http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8099


*PRESIDEN: DEMOKRATISASI HASILKAN STABILITAS POLITIK SERTA REFORMASI TNI*


Nusa Dua, Bali, *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* menegaskan demokratisasi
di tanah air yang semula dikhawatirkan tidak akan berlangsung lama karena
negara ini terlalu besar dan penduduknya dianggap belum siap, namun ternyata
justru menghasilkan stabilitas politik, reformasi TNI serta pertumbuhan
ekonomi.

"Demokratisasi semula diperkirakan banyak orang tidak akan berlangsung lama
di Indonesia. Masyarakatnya dianggap tidak siap. Negara ini juga dianggap
terlalu besar dan kompleks," kata Presiden Yudhoyono di Nusa Dua, Bali,
Senin, ketika membuka pertemuan ke-40 Asosiasi Internasional Konsultan
Politik.

Pada acara tersebut Presiden menerima penghargaan atas nama seluruh bangsa
Indonesia yang disebut penghargaan "Democracy Award".

Pada masa lalu penghargaan ini hanya diberikan kepada tokoh politik
terkemuka secara individual dan bukan atas nama negara seperti mantan
Presiden Filipina Corazon Aquino serta mantan Presiden Afrika Selatan Nelson
Mandela.

Pada acara yang dihadiri pula ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Polhukam
Widodo AS, Mendagri Mardiyanto serta Mensesneg Hatta Rajasa itu Presiden
mengatakan bahwa perkiraan banyak orang itu justru salah.

"Kita telah berhasil secara radikal untuk melakukan pembaharuan politik dan
pertumbuhan ekonomi," kata Presiden kepada para peserta kongres tahunan
organisasi itu.

"Kami berhasil melakukan reformasi terhadap TNI sehingga mereka kini lebih
banyak bertugas untuk menjaga demokratisasi dan reformasi," kata Presiden
pada acara yang juga dihadiri Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Gubernur DKI
Jakarta Fauzi Bowo serta Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.

Sekalipun menunjukkan keberhasilan reformasi dan demokratisasi di tanah air,
Presiden Yudhoyono juga mengatakan bangsa ini masih menghadapi masa-masa
kritis.

"Adalah penting bagi Indonesia agar proses demokratisasi tersebut menjadi
lebih memasyarakat di tanah air," kata kepala negara dalam pertemuan yang
juga dihadiri Gubernur Bali Dewa Beratha.

Konferensi tahunan ke-40 Asosiasi Internasional Konsultan Politik itu baru
pertama kali dibuka oleh seorang kepala negara atau kepala pemerintahan.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke