sumber: www.eramuslim.com (shahih, reliable)  Senat AS Serukan Investigasi 
Kekayaan Sejumlah Pendeta, Diduga Selewengkan "Dana Suci"  Selasa, 13 Nov 07 
11:23 WIB
   
  Seorang anggota Kongres AS, meminta enam orang pendeta untuk menggelar 
sejumlah program televise di AS, dan segera mengungkapkan bagaimana para 
pendeta mengalokasikan dana milyaran dolar dari dana sumbangan yang diterima 
gereja mereka dari jamaahnya.
   
  Permintaan ini muncul setelah beredarnya isu soal laporan saluran dana dari 
para pendeta yang sangat besar, di mana salah satu mereka bisa disebutkan mampu 
mengeluarkan dana lebih dari 23 juta dollar dan mereka juga memiliki sejumlah 
pesawat jet khusus serta beberapa mobil Roll Royce yang harganya pasti selangit.
   
  Senator Charles Grassley's dari Partai Republik, menerangkan kepada kantor 
berita AS, bahwa sejumlah data yang ia sampaikan pada hari Senin (12/11) 
menyebutkan tuntutannya menginvestigasi aliran dana yang dihimpun para pendeta 
melalui sejumlah gereja besar di AS. Dana tersebut, tidak tersentuh pajak. Itu 
dilakukannya, karena dirinya sendiri adalah anggota penting dalam Komisi 
Keuangan Kongres AS.
   
  “Penyelidikan ini bagian dari perhatian Grassley's yang panjang terkait 
keuangan sejumlah organisasi yang tidak terkena pajak, untuk bisa dibeberkan 
secara jelas kepada para donator, ” jelas laporan tersebut.
   
  Untuk pertama kali, Grassley's akan mengkhususkan enam pendeta terkenal di AS 
lebih dahulu. Menurutnya, ia telah menerima banyak laporan dari masyarakat 
tentang pengelolaan dana gereja yang tertutup dan tidak dibuka untuk publik. 
“Saya mengikuti laporan masyarakat itu sudah lama. Keluhan masyarakat itu 
terkait dengan Dewan Pengelola Gereja yang tidak independen karena ternyata 
mereka memiliki gaya hidup mewah, ditambah tempat tinggal, fasilitas mewah 
seperti pesawat khusus bahkan mobil Roll Royce, ” ujar Grassley's.
   
  Ia juga menyebutkan, dirinya tidak ingin memunculkan sensasi atau masalah 
dalam hal ini. Ia merasakan apa yang dilakukan adalah bagian dari tanggung 
jawab di hadapan para donator dan para pembayar pajak sehingga masalah ini 
memang harus diusut. “Orang yang menyalurkan dana harus mengetahui ke mana dana 
mereka disalurkan sesuai yang mereka inginkan, dan itu harus sesuai dengan 
undang-undang perpajakan, ” jelasnya.
   
  Dana-dana gereja selama ini memang menyimpan banyak misteri. Sebagian orang 
menganggap dana itu sebagai dana suci yang tak mungkin diutak utik. Organisasi 
independent di AS yang memantau beberapa gereja menyebutkan, “Hak para donator 
mengetahui ke mana gereja menyalurkan dana mereka, karena dana mereka dianggap 
sebagai dana suci, tapi jelas dana suci itu tidak boleh diperuntukan untuk 
konsumsi pribadi pengelola gereja. ”
   
  Para aktifis organisasi itu juga menyampaikan laporan bahwa ada 24 gereja 
sekaligus pendeta gereja yang memiliki hak prerogatif tidak mempublikasikan 
uang yang mereka punya secara regular. Misalkan saja, disebutkan dalam laporan 
mereka, bahwa Pendeta Benny Hinn yang memiliki kedudukan sebagai orang yang 
bisa memberikan mu’jizat kesembuhan bagi jamaah yang sakit, tinggal di sebuah 
istana seharga 10 juta dollar di pinggir pantai.
   
  Ia juga memiliki pesawat khusus yang biaya perawatannya saja bisa mencapai 1, 
5 juta dollar setiap tahunnya. Ia juga mempunyai mobil Mercedes seharga 80 ribu 
dollar. Ia juga disebutkan memiliki tim dana khusus yang memungut dana hingga 
3.000 dollar dalam satu malam ketika ia berkunjung ke suatu tempat. 
   
  Pendeta itu juga kedapatan kerap mengunjungi lokasi wisata mahal secara 
teratur seperti Hawai, sejumlah tempat di London dan sebagainya. (na-str/iol)

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke