*Pengaruh Globalisasi Bagi Dunia Kerja*

Oleh: Peter Phillipp dari *Berlin*

Globalisasi menuntut fleksibilitas dan tuntutan kerja yang semakin tinggi,
namun ini tidak diiringi kenaikan upah yang tinggi, melainkan jam kerja yang
terus meningkat. Situasi buruk yang tengah menjadi trend di Eropa, termasuk
Jerman.


Uni Eropa memang menetapkan ketentuan situasi bekerja yang baik, tapi karena
kewenangan politik tenaga kerja berada di tingkat nasional, hal ini jarang
dibahas dalam  masyarakat. Yayasan Jerman Friedrich Ebert Stiftung mencoba
mengangkat tema tersebut beberapa waktu lalu di Berlin, dalam sebuah diskusi
"Von humanisierter zu guter Arbeit" atau dari pekerjaan yang lebih manusiawi
ke pekerjaan yang baik

**

*Prof. Dieter Sauer:* "*Hampir 50 persen para pekerja melakukan tugasnya di
bawah tekanan waktu. Juga banyak yang mengeluh mengalami gangguan psikis,
seperti depresi atau ketakutan. Inilah tendensi penyakit yang meningkat 70
persen di kalangan pekerja, sejak sepuluh tahun terakhir."*

Prof Dieter Sauer dari Institut untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial München
menyampaikan dampak kondisi yang buruk di tempat kerja dalam diskusi yang
diselenggarakan Friedrich Ebert Stiftung (FES).

Helmut Weber, ketua komite urusan tenaga kerja dan politik yayasan Jerman
itu sebagai penyelenggara menambahkan

**

*"Tahun 1970-an masalahnya lebih menyangkut masalah fisik, artinya tema yang
diperdebatkan adalah tentang keselamatan kerja. Sekarang masalahnya lebih
menyangkut masalah psikis, artinya tekanan pekerjaan dalam perusahaan
menjadi sangat besar. Di sisi lain gaji para manajer naik tidak terkira,
walaupun tanggung jawab mereka tidak mengalami kenaikan luar biasa. Orang
melihat jurang besar di Jerman antara kaya dan miskin, dan dari situ muncul
potensi ketidak puasan dari para pekerja."*

Dalam 10 tahun terakhir  orang-orang hanya memikirkan yang penting memiliki
kerja. Kualitas kerja tidak lagi diperhatikan.

**

*"Justru kebalikannya, di tengah perkembangan trend semakin sulitnya
mempertahankan pekerjaan dan lokasi kerja, banyak pekerja dan organisasi
yang mewakili pekerja, rela menukar semua itu dengan kebutuhan sosialnya,
atau dapat dikatakan menjualnya."*

Profesor Dieter Sauer berpendapat , lingkup pekerjaan yang semakin beragam,
intensifikasi pekerjaan dan tuntutan fleksibilitas berdampak beban yang
terus meningkat bagi para pekerja. Rolf Büttner, ketua Asosiasi pekerja,
Union Network International (UNI) bidang pos dan logistik juga melihat
tendensi tersebut.

*Beban Globalisasi Bagi Para Pekerja*

Globalisasi diiringi dengan semakin terbukanya peluang pasar internasional.
Potensi perkembangan misalnya di pasar bidang pos dan transportasi, sangat
menarik minat berbagai perusahaan baru untuk turut meraup laba di bidang
ini. Hal yang juga membuat semakin ketatnya persaingan harga. Di
sektor-sektor yang banyak mengandalkan dan sangat tergantung dari tenaga
kerja manusia, tekanan persaingan harga menjadi beban tekanan yang dirasakan
pekerjanya. Demikian diungkapkan Büttner

*"Misalnya kondisi kerja di sektor transportasi pengakutan barang di jalan
raya, besarnya tekanan harga, banyaknya order dari perusahaan dagang, juga
besarnya biaya personal misalnya pengemudi . Ini menyebabkan semakin
besarnya tekanan yang dirasakan. Dan di sektor transportasi kami menemui
banyaknya pengemudi yang dibayar sampai 50 persen di bawah tarif normal. Itu
terjadi karena perusahaan mengelak dari perjanjian standar tarif dan dengan
persaingan harga yang ketat, tentu saja tekanan ini berdampak pada kondisi
kerja yang baik."*

Selain itu adanya pekerja asing ilegal yang bersedia dibayar dengan upah
sangat rendah, misalnya dari Rusia, Hungaria dan Polandia juga berpengaruh
bagi kondisi kerja di Jerman. Ketua asosiasi pekerja internasional, UNI
bidang pos dan logistik, Rolf Büttner

**

*"Anda tentu sudah pernah membaca di surat kabar, dimana di tempat
perhentian untuk istirahan di jalan tol, terlihat para supir truk yang
memasak, menginap di truknya karena mereka tidak mampu membayar tempat
menginap. Dan saat tengah bertugas mengemudi truk barang, banyak supir
menghadapi kenyataan bahwa perusahaannya bangkrut dan tidak tahu bagaimana
ia dengan truk barang itu dapat pulang kembali ke rumahnya. Pelanggaran
berupa pemberlakuan jam kerja yang sangat tinggi, dan semakin meningkatnya
jumlah kecelakaan dari truk barang di jalan tol menunjukkan bagaimana
tekanan harga, upah dan sosial berpengaruh terhadap para pekerja."*

Guna mengatasi masalah itu Andrea Nahles, wakil ketua partai sosial demokrat
Jerman SPD, meminta adanya standar upah yang layak bagi kehidupan juga
peningkatan kualifikasi para pekerja. Hingga saat ini upaya standar upah
minimum belum berhasil ditetapkan di Jerman. Putaran pembicaraan di tingkat
pemerintahan koalisi untuk penetapan standar upah minimum di sektor jasa pos
yang diusulkan SPD, masih tetap gagal. Dan sementara ini pekerja jawatan
kereta api Jerman tengah mengadakan mogok kerja.

*Komite Tenaga Kerja Dan Politik FES*

Masalah di dunia kerja itulah yang menjadi perhatian besar komite bidang
tenaga kerja dan politik, dari yayasan Jerman Friederich Ebert Stiftung
(FES). Ketuanya Helmut Weber

**

*"Komite ini adalah salah satu dari berbagai komite dalam Friedrich Ebert
Stiftung. Kami berusaha mempertemukan berbagai serikat pekerja, agar
pengetahuan dan pengalaman mereka berguna bagi politik. Motto kami dari
pabrik sampai ke parlemen Jerman. Demikian kira-kira gambaran kerja kelompok
kami. Para politisi sering tidak lagi memiliki gambaran tentang realita yang
berlangsung di perusahaan. Kami mencoba mengisi kesenjangan ini. Selain itu
kami mencoba membuat keputusan politik lebih transparan bagi serikat
pekerja. Jadi mencoba memberikan pengertian kepada mereka dalam tekanan
bagaimana keputusan politik itu diambil."*

Tentu saja situasi kerja di Jerman cukup baik, karena Jerman negara yang
maju. Tapi Helmut Weber dari FES menjelaskan lebih lanjut

**

*"Meskipun demikian masih banyak hal di Jerman yang belum berfungsi baik. Di
perusahaan, industri atau juga di perekonomian. Dan saya dapat membayangkan,
pekerjaan yang baik juga akan membawa keuntungan bersaing bagi produk
Jerman, kualitas bekerja di Jerman dapat menjadi merk dagang di seluruh
dunia."*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke