hubungan antara penyembah Allah dan penyembah matahari. Hubungan antar daerah 
Palestina dan Yaman, hubungan antara Sulaiman (lelaki) dan Bilqis (perempuan). 
Namun yang ditekankan dalam ayat tersebut adalah hubungan lintas kepercayaan.
   
  Kenapa penulis katakan itu sebagai surat cinta? Sebab pada akhirnya Sulaiman 
menikahinya, dan lagi surat cinta kan tidak harus bilang "i love you", apalagi 
beda kepercayaan biasanya sulit menjalin hubungan dengan yang berbeda tujuan, 
kecuali salah satunya mengalah. Toh Sulaiman menikahinya setelah Bilqis 
dikejutkan oleh pindahnya istana dan mengikuti kepercayaan Sulaiman. Dan ketika 
Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya:  "Serupa inikah singgasanamu?" Dia 
menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi 
pengetahuan sebelumnya  dan kami adalah orang-orang yang berserah 
diri".QS.27:42.
   
  Ada pepatah bilang "Asam di gunung, garam di laut, akhirnya bertemu juga di 
panci" jika pembaca sekalian adalah termasuk garam dilaut, nggak usah 
repot-repot kehutan, tunggu aja didapur, pasti deh ketemu dengan asam, asalkan 
yang masak adalah yang memiliki asam dan garam dijamin akan menghasilkan sayur 
sedap, tapi kalau yang masak nggak tahu cara memasak yach bisa berantakan.
   
  Ah tapi nggak asyik kalau terus-terusan nunggu, Sulaiman aja kirim surat kok 
pada Bilqis, padahal jaraknya jauh banget antara palestina dan yaman, apalagi 
yang bawa suratnya burung Hudhud, yang hampir dicincang oleh Sulaiman gara-gara 
absen dari barisan tentara-tentaranya. Namun ternyata Hudhud punya alasan yang 
jelas. Maklum Sulaiman kan bisa mengerti bahasa burung, walaupun saat ini ada 
yang menganggap cerita itu adalah dongeng dan khayalan, biasalah ketidakmampuan 
kita meneliti menjadikan kita menganggap sesuatu yang tidak sesuai dengan saat 
ini adalah mitos. Seperti halnya terbang ke Bulan, 1500 tahun yang lalu itu 
juga khayalan dan mitos, toh sekarang realita.
   
  Konon ceritanya, ketika Bilqis dapat surat itu, dia lalu pergi ke kamarnya 
dan mengunci pintunya rapat-rapat, yach mungkin seperti cewek/cowok sekarang 
ketika dapat surat, email, sms, atau telpon dari yang diidamkan, biasanya 
langsung mencari tempat yang aman dari gangguan setan (maksudnya gangguan yang 
suka usil), biasanya sih terus senyam-senyum sendiri tanpa sebab, maklum orang 
yang lagi jatuh cinta kan katanya seperti batuk yang ditahan, he he he.
   
  Kenapa sampai seperti itu? Ceritanya lagi, surat Sulaiman itu ditulis dengan 
misik, jadi baunya wangi, gaya bahasa yang indah, dan pembukaan yang unik, 
yaitu dengan kata bismillahir rohmanirrohim, maka dalam ayat itu dikatakan 
kitabun karim. Seperti surat cinta kita, baunya wangi, gaya bahasa 
diindah-indahin bahkan kalau nggak bisa romantis alternatifnya minta dbuatin 
orang, nah yang beda pembukaannya kita biasanya nggak pakai bismillah.
   
  Pada akhirnya, namanya orang jatuh cinta butuh teman curhat, Bilqis pun 
curhat pada penasehat-penasehatnya, soalnya ini adalah urusan kerajaan, rakyat 
dan hati sekaligus. Penasehat-penasehat itu lalu bertanya, "emang dari siapa 
(kitab)surat itu". "Innahu min Sulaiman" (kitab itu dari sulaiman) jawab 
Bilqis. Dalam ayat hanya disebutkan pengirim, pembukaan, dan sebagian isi 
surat, maklum yang boleh diketahui publik hanya seputar urusan antar kerajaan, 
yang urusan hati itu adalah privacy, dan Allah menjaga prvacy hambaNya.
   
  Dari sikap bilqis yang curhat itu, penulis dapat gambaran bahwa Bilqis adalah 
Ratu yang bijaksana dalam memutuskan masalah, dan bahkan Alqur'an menganjurkan 
orang Islam agar memakai budaya itu, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah 
kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi 
berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu 
ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan 
mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka 
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang 
bertawakkal kepada-Nya.QS.3:159
   
  Lalu Bilqis menguji Sulaiman, dengan mengirimkan hadiah, upeti dan macamnya, 
mungkin dia ingin tahu apa Sulaiman mau duit, atau ingin dirinya. Jika Sulaiman 
menerima hadiahku berarti itulah yang dia inginkan, namun ternyata Sulaiman 
tidak menerimanya. Dari itu berangkatlah Bilqis menemui pengirim surat itu.
   
  Mendengar kabar kedatangan Ratu Bilqis, Sulaiman sibuk menyiapkan berbagai 
kejutan, bahkan bisa dikatakan "binaul mustahil" membangun yang mustahil, 
dengan memindah istana Bilqis dari yaman ke palestina, kalau di jawa itu mirip 
kisah candi sewu, kalau mau menikahi roro jongrang harus mampu membuat 1000 
candi dalam waktu semalam. Wuihh capek deh kalau melihat pengorbanan para 
pecinta.
   
  Eh ternyata Sulaiman berhasil memindah istana itu dengan bantuan seorang yang 
punya pengetahuan (hamba Allah), hebat sekali orang itu, ifrit aja masih kelas 
ekonomi dalam pengkargoan, orang itu express, hanya sebelum mata Sulaiman 
berkedip istana udah pindah. 
   
  Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : "Aku akan membawa 
singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat 
singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia 
Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari . Dan 
barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk  dirinya 
sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi 
Maha Mulia"QS.27:40
   
  Ending ceritanya Bilqis datang, dan terkagum-kagum melihat istana Sulaiman, 
lantainya terbuat dari kaca dan dibawahnya seperti kolam, hingga Bilqis mengira 
itu air dan mengangkat (mencincing) pakaiannya sampai terlihat betisnya, apa 
kata dia?
   
  "......Berkatalah Bilqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim 
terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan 
semesta alam".QS.27:44
   
  Demikianlah jika hendak mengajak orang lain berserah diri pada Allah, bukan 
dengan ancaman, makian, atau kekerasan. Bukankah hasil dari surat cinta itu 
mendapatkan orangnya, kepercayaannya, istananya, bahkan rakyatnya, sebab dulu 
agama pemimpin adalah agama rakyatnya.
   
  Alliem
  Cairo, Senin 12 November 2007
  Sedang menunggu jawaban


  :: Mochammad Moealliem ::
   
  :: http://muallimku.tk/ 
  ::  http://muallimku.blogspot.com
  :: http://muallimku.multiply.com 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke