Bila potensi minyak di laut dalam sebesar 90 milyar barel telah ditemukan
teknologi pengangkatannya, Indonesia tidak akan kekurangan minyak selama
100-150 tahun.


----------------------------------------------------------------------

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/14/indonesia-memiliki-150-ladang-minyak/


*Indonesia Memiliki 150 Ladang Minyak*

Denpasar (ANTARA News) - Indonesia memiliki ladang minyak bumi sebanyak 150
buah, namun hanya 58 buah di antaranya dalam proses produksi, dengan hasil
berkisar 900.000 hingga satu juga barel per hari.

Sebanyak 92 buah sisanya masih dalam proses eksplorasi dengan tingkat
kegagalan yang cukup tinggi, kata Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Perminyakan
Indonesia (IATMI), Kuswo Wahyono, di Nusa Dua, Bali, Rabu.

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan bersama Ketua Umum Himpunan Ahli
Geofisika Indonesia (HAGI) Abdul Mutalib Masdar, selesai mendampingi
Inspektur Jenderal Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) S.
Suryanto membuka Konvensi 2007 mengenai Sumber energi campuran optimalisasi
dari energi campuran untuk keamanan energi nasional.

Tingkat kegagalan eksplorasi yang mencapai 70 persen akibat kesulitan
mendeteksi sumber-sumber minyak di perut bumi.

Meskipun tingkat kegagalannya cukup tinggi itu, kondisinya masih lebih baik
dibanding dengan negara lain yang tingkat keberhasilannya hanya 20 persen.
Oleh sebab itu perlu pencitraan Indonesia di dunia internasional agar
investor asing tertarik menanamkan modal dalam pengeboran minyak.

Selain berinvestasi dalam pengeboran minyak bumi, sentuhan modal asing juga
sangat diharapkan untuk mengembangkan energi-energi alternatif.

Menurut Suryanto, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi
alternatif, antara lain air, angin dan tanaman jarak.

Untuk air misalnya Indonesia memiliki pantai dengan ombaknya yang keras
sepanjang 90.000 km yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi
alternatif.

Semua itu telah dikaji tim percepatan peningkatan produksi minyak Departemen
energi dan Sumber Daya Mineral, ujar Suryanto. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke