He he he, untung aku member dimilis ini juga kalau tidak ya bisa
ketinggalan kereta. Ada sedikit yang saya mau nanya nih :

sFe = yang benar itu selalu datangnya dari Allah, kalau ada yang
salah, itu murni kesalahan salma dan riri atau pembaca yang
menafsirkannya.
 
BUD'S =  he he he, Kalau gitu si Riri dan Salma ngak benar dong ???,
sembarangan menafsirkannya. Karena penafsirannya bertolak belakang, ya
termasuk sesat dong. 
 
 
sFe = Jadi Mustahil Allah salah dan berubah-ubah dan mencla-mencle
dalam berfirman. Walau kitab2 (Risalah) sebelumnya ada yang dihapus,
tapi Allah membenarkan isi nya, dikarena Allah telah menurunkan AQ
sebagai kitab pelengkap dan penyempurna (pengganti), ibarat buku,
merupakan edisi terbaru, tampilan baru and surely more complete
 
BUD'S = Kenapa sih Allah bikin SK ( Surat Keputusan ) kayak SK dari
pemerintah aja, ada pake revisi2an dan ada penghapusan SK. Bukannya
Allah itu serba maha, ya mbok sekalian langsung SK yang final dan Tok
cer aja. Jangan2 yang disebut " Allah " itu manusia yang bukan
termasuk golongan MAHA.
 
Disamping itu kenapa ya SK versi terakhir ini masih menghalalkan budak
di gauli selain Isteri2 ??? malah disebut 2 kali lagi ( surat 23 dan
70 ) ??. Apakah " Allah " masih memandang bahwa yang disebut Budak itu
bukan sama derajatnya dengan Non-Budak ??? Bagaimana dengan " Adam
adalah Bapak dari segala Bangsa ", dengan ini bukankah " Budak " itu
juga merupakan keturunan dari Adam dan Hawa ???? 
 
Disampaing itu ada satu lagi yang aneh bagi saya , kenapa ya
disebutkan bahwa lebah itu makanannya Buah ???, setahu kita lebah itu
kan makannya adalah sari dari Bunga ???, saya sempat nanya ke orang2 (
termasuk di milis ini ) tapi sangat disayangkan belum ada yang bisa
menjawabnya.
 
Oke deh yang ini dulu, nanti kalau ngak ngeti nanya lagi ya he he he


--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> yang benar itu selalu datangnya dari Allah, kalau ada yang salah,
itu murni kesalahan salma dan riri atau pembaca yang menafsirkannya.
>    
>   kedatangan pembawa Risalah berikutnya, setelah Musa, Isa dan
sampai kepada Muhammad adalah untuk menyempurnakan Risalah yang dibawa
Musa dan Isa. Karena Musa dan Isa dan Nabi2 sebelum Muhammad lainnya
diutus Allah sebagai pembawa Risalah bagi wilayah2 tertentu, ummat2
tertentu, bangsa2 tertentu, beda dengan tugas Muhammad, yang Allah
katakan merupakan pembawa Risalah terachir, pamungkas.
>    
>   �Dan Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki di
antara kalian, tetapi ia adalah Rasul Allah dan Nabi yang terakhir;
dan adalah Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.� [QS.
Al-Ahzab (33): 40]
>    
>   �Dan kami tidak mengutus kamu (Muhamamd), melainkan kepada umat
manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi
peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.� [QS. Saba
(34): 28]
>    
>   "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran
dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan
kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an)." (An Nisaa: 174)
>    
>   Muhammad diutus sebagai pembawa Risalah terachir, yang telah
disempurnakan Risalahnya (dilengkapi) sehingga menjadi sempurna, dan
untuk kepentingan seluruh Alam. Dan tentu saja telah di Ridhoi 
>    
>   �Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi
agama bagimu.� [QS. Al-Maidah (5): 3] 
>    
>   �Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam.� [QS. Al-Anbiya (21): 107].
>    
>   �Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur�an dengan membawa
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu Kitab-Kitab (yang
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain
itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan
dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan
kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara
kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah
hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka
berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali
kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu
perselisihkan itu.� [QS. Al-Maidah (5): 48]
>    
>   Dan Muhammad diutus Allah bukan untuk mengingkari kitab2
sebelumnya, tetapi untuk membenarkan (dan melengkapi).
>    
>   "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain
itu." (Al Maaidah: 48) 
>    
>   Dan Allah sudah menegaskan bahwa Muhammad adalah The Last Messenger. 
>    
>   Jadi Mustahil Allah salah dan berubah-ubah dan mencla-mencle dalam
berfirman. Walau kitab2 (Risalah) sebelumnya ada yang dihapus, tapi
Allah membenarkan isi nya, dikarena Allah telah menurunkan AQ sebagai
kitab pelengkap dan penyempurna (pengganti), ibarat buku, merupakan
edisi terbaru, tampilan baru and surely more complete.
>    
>   dan semua Muslim yang bukan sempalan, meng Imani hal ini.
>    
>   semoga tercerahkan.
>    
>   sFe
> 
> BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>             Kalau saya membaca postingnya sFe 
>    
>    Aqidah Muslim
>  5/11/2007 | 24/Syawal/1428 H | Hits: 279 
> Makna Nabi Muhammad saw. Sebagai Penutup Para Nabi  Oleh: Tim
dakwatuna.com 
> Definisi Nabi Terakhir mengandung unsur-unsur yang harus diimani,
yaitu:  Menghapus Risalah sebelumnya
>  
> Risalah sebelumnya adalah semua kitab dan hukum yang pernah
diturunkan oleh Allah swt. kepada para nabi dan dikabarkan oleh Allah
swt. di dalam Al-Qur'an maupun di dalam As-Sunnah yang shahih, yaitu
Shuhuf (lembaran) yang 
>   ==== cut ====
>    
>   Coba bandingkan dengan tulisan Riri ;
>    
>   Allah ingin hamba2Nya percaya padaNya, beriman padaNya, jadi sudah
tentu Allah tidak akan mengingkari firman2Nya sendiri. mustahil Allah
bertindak bodoh ala manusia2 seperti anda.
>   === cut ====
>    
>   sFe mengatakan bahwa Allah membatalkan apa yang pernah diturunkan
( Firmannya ), sedangkan Riri mengatakan Allah  tidak akan mengingkari
firman2Nya ( kalau gitu ya ngak pernah dong menghapuskan  Risalah
sebelumnya ). 
>    
>   Jadi mana yang benar sih ???
>    
>     ----- Original Message ----- 
>   From: riri cute 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Saturday, November 10, 2007 3:14 AM
>   Subject: Re: [zamanku] Makna Nabi Muhammad saw. Sebagai Penutup
Para Nabi
>   
> 
>       emangnya Allah seperti anda yang pikirannya terbalik-balik?
Allah ingin hamba2Nya percaya padaNya, beriman padaNya, jadi sudah
tentu Allah tidak akan mengingkari firman2Nya sendiri. mustahil Allah
bertindak bodoh ala manusia2 seperti anda.
>    
>   karena keMuliaan Allah membuat Dia tidak serupa wujud, sifat
dengan yang Dia cipatakan. Mahasuci Allah dari apa2 yang anda
pikirkan. be smartlah kalau memberi komen, jangan seperti jawaban anak sd.
>   
> "Mengapa mereka tidak mau beriman?, Dan apabila Al Qur�an dibacakan
kepada mereka, mereka tidak bersujud, bahkan orang-orang kafir itu
mendustakan(nya). Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan
(dalam hati mereka). Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab
yang pedih, Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi
mereka pahala yang tidak putus-putusnya." (QS 84 :20-5)
>    
>   Maha Benar Allah Dengan Segala Firman2Nya.
>    
>   r2fw
>   
> 
> Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         Bukankah katanya Allah itu Maha Segala Kuasa, jadi kalau
Allah mau merubah sesuatu yang pernah dikatakan, apakah Allah mesti
bertanya kepada manusia bahwa: "Hei ummatKu, maaf seribu maaf! Dulu
Saya bilang bahwa Muhammad adalah nabi penuntup, tetapi sekarang Saya
mau buat dan nobatkan nabi baru, apakah kalian mengizinkan?" 
>     ----- Original Message ----- 
>   From: sFe 
>   To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Wednesday, November 07, 2007 9:01 PM
>   Subject: [zamanku] Makna Nabi Muhammad saw. Sebagai Penutup Para Nabi
>   
> 
>   (wajib dibaca Muslimin/mah, perlu dibaca non Muslim dan atheis,
agar tidak memberi komentar serta tanggapan yang salah  kaprah dan
menyesatkan mengenai urusan "rumah tangga" agama Islam)
>    
>   sFe
>    
>   Aqidah Muslim
>   5/11/2007 | 24/Syawal/1428 H | Hits: 279 
>   Makna Nabi Muhammad saw. Sebagai Penutup Para Nabi   Oleh: Tim
dakwatuna.com 
>    
>   Definisi Nabi Terakhir mengandung unsur-unsur yang harus diimani,
yaitu:
>    
>    Menghapus Risalah sebelumnya
>    
>   Risalah sebelumnya adalah semua kitab dan hukum yang pernah
diturunkan oleh Allah swt. kepada para nabi dan dikabarkan oleh Allah
swt. di dalam Al-Qur�an maupun di dalam As-Sunnah yang shahih, yaitu
Shuhuf (lembaran) yang diturunkan kepada Ibrahim a.s. [lihat QS.
Al-A�laa (87): 14-19 dan An-Najm (53): 36-42], Shuhuf yang diturunkan
kepada Musa a.s. [lihat QS. Al-A�laa (87): 14-19 dan An-Najm (53):
36-42], Taurat yang diturunkan kepada Musa a.s. (lihat QS. Al-Baqarah
(2): 53, Ali Imran (3): 3, Al-Maidah (5): 44, dan Al-An�am (6): 91],
Zabur yang diturunkan kepada Daud a.s. [lihat QS. An-Nisa� (4): 164,
Al-Kahfi (18): 55, dan Al-Anbiya� (21): 105], dan Injil yang
diturunkan kepada Isa a.s. [lihat QS. Ali Imran (3): 3 dan Al-Mai�dah
(5): 46].
>   Semua kitab-kitab tersebut hukumnya telah di-nasakh (dihapuskan)
oleh Al-Qur�an, kecuali beberapa hukum dan kisah. Dan semua yang belum
di-nasakh tersebut disebutkan secara jelas dalam Al-Qur�an ataupun
Al-Hadist
>    
>    Membenarkan Para Nabi Sebelumnya
>    
>   �Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah
yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari
orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke
belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu
adalah kitab Allah).� [QS. Al-Baqarah (2): 101]
>    
>   Membenarkan para nabi sebelumnya, maksudnya bahwa Islam melalui
kitabnya, yaitu Al-Qur�an, membenarkan keberadaan para nabi yang ada
sebelum Nabi Muhammad saw. dan meyakini bahwa Allah swt. menurunkan
kitab-kitab kepada para nabi tersebut. Kita pun membenarkan seluruh
berita yang ada dalam semua Kitab-kitab tersebut adalah dari Allah
swt., selain yang telah diselewengkan dan diubah oleh para ahli kitab;
serta mengerjakan semua hukumnya kalau ada yang belum di-nasakh
(dihapuskan) oleh Al-Qur�an.
>    
>   Katakanlah: �Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril
itu telah menurunkannya (Al-Qur�an) ke dalam hatimu dengan seizin
Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi
petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. [QS.
Al-Baqarah (2): 97]
>    
>   �Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur�an dengan membawa
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu Kitab-Kitab (yang
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain
itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan
dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan
kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara
kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah
hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka
berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali
kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu
perselisihkan itu.� [QS. Al-Maidah (5): 48]
>    
>    Penyempurna Risalah Sebelumnya.
>   
> �Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah
kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu
menjadi agama bagimu.� [QS. Al-Maidah (5): 3]
>    
>   Bahwa Islam adalah agama terakhir, maka nabinya pun adalah nabi
penutup, sehingga kitabnya, yaitu Al-Qur�an ini, diturunkan oleh Allah
swt. untuk menyempurnakan semua risalah sebelumnya. Oleh karena semua
risalah sebelum Nabi Muhammad saw. tersebut telah mengalami perubahan
dan penyimpangan dari masa ke masa yang dilakukan oleh generasi
setelahnya. Berbagai penyimpangan itu diantaranya: mengubah arti dari
lafazh (kata-kata) yang ada [lihat QS. Ali Imran (3): 75, 181, 182;
An-Nisa� (4): 160-161; Al-Maidah (5): 64], mengubah atau menambah baik
kata, kisah, maupun hukum [lihat QS. Al-Baqarah (2): 79, Ali Imran
(3): 79-80; Al-Maidah (5): 116-117], menyembunyikan dan menghilangkan
berita-berita tentang Nabi Muhammad saw. dan kebenaran lainnya [lihat
QS. Al-Baqarah (2): 89-90, 109, 146; Ali Imran (3): 71-72; Ash-Shaff
(61): 6].
>    
>    Berlaku untuk Semua Manusia.
> 
>   �Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia
seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi
peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.� [QS. Saba�
(34): 28]
>    
>   Perbedaan syariat Nabi Muhammad saw. dibandingkan para nabi
sebelumnya adalah bahwa syariat beliau berlaku untuk seluruh ummat
manusia sampai akhir zaman. Hal ini berbeda dengan syariat para nabi
yang lainnya yang hanya terbatas untuk umatnya saja.
>    
>   Hal ini mengandung dua pelajaran bagi kita, yaitu: pertama,
mengetahui hikmah Allah swt. dalam penetapan hukum bagi setiap umat,
sehingga Allah swt. selalu menetapkan hukum yang sesuai bagi setiap
umat. Kedua, oleh sebab itu hal ini meyakinkan kita bahwa Islam
merupakan syari�at yang paling sempurna, paling lengkap, dan paling
baik karena merupakan penutup dan penyempurna dari risalah semua nabi
dan rasul.
>    
>   Menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam.
> 
>   �Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam.� [QS. Al-Anbiya� (21): 107]
>    
>   Hal lain yang juga memperkuat kebenaran risalah yang dibawa oleh
Nabi Muhammad saw. adalah dampak dari dakwahnya. Dakwahnya yang telah
dapat mengubah sebuah peradaban yang terbelakang, buta aksara, dan
kejam, menjadi memimpin dan menguasai peradaban dunia serta mengisinya
dengan gabungan antara ketinggian ilmu pengetahuan dan akhlak yang
belum dapat ditandingi oleh peradaban modern saat ini sekalipun. Di
antara hasil karya besar Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat bagi alam
semesta ini adalah sebagai berikut.
>    
>   1. Memusnahkan segala jenis syirik, baik yang besar (menyembah
berhala, sihir, ramal, dan sebagainya) maupun kecil (sumpah bukan
dengan nama Allah, riya�, dan sebagainya); dan menggantinya dengan
keimanan yang total kepada Allah swt.
>    
>   2. Memusnahkan segala adat tradisi jahiliyyah yang menyimpang,
seperti membuka aurat, ber-khalwat dengan lawan jenis, campur baur
lelaki dan wanita (ikhtilath), dan sebagainya; dan menggantinya dengan
akhlak yang mulia dan tuntunan moral yang luhur.
>    
>   3. Menegakkan sebuah sistem kehidupan yang seluruhnya berdiri di
atas tauhid, baik ekonomi, politik, sosial, kemasyarakatan, seni,
olahraga, dan lain-lain.
>    
>   4. Melakukan sebuah revolusi total terhadap hati sanubari,
pemikiran, dan peraturan hidup umat manusia.
>    
>   5. Mempersatukan semua ras, semua suku, semua golongan manusia di
bawah sebuah sistem yang berlandaskan tauhid, berhukumkan Al-Qur�an
dan As-Sunnah dan bertujuankan kebaikan dunia dan akhirat
>    
>   Ketika kita beriman kepada Nabi Muhammad saw., maka kita akan
mengetahui bahwa risalah beliau adalah risalah yang paling lengkap dan
paling sempurna yang pernah diturunkan oleh Sang Pencipta kepada
hamba-Nya. Akidah semua nabi adalah satu, yakni tauhid, tetapi syariah
mereka berbeda-beda. Karena Nabi Muhammad saw. adalah nabi penutup,
maka risalahnya adalah risalah yang terakhir dan syariatnya akan
berlaku hingga akhir zaman. Tiada agama yang diridhai di sisi Allah
swt. kecuali Islam, dan tidak ada nabi yang membawa syariat lain
setelah Nabi Muhammad saw.
>    
>    
>   �Dan Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki di
antara kalian, tetapi ia adalah Rasul Allah dan Nabi yang terakhir;
dan adalah Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.� [QS.
Al-Ahzab (33): 40]
>    
>   Imam At-Thabari saat menafsirkan ayat ini berkata, �Muhammad saw.
itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian (Zaid bin
Haritsah r.a., yaitu anak angkat Nabi saw.) melainkan beliau adalah
Nabi terakhir, maka tiada lagi Nabi setelah beliau sampai hari kiamat;
dan adalah Allah swt. terhadap segala perbuatan dan perkataan kalian
Maha Mengetahui.� (Jami�ul Bayan fi Ta�wilil Qur�an, Imam At-Thabari,
XX/278)
>    
>   Imam Al-Qurthubi berkata, ayat ini mengandung 3 hukum Fiqh.
>    
>    �Pertama, saat Nabi saw. menikah dengan Zainab (mantan istri Zaid
bin Haritsah r.a.) orang-orang munafik berkata: Dia (Muhammad)
menikahi mantan istri anaknya sendiri, maka ayat ini turun untuk
membantah hal tersebut. 
>    
>    
>   Kedua bahwa Muhammad saw. adalah Nabi terakhir, tiada Nabi
sesudahnya yang membawa syariat baru. 
>    
>   Ketiga, syariat beliau menyempurnakan syariat sebelumnya,
sebagaimana sabdanya: Aku diutus untuk �menyempurnakan� akhlak yang
mulia, atau sabdanya yang lain:
>    
>    Perumpamaanku dengan nabi sebelumku seperti perumpamaan seorang
yang membuat bangunan yang amat indah, tinggal sebuah lubang batu bata
yang belum dipasang, maka akulah batu bata tersebut dan akulah nabi
yang terakhir.� (Al-Jami� li Ahkamil Qur�an, Imam Al-Qurthubi, I/4484)
>    
>   Berkata Sayyid Quthb rahimahullah dalam tafsirnya, �Bahwa setelah
menjelaskan tentang beliau saw. bukanlah ayah dari Zaid bin Haritsah
r.a., sehingga halal beliau menikahi Zainab r.a., ayat ini juga
menggariskan tentang pemenuhan hukum syariat yang masih tersisa yang
harus diketahui dan disampaikan kepada umat manusia, sebagai realisasi
dari penutup risalah langit untuk di bumi ini, tidak boleh ada
pengurangan dan tidak boleh ada perubahan, semuanya harus
disampaikan.� (Fi Zhilalil Qur�an, Sayyid Quthb, VI/89)
>    
>   Lebih lanjut beliau menambahkan saat menafsirkan akhir ayat
tersebut (yang berbunyi �Dan adalah Allah Maha Mengetahui atas segala
sesuatu�), �Sungguh Dia-lah yang paling mengetahui apa yang paling
baik dan paling tepat bagi para hamba-Nya, maka Ia memfardhukan kepada
Nabi-Nya apa yang seharusnya dan memilihkan bagi beliau apa yang
terbaik. Ia menetapkan hukum-Nya ini sesuai dengan pengetahuan-Nya
yang meliputi segala sesuatu dan ilmu-Nya tentang mana yang terbaik
tentang hukum, aturan dan undang-undang serta sesuai dengan
kasih-sayang-Nya kepada semua hamba-Nya yang beriman.�
>    
>   Demikianlah telah ijma� (konsensus) di antara para ulama bahwa
Nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir, sehingga jika ada orang yang
datang setelah beliau menyatakan ada nabi setelah beliau, maka
perkataan tersebut batil dan tertolak berdasarkan ijma�; dan pelakunya
harus bertobat kepada Allah swt. 
>   Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com     
> ---------------------------------
>     
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition. 
> Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.24/1117 - Release Date:
11/7/2007 10:52 PM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
>   
> 
>   .
>  
> 
>   
> 
>                          
> 
> 
>  Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke