http://www.antara.co.id/arc/2007/11/22/kasau-kelengkapan-senjata-sukhoi-tergantung-dephan/


*Kasau: Kelengkapan Senjata Sukhoi Tergantung Dephan*

Jakarta (ANTARA News) - *Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal Herman
Praytino*, mengatakan bahwa untuk melengkapi persenjataan pesawat tempur
Sukhoi jenis Su-27S dan Su-30MK masih menunggu keputusan Departemen
Pertahanan (Dephan).

"Kami sudah mengajukan beberapa persenjataan yang akan melengkapi empat
pesawat Sukhoi tersebut, namun tindaklanjutnya tergantung Dephan," katanya,
usai menutup Pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau)
Angkatan 44 di Lembang, Bandung, Kamis.

Herman mengatakan, beberapa persenjataan yang akan dipasang di empat pesawat
Sukhoi tersebut, adalah peluru kendali, roket dan bom.

"Semuanya sudah kita ajukan, sekarang otoritas untuk meluluskan pengadaan
senjata itu, sangat tergantung pada Dephan. Termasuk kapan senjata itu
didatangkan," katanya.

Empat pesawat tempur buatan Rusia yang dijuluki Flanker ini adalah jenis
Sukhoi Su-27 SK Upgrade dengan sepasang mesin masing-masing berdaya dorong
12.550 kg jenis Lyulka AL-31F.

Kelebihan pesawat tempur jenis ini juga terlihat dari kelengkapan IRST/Infra
Red Search and Track berupa bola kaca di depan kokpit, yang mampu mengendus
sasaran sejauh 70 km, sebuah kelengkapan yang tidak dipunyai pesawat
keluaran barat.

Menengok persenjataan yang mampu diusung, Sukhoi juga tak kalah hebat,
semisal rudal udara AA-12 Adder yang mampu menjelajah sejauh 50 km (melebihi
AMRAAM yang hanya 40 km) atau pun rudal udara jenis R-73 yang mampu menembak
pada sasaran ke arah samping hingga sudut 70 derajat.

Sedangkan, untuk sasaran darat pesawat Sukhoi dapat dilengkapi dengan rudal
H-31P berjarak jangkau 100 km atau rudal antikapal jenis H-31A berjarak
jangkau 50 km, bandingkan dengan Maverick yang hanya mencapai 15 km. Dengan
bahan bakar yang mampu dibawa seberat 6.000 kg pesawat ini mampu mengadakan
patroli sejauh 1.500 kilometer dari pangkalan tolak atau terbang selama
empat jam.

Seluruh persenjataan itu merupakan senjata udara paling mematikan saat ini,
lebih andal dari rudal keluaran Israel jenis Python ataupun AIM-9L/M
Sidewinder yang biasa dipakai negara Barat.

Beberapa senjata yang kini mulai ditempelkan di tubuh keempat Sukhoi milik
TNI AU antara lain rudal cannon, roket dan misil.

Tentang kesiapan dan regenerasi para penerbang Sukhoi yang dimiliki TNI AU
saat ini, Kasau mengatakan, terus dilakukan. "Setiap ada siswa lulus,
sekitar dua orang kita langsung kirim ke Skadron Sukhoi di Lanud Makassar
untuk dididik lebih lanjut," ujarnya.

Namun, untuk para pilot yang nantinya akan menerbangkan enam Sukhoi baru,
akan dikirim ke Rusia untuk mempelajari secara rinci pesawat itu. "Kita
sudah siapkan semuannya dan selalu ada regenerasi," ungkap Kasau. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke