http://www.eramuslim.com/  Aturan Membujang Gereja Katolik Digugat, Sejumlah 
Pendeta Pilih Menikah  Selasa, 12 Des 06 15:50 WIB
   
  Sebuah keuskupan di Zambia, Afrika terus melontarkan wacana menolak aturan 
Vatikan soal kehidupan membujang atau pengebirian bagi para pendeta. Meskipun 
akibat penolakan itu, Vatikan mengucilkan keuskupan tersebut sejak dua bulan 
lalu.
   
  "Yesus Kristus sendiri tidak pernah mengajarkan hidup membujang dalam 
kependetaan, bahkan meski dia ditasbihkan sebagai salah satu rasul," kata 
mantan uskup Zambia, Emmanuel Milingo dalam pentasbihan dua orang pendeta yang 
menikah di keuskupannya.
   
  Upacara penasbihan yang dilakukan di tepi pantai, dihadapan para wartawan dan 
juru foto serta para jamaah Katolik pada Minggu (10/12) kemarin menjadi acara 
puncak konferensi tiga hari yang membahas berbagai aturan kritis dalam gereja 
Katolik.
   
  "Ini merupakan langkah penting bagi kami," kata Raymond Grossworth, satu dari 
dua pendeta yang baru ditasbihkan. Ia menyatakan, pernikahannya bukan halangan 
baginya untuk melakukan tugas-tugas sebagai seorang pendeta.
  Pada kesempatan itu, kedua isteri pendeta tersebut memakaikan jubah gereja 
sebelum suami-suami mereka ditasbihkan oleh keuskupan. Sebuah tradisi yang tabu 
dilakukan dalam gereka Katolik.
   
  Pada tahun 2001, Vatikan juga diguncang oleh pernikahan Milingo-seorang 
uskup- dengan seorang gadis Korea. Pernikahan itu dilakukan dalam acara 
pernikahan massal di New York yang dipimpin oleh pendiri Unification Churh, Sun 
Myung Moon.
   
  Milingo bercerai beberapa bulan kemudian dan meninggalkan kehidupan 
perkawinan setelah diancam akan dikucilkan. Tapi uskup Milingo kembali membuat 
Vatican marah pada bulan Oktober lalu karena menasbihkan empat pendeta dengan 
status menikah. Milingo akhirnya benar-benar dikucilkan karena dianggap 
melanggar aturan gereja Katolik yang menetapkan bahwa laki-laki yang 
mengabdikan diri pada gereja Katolik dilarang menikah.
   
  Milingo sendiri berulangkali mengungkapkan, dia tidak ingin meninggalkan 
kehidupan gereja tapi ingin melakukan perubahan dari dalam di gereka Katolik. 
Dan ia mengingatkan Paus bahwa pembentukan sebuah gereja Katolik baru sedang 
dilakukan.
   
  "Sebuah gereja Katolik baru sedang dibentuk dengan atau tanpa restu anda," 
ujar Uskup Milingo dalam surat terbukanya yang dikirim ke Paus Benediktus XVI 
bulan November lalu.
   
  Dia menambahkan, pendeta-pendeta dan uskup-uskup yang memilih menikah, 
"secara bertahap akan kembali ke dalam struktur gereja kita." Menurutnya, dalam 
kondisi jumlah pendeta yang sangat minim di seluruh dunia, ada sekitar 150 ribu 
pendeta yang menikah yang siap untuk melakukan pelayanan gereja kembali.
   
  "Kami tidak akan menunggu sampai Vatikan mengatakan 'boleh'. Kami sendiri 
yang menawarkan sebuah pilihan dan pilihan itu artinya anda tidak harus 
memberlakukan aturan membujang bagi semua orang yang ingin menjadi pendeta," 
tandas Milingo.
   
  Milingo, 67, kini sudah membentuk sebuah organisasi Married Priest Now dan 
organisasinya mendapat banyak dukungan dari kalangan penganut Katolik di AS. 
(ln/iol)

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke