Jelas Akhmad Kusaeni ini otaknya tidak waras, 
ato paling sedikitnya keblingerrrrr ...

Supaya jangan dikira/dituduh berat sebelah, saya kutip dari Website 
Islam:

http://sabbah.biz/mt/archives/2005/07/19/if-they-nuke-us-bomb-mecca/

If They Nuke Us, Bomb Mecca  
Written by Haitham on 19. July 2005, 1242hrs // Part of Haitham's 
adventure in Bleeding Edge, Politics, USA // Other posts by Haitham

A Colorado congressman told a radio show host that the U.S. 
could "take out" Islamic holy sites if Muslim fundamentalist 
terrorists attacked the country with nuclear weapons.
"Well, what if you said something like � if this happens in the 
United States, and we determine that it is the result of extremist, 
fundamentalist Muslims, you know, you could take out their holy 
sites," Tancredo answered.
"You're talking about bombing Mecca," Campbell said.
"Yeah," Tancredo responded.
The congressman later said he was "just throwing out some ideas" and 
that an "ultimate threat" might have to be met with an "ultimate 
response."

Komentar indoshepherd:
Para pembaca yang berminat, dipersilahkan nonton siaran Videonya dan 
mendengarkan komentar masyarakat Amerika yang pro maupun yang kontra:

Warta Berita CNN
http://www.youtube.com/watch?v=H7ceyrBw50Y&NR=1

Tom Tancredo adalah Calon Presiden USA untuk tahun pemilihan 2008
http://www.youtube.com/watch?v=YFx-VNuLyUA

Hidup Tancredo !!!  Tancredo for US President !!!
Mari kita rame2 VOTE buat Tancredo!!





--- In [email protected], "Sandy Dwiyono" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> http://www.antara.co.id/arc/2007/11/15/amerika-negeri-islami/
> 
> *Amerika Negeri Islami?*
> 
> Oleh Akhmad Kusaeni
> 
> Jakarta (ANTARA News) - Indonesia harus bangga memiliki Syamsi Ali, 
imam
> asal Bulukumba yang menjadi jurubicara Muslim di Amerika Serikat. 
Ia adalah
> penyiar Islam di negara adidaya yang sekarang sedang berperang 
melawan
> terorisme, yang celakanya sering dikait-kaitkan dengan Islam.
> 
> Syiar Islam dan dakwah Ustadz Syamsi Ali (40), tidak terbatas 
kepada jemaah
> warga Indonesia saja, melainkan juga Muslim Amerika. Khususnya di 
New York
> dan Washington DC.
> 
> Selain sebagai imam pada Islamic Center, masjid terbesar di New 
York, Syamsi
> Ali juga dipercaya menjadi Direktur Jamaica Muslim Center, sebuah 
yayasan
> dan masjid di kawasan timur New York yang dikelola komunitas Muslim 
asal
> Asia Selatan, seperti Bangladesh, Pakistan dan India.
> 
> Syamsi berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan. 
Kepintarannya
> berdakwah sudah tampak sejak menjadi santri di pondok pesantren 
Bulukumba.
> Ia pergi ke Arab Saudi untuk memperdalam ilmu agama dan ke Pakistan 
untuk
> belajar ilmu dunia, sebelum menjadi lokal staf di Perwakilan Tetap 
RI di New
> York. Ia mengharumkan citra Islam Indonesia yang moderat dengan 
pandangan
> dan aktivitasnya di berbagai forum internasional.
> 
> Misalnya saja ia pernah tampil berdakwah di mimbar "A Prayer for 
America" di
> Stadion Yankee, kota New York, 23 September 2004. Sekitar 50 ribu 
orang
> memadati stadion itu. Tua-muda, lelaki dan perempuan, kulit putih 
dan kulit
> hitam, dan pelbagai ras dan bangsa di Amerika "tumplek blek" di 
situ.
> 
> Di panggung, hadir ratu acara bincang-bincang televisi Oprah 
Winfrey, mantan
> Presiden Bill Clinton, senator Hillary Clinton, Gubernur Negara 
Bagian New
> York George Pataki, Wali Kota New York Rudolph Giuliani, artis 
Bette Midler
> dan penyanyi country Lee Greenwood. Di New York, statistik 
menunjukkan
> terdapat lebih 800.000 kaum Muslimin.
> 
> Di podium, Syamsi membacakan dan mengupas surat Al-Hujurat ayat 13 
yang
> intinya bercerita tentang asal-usul manusia yang dijadikan 
berbangsa-bangsa
> dan bersuku-suku. Tidak ada bangsa yang paling tinggi derajatnya, 
karena
> yang termulia adalah yang paling bertakwa.
> 
> Dengan mengurai makna ayat itu, Syamsi ingin menceritakan kepada 
publik
> Amerika bahwa Islam adalah agama yang mengakui persaudaraan umat 
manusia.
> 
> "Islam tak membenci umat lain. Justru Islam datang untuk mengangkat 
derajat
> semua manusia," kata Syamsi Ali, berusaha mengurangi kebencian 
sebagian
> warga Amerika terhadap Islam pasca serangan teroris 11 September 
2001.
> 
> Sejak peristiwa itu, semakin banyak orang di Amerika Serikat yang 
ingin tahu
> lebih mendalam mengenai Islam. "Inilah tugas kami untuk memberi 
penjelasan
> sebenarnya tentang Islam yang rahmatan lil alamin," katanya.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke