http://www.antara.co.id/arc/2007/11/16/belanda-akan-bangun-penyulingan-cpo-di-indonesia/

*Belanda Akan Bangun Penyulingan CPO di Indonesia*

Jakarta (ANTARA News) - Investor Belanda berencana membangun pabrik
penyulingan minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia untuk pengembangan
biofuel (solar).

"Khusus di bidang energi, pihak Belanda sangat berkeinginan untuk
mengembangkan energi biofuel dari minyak sawit, karena itu Belanda akan
membangun pabrik penyulingan CPO di Indonesia," kata Menteri Perdagangan
Mari Elka Pangestu dalam keterangan resminya yang diterima ANTARA News di
Jakarta, Jumat.

Menurut Mendag, pertemuannya dengan Menteri Perekonomian Belanda M.J.A. van
der Hoven menghasilkan kesepakatan untuk mempererat kerjasama ekonomi dengan
peningkatan bantuan teknis dan pembangunan kapasitas termasuk bidang energi,
lingkungan dan pariwisata.

"Kedua pihak menyepakati pembentukan payung kerjasama yang lebih
komprehensif dan kemitraan yang lebih luas. Keinginan tersebut akan
dituangkan dalam suatu nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani oleh
kedua kepala negara pada saat kunjungan Presiden RI ke Belanda, Maret 2008,"
ujar Mendag.

Selama kunjungan ke Belanda pada 13-14 November 2007 itu, Mendag juga
bertemu dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Belanda, F. Heemskerk dan
bersepakat meningkatkan perdagangan dua negara yang cenderung mulai turun.

Badan promosi ekspor negara berkembang milik Belanda (CBI) akan membantu
promosi perdagangan produk Indonesia ke Eropa. CBI akan mengintensifkan
kerjasama dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN).

Untuk meningkatkan produksi komoditi ekspor Indonesia (joint production),
Belanda akan meningkatkan investasinya di berbagai sektor sepreti budidaya
bunga, perikanan, kehutanan, CPO, furnitur, dan lain-lain.

Nilai perdagangan dua negara tumbuh sekitar 16,57 persen dalam lima tahun
terakhir dan mencapai 3,03 miliar dolar AS pada 2006. Ekspor non migas
Indonesia ke Belanda selama periode itu naik 12,75 persen per tahun dari 1,6
miliar dolar AS pada 2002 menjadi 2,3 miliar dolar AS pada 2006.

Ekspor utama Indonesia ke Belanda adalah CPO, kakao, ikan dan udang, mebel
dan produk kayu, serta pakaian jadi dan alan kaki.

Sementara Indonesia mengimpor produk makanan, "paperboard", susu dan krim.
Nilai Impor Indonesia dari Belanda meningkat 7,9 persen per tahun. Pada
2005, nilai impor Indonesia dari Belanda mencapai 369,1 juta dolar AS
meningkat menjadi 515,4 juta dolar AS pada 2006.

Dalam bidang investasi, Belanda menempati urutan ke-7 dengan nilai investasi
mencapai 2,04 miliar dolar AS untuk 123 proyek.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke