http://www.antara.co.id/arc/2007/11/17/dunia-di-ambang-bencana-iklim/

*Dunia di Ambang Bencana Iklim*

Paris (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon Sabtu menyerukan
pentingnya tindakan untuk mengatasi pemanasan global, dan memperingatkan
bahwa dunia pada saat ini berada di ambang bencana, pada saat para pakar
saintis terkemuka akan mengeluarkan laporan baru mengenai perubahan iklim
bagi para pembuat keputusan.

"Kami semua setuju. Perubahan iklim adalah kenyataan, dan kami ummat manusia
harus bisa mengatasinya. Karena itu, sejak sekarang, semua orang hendaknya
memahami sepenuhnya betapa gawat ancaman tersebut, atau hal itu segera
terjadi," tulis Sekjen PBB dalam komentarnya pada suratkabar International
Herald Tribune seperti dikutip AFP.

"Saya selalu menyebutkan pemanasan global akan menjadi masalah yang paling
penting. Sekarang saya yakin bahwa kita kini berada di ambang bencana, jika
kita tidak melakukan tindakan apapun."

Ban mencatat meningkatnya pencairan sungai es (gletser) dan es di kutub,
serta menandaskan bahwa hancurnya es di Antartika itu sendiri akan menaikkan
ketinggian air laut sampai enam meter atau 18 kaki, yang bisa menenggelamkan
kota-kota pantai New York, Mumbai dan Shanghai.

"Saya tidak menyebarkan kepanikan. Tapi saya yakin bahwa kita saat ini makin
mendekati saat-saat yang mengerikan itu," kata Sekjen PBB.

Ban akan menyampaikan presentasinya pada Panel Antar-pemerintah PBB mengenai
Perubahan Iklim (IPCC) di Valencia, Spanyol Sabtu, sebagai laporan inti yang
diarahkan untuk membantu para pembuat keputusan dalam menghadapi pengambilan
keputusan-keputusan tegas untuk menghentikan polusi yang berasal dari bahan
bakar minyak (fosil), dan digantikan dengan energi yang lebih bersih.

Laporan pimpinan PBB juga dimaksudkan untuk mendorong pertahanan dalam
menghadapi kekeringan, banjir, badai serta persoalan-persoalan lain yang
berkaitan dengan perubahan iklim.

Dia menggolongkan kesimpulan-kesimpulan dari laporan-laporannya sebagai
pendorong harapan-harapan dalam mengatasi pemanasan global dan perubahan
iklim.

"Semua pesan diarahkan kepada agar kita bisa mengatasi hal itu. Ada
kenyataan, namun juga ada cara-cara yang bisa mengatasi perubahan iklim
itu," kata Ban.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke