http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/13/090929.htm


*Ditemukan, Fosil Kera Besar Pra Manusia*


HONG KONG, SELASA - Para peneliti di Afrika menemukan tulang rahang berusia
10 juta tahun yang mereka yakini sebagai spesies kera besar yang berkerabat
dekat dengan nenek-moyang gorila, simpanse dan manusia.

Penggalan tulang itu ditemukan bersama 11 gigi di timbunan lumpur vulkanis
di wilayah Nakali, Kenya. Para peneliti menyimpulkan hewan tersebut
berukruan antara gorila betina dewasa dan orangutan betina, serta memakan
kacang-kacangan, biji-bijian serta buah.

"Gigi itu tertutup email dan lapisan luarnya tipis dan padat, sehingga
menunjukkan bahwa makanan kera ini terdiri atas banyak barang keras, seperti
kacang atau biji-bijian dan buah," kata Yutaka Kunimatsu dari Primate
Research Institute di Kyoto University dalam suatu wawancara telepon. "Ia
hidup pada masa sebelum terjadi perpisahan antara gorila, simpanse dan
manusia," katanya.

Namun Kunimatsu mengaku sulit menggambarkan secara pasti bentuk spesies yang
diberi nama Nakalipithecus nakayamai tersebut. "Kami hanya memiliki beberapa
penggalan rahang dan beberapa gigi... tapi kami berharap dapat menemukan
bagian lain tubuh dalam penelitian mendatang. Kami berencana kembali lagi
tahun depan dan berusaha menemukan tulang di bawah leher untuk mengetahui
bagaimana hewan itu bergerak," katanya.

Temuan itu, yang disiarkan dalam Proceedings of the National Academy of
Sciences, dianggap penting karena memunculkan bukti baru terhadap teori
bahwa "evolusi dari kera menjadi manusia mungkin telah terjadi di seluruh
Afrika". Ini berbeda dengan dugaan sebagian peneliti yang meyakini bahwa
nenek-moyang kera dan manusia sempat meninggalkan Afrika menuju Eropa dan
Asia, dan belakangan kembali lagi.

Sebelum temuan itu, sangat sedikit bukti fosil di Afrika yang berasal dari
masa 7 juta hingga 13 juta tahun lalu. Karenanya menurut Kunimatsu temuan
tersebut menunjukkan bahwa nenek-moyang kera besar Afrika dan manusia
"kelihatannya berevolusi di Afrika".

"Sekarang, kami memiliki spesies baru di Afrika. Kami tak perlu menduga
nenek-moyang kera dan manusia datang dari Eruasia ke Afrika. Saya kira lebih
mungkin mereka berevolusi dari kera pada masa Miocene di Afrika," katanya.
Miocene adalah masa yang membentang antara 23,03 juta hingga 5,33 juta tahun
lalu.

"Sebagian kera (kemudian) meninggalkan Afrika dan berpindah ke Eurasia.
Mereka lalu menjadi orangutan di Asia Tenggara. Orangutan hari ini
berevolusi dari kera yang meninggalkan Afrika," katanya. (ANTARA/wsn)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke