http://www.antara.co.id/arc/2007/11/15/amerika-negeri-islami/

*Amerika Negeri Islami?*

Oleh Akhmad Kusaeni

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia harus bangga memiliki Syamsi Ali, imam
asal Bulukumba yang menjadi jurubicara Muslim di Amerika Serikat. Ia adalah
penyiar Islam di negara adidaya yang sekarang sedang berperang melawan
terorisme, yang celakanya sering dikait-kaitkan dengan Islam.

Syiar Islam dan dakwah Ustadz Syamsi Ali (40), tidak terbatas kepada jemaah
warga Indonesia saja, melainkan juga Muslim Amerika. Khususnya di New York
dan Washington DC.

Selain sebagai imam pada Islamic Center, masjid terbesar di New York, Syamsi
Ali juga dipercaya menjadi Direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan
dan masjid di kawasan timur New York yang dikelola komunitas Muslim asal
Asia Selatan, seperti Bangladesh, Pakistan dan India.

Syamsi berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan. Kepintarannya
berdakwah sudah tampak sejak menjadi santri di pondok pesantren Bulukumba.
Ia pergi ke Arab Saudi untuk memperdalam ilmu agama dan ke Pakistan untuk
belajar ilmu dunia, sebelum menjadi lokal staf di Perwakilan Tetap RI di New
York. Ia mengharumkan citra Islam Indonesia yang moderat dengan pandangan
dan aktivitasnya di berbagai forum internasional.

Misalnya saja ia pernah tampil berdakwah di mimbar "A Prayer for America" di
Stadion Yankee, kota New York, 23 September 2004. Sekitar 50 ribu orang
memadati stadion itu. Tua-muda, lelaki dan perempuan, kulit putih dan kulit
hitam, dan pelbagai ras dan bangsa di Amerika "tumplek blek" di situ.

Di panggung, hadir ratu acara bincang-bincang televisi Oprah Winfrey, mantan
Presiden Bill Clinton, senator Hillary Clinton, Gubernur Negara Bagian New
York George Pataki, Wali Kota New York Rudolph Giuliani, artis Bette Midler
dan penyanyi country Lee Greenwood. Di New York, statistik menunjukkan
terdapat lebih 800.000 kaum Muslimin.

Di podium, Syamsi membacakan dan mengupas surat Al-Hujurat ayat 13 yang
intinya bercerita tentang asal-usul manusia yang dijadikan berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku. Tidak ada bangsa yang paling tinggi derajatnya, karena
yang termulia adalah yang paling bertakwa.

Dengan mengurai makna ayat itu, Syamsi ingin menceritakan kepada publik
Amerika bahwa Islam adalah agama yang mengakui persaudaraan umat manusia.

"Islam tak membenci umat lain. Justru Islam datang untuk mengangkat derajat
semua manusia," kata Syamsi Ali, berusaha mengurangi kebencian sebagian
warga Amerika terhadap Islam pasca serangan teroris 11 September 2001.

Sejak peristiwa itu, semakin banyak orang di Amerika Serikat yang ingin tahu
lebih mendalam mengenai Islam. "Inilah tugas kami untuk memberi penjelasan
sebenarnya tentang Islam yang rahmatan lil alamin," katanya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke