http://www.antara.co.id/arc/2007/11/14/indonesia-akan-gelar-pameran-dagang-terbesar-di-eropa/

*Indonesia Akan Gelar Pameran Dagang Terbesar di Eropa*

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia akan menyelenggarakan pameran perdagangan,
investasi, dan pariwisata terbesar di Eropa (1st IE-CEE) di Warsawa 8-10 Mei
2008, kata Duta Besar RI untuk Polandia, Hazairin Pohan.

Dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, pameran akbar
Indonesia itu dilangsungkan selama tiga hari di gedung pameran termegah di
Polandia Expo-XXI seluas 10.000 m2.

Indonesia akan mengisi acara itu dengan memamerkan produk unggulan,
temu-usaha, seminar investasi, dan promosi berbagai paket wisata diselingi
berbagai acara kebudayaan.

1st IE-CEE dengan tema "Bridging the Distance!" tersebut diprakarsai 9 Dubes
RI di kawasan Eropa Timur yang berkedudukan di Beograd (Serbia), Bratislava
(Slovakia), Bukares (Romania), Budapes (Hongaria), Kiev (Ukraina), Moskow
(Rusia), Praha (Ceko), Sofia (Bulgaria), dan Warsawa (Polandia).

Pameran itu didukung Departemen Luar Negeri, Departemen Perdagangan,
Departemen Perindustrian, Departemen Koperasi dan UKM, BKPM, Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata. Sejumlah Gubernur dari berbagai provinsi yang
potensial, Kadin dan pelaku usaha nasional juga ikut serta.

Menurut Dubes Pohan, penyelenggaraan Expo se-Eropa Timur itu merupakan
keputusan Pemerintah yang strategis, sejalan dengan kesimpulan penelitian
pasar (market intelligence) bahwa terdapat peluang besar produk-produk RI
untuk memperbesar market-share di kawasan tersebut dan bersaing dengan
produk-produk dari negara-negara Asia lainnya.

Nilai perdagangan RI dengan Eropa Timur sejak 2002 tumbuh rata-rata 30
persen per tahun dan telah mencapai lebih dari 3 milyar dolar AS, sedang
laju peningkatan kunjungan wisatawan kini mencapai 40 ribu.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan dari bekas negara
sosialis itu dengan keunggulan teknologinya sedang bernegosiasi dalam
berbagai proyek infrastruktur, pertambangan, dan industri dengan nilai
proyek sekitar USD. 5 milyar.

Indonesia juga telah menandatangani sejumlah persetujuan kerjasama di bidang
keuangan senilai hampir USD 2 milyar. Melalui kegiatan 1st IE-CEE ini, angka
perdagangan dalam 5 tahun mampu didongkrak hingga tiga kali lipat.


Polandia sebagai entry point

Hazairin Pohan juga menyambut baik pemilihan ibukota Polandia sebagai tempat
penyelenggaraan IE-CEE pertama, mengingat kedudukan strategis Polandia
dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta yang didukung tingkat pertumbuhan
ekonomi 6-7 persen per tahun.

Menurut dia, Polandia merupakan entry-point yang tepat karena merupakan
anggota baru UE terbesar dan memiliki infrastruktur ekonomi lengkap yang
menjamin akses dagang ke seluruh negara Eropa yang berpenduduk sekitar 800
juta jiwa.

"Walaupun tadinya Expo dikhususkan untuk Eropa Timur, namun mengingat
kedekatan jarak dengan Eropa Barat, maka pimpinan Deplu telah
menginstruksikan kepada dubes-dubes RI dari seluruh Eropa, termasuk Rusia
dan negara-negara di sekitarnya untuk mendatangkan buyers pada event akbar
tersebut," ujarnya.

Dubes Pohan menargetkan kurang lebih 5.000 pembeli di tingkat distributor
dari seluruh Eropa, termasuk Rusia dan negara-negara sekitarnya, akan datang
ke Warsawa.

Dalam jangka menengah, dia memperkirakan akan terbentuk jaringan kerja dan
kontak bisnis yang berkelanjutan antara 1.000 perusahaan unggulan RI yang
akan berpameran.

"Sebagai insentif kepada para exhibitors, kami menyediakan secara gratis
ruang pamer (indoor) dan pemasangan iklan di website dan berbagai fasilitas
dukungan lainnya," kata Hazairin. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke