Liberty: Inggris, Jangan Cuma Bisa Ngomong Soal Hak Asasi  Selasa, 13 Nov 07 
14:42 WIB
   
  Organisasi pemantau hak asasi manusia Liberty yang berbasis di London 
menyatakan, Inggris adalah salah satu negara yang menjadi target aksi-aksi 
terorisme dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun dibandingkan negara-negara 
lainnya, AS misalnya, Inggris menerapkan masa tahanan sebelum ditetapkan 
tuduhan, dengan waktu yang paling panjang terhadap orang-orang yang dicurigai 
terlibat terorisme.
   
  "Konstitusi di AS menetapkan batas tahanan sebelum penetapan tuntutansampai 
dengan 48 jam. Spanyol selama lima hari, Turki menetapkan 7 hari dan Italia 
maksimum hanya empat hari, " demikian bagian isi laporan Liberty.
   
  Lebih lanjut dalam laporannya Liberty menyatakan, "Bagaimana bisa pemerintah 
kita dan beberapa aparat kepolisian berargumen bahwa Inggris harus menahan 
seseorang lebih dari sebulan, sementara negara-negara lain hanya menetapkan 
kurang dari seminggu. "
  Masa tahanan sebelum seseorang resmi jadi tersangka terorisme adalah masa 
seseorang boleh ditahan dan diinterogasi polisi, sebelum seseorang itu resmi 
dikenakan tuduhan dalam suatu kasus.
   
  Liberty melakukan penelitian bertema "Berapa Lama Anda Ditahan Tanpa Tuduhan 
yang Jelas?" atas dasar masukkan dan bantuan dari para praktisi hukuk di 15 
negara di dunia. Di Inggris, mereka yang dicurigai pelaku terorisme, boleh 
ditahan maksimal selama 28 hari tanpa tuduhan atau empat kali lebih lama dari 
tersangka pelaku pembunuhan.
   
  Bahkan ketika Tony Blair masih menjabat sebagai perdana menteri, ia 
mengajukan usulan untuk memperpanjang tahanan selama 90 hari. Namun usulan itu 
ditolak parlemen. Namun PM Inggris yang sekarang, Gordon Brown, malah 
mengajukan usulan masa tahanan selama 56 hari.
   
  Liberty mengkritik langkah pemerintah Inggris yang menerapkan masa tahanan 
yang terlalu panjang tanpa adanya tuduhan yang jelas. "Menahan orang lebih dari 
sebulan tanpa tuduhan, tak terhindarkan akan menimbulkan ketidakadilan, akan 
merongrong kemampuan kita dalam melawan terorisme dengan cara mengambil hati 
dan merebut simpati masyarakat, " tandas Liberty.
   
  Direktur Liberty, Shami Chakrabarti mengatakan, para pejabat Inggris harus 
menerjemahkan kuliah-kuliah mereka tentang hak asasi manusia ke dalam tindakan 
yang lebih konkrit.
   
  "Menteri-menteri Inggris boleh saja bicara soal hak asasi manusia di Birma 
dan Pakistaan, tapi seharusnya mereka memulainya di dalam negeri sendiri. 
Menahan para tersangka lebih dari satu bulan tanpa tuduhan yang jelas, akan 
menjadi hal yang memalukan bagi Inggris di mata dunia internasional, " 
tandasnya. (ln/iol)

       
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites.  Make Yahoo! your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke