sebenarnya bapak yang bersyukur, tapi dimata Allah adalah mudharat dan musibah 
serta azab bagi-Nya (yang meninggalkan Islam)
   
  dan Salma berani taruhan, dia melepas Islam karena kekurang tauan dirinya 
terhadap kemuliaaan Islam, dan dia hanya tergiur oleh gemerlap duniawi yang 
ditawarkan agama barunya. I bet it.
   
  biasanya, seseorang yang convert to Islam, lama mempelajari dan membuat 
perbandingan2 dengan agamanya terdahulu, sebelum dia memutuskan, pada saat dia 
memutuskan, itulah sebenarnya hidayah Allah yang datang kepadanya, melalui 
pikiran yang jernih, dan bertujuan untuk kehidupan achir yang abadi, bukan oleh 
gemerlap kehidupan dunia yang fana dan sementara.
   
  bapak bandingkanlah, gadis srilangka tersebut convert to Islam diantara 
gemerlap dunia non Islam yang mengelilinginya, tapi hidayah Allah membawanya 
meninggalkan gemerlap tersebut, bedakan dengan rekan bapak yang meninggalkan 
Islam dan berada di gemerlap dunia, could u see what the different?
   
  seseorang mudah terpengaruh oleh lingkungan disekitarnya yang melenakan, tapi 
seseorang yang keluar dari pengaruh yang melenakan dan menemukan kebenaran 
sejati, inilah yang pantas diberi ucapan selamat, bukan selamat basa-basi, tapi 
truly selamat, karena memang dia telah berhasil menyelamatkan dirinya, dari 
kungkungan kesenangan kehidupan duniawi yang melenakan.
   
  kisah tentang yang seperti ini sangat banyak tentu terjadi dikalangan ummat 
Muslim yang beruntung mendapat hidayah Allah. Alangkah beruntungnya mereka, 
selamat dari kekufuran. MasyaAllah.
   
  Hidayah Allah datangnya tidak bisa diraba-raba. Apabila Allah menghendaki 
maka ia akan mendatangi hamba yang berbahagia itu dengan cara yang tidak 
terduga.
   
  bagi Islam, yang dibutuhkan adalah kwalitas keimanan, bukan kwantitas 
(jumlah) Muslimnya. Jadi, jumlah pemeluk unworty at all.
   
  "Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah 
orang-orang yang beruntung (10) " (AQ 2:5)
   
  "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu) orang-orang yang 
khusyuÂ’ dalam shalatnya" (QS 23:1-2)
   
  "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun 
orang-orang kafir tidak menyukai (nya)." (QS 40:14)

  dan keberuntungan mereka yang convert to Islam, bukan Salma yang mengatakan, 
tapi Allah. Disini bedanya.
   
  salam,
   
  sFe
   
  
 
   
  

RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          --- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kaifa Ihtadaitu
> 2/11/2007 | 21/Syawal/1428 H | Hits: 486 
> Ramadhan Pertama Imani, Gadis Srilanka Oleh: M. Syamsi Ali, M.A.
> 
> Dua minggu menjelang Ramadhan the Islamic Forum seperti biasanya 
padat dengan peserta dialog. Sebagian besar memang adalah para 
muallaf dan non Muslim yang sudah beberapa bulan belajar Islam. Salah 
satu dari non Muslim itu adalah seorang gadis yang hampir saja 
kusangka gadis Aceh atau Bangladesh. Wajah dan postur tubuhnya nampak 
jauh lebih muda dari umurnya yang ke-23. Sangat pendiam dan sopan, 
tapi sangat kritis dalam mempertanyakan banyak hal.

**** Nah mbak, saya juga ada kesaksian. Sahabat keluarga kami di 
Vienna, wanita Minahasa, menikah dengan seorang manager warga 
Austria. Sebelumnya menikah dengan pria Jawa, yang melahirkan wanita, 
Islam. Ketika anak wanita dari suami pertama menganjak dewasa hidup 
bersama ibu dan ayah barunya di Vienna, dia mengenal nilai nilai 
kehidupan Kristiani yang diamalkan. Moral tinggi, taat hukum, 
teratur, tak ada kesenjangan sosial, humanitas, keperdulian sosial 
tinggi, dia minta dipermandikan. Kami sekeluarga hadir dalam upacara 
permandian di sebuah gereja tua yang sangat indah di kota Vienna.

Kami bersyukur mbak, dia telah masuk kejalan yang benar. Puji Tuhan.

Memang, mbak, 99 % bangsa bangsa maju didunia ini adalah Kristiani, 
Buddha, Shinto, Tao atau Hindu.

Salam beriman

Danardono



                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke