--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > "Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" (Yunus: 99 > > Atau sebagaimana disebutkan di dalam ayat-ayat Madaniyah sebagai berikut: > > "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat." (Al Baqarah: 256) >
*** Memang siapa kalian, yang berani memaksakan kehendak? Apalagi di negara negara makmur Eropa, Amerika, Austrlaia, jepang, Korea, dimana kalian mencari makan, dan diberi peluang untuk hidup lebih baik daripada dinegara asal. kalian mau kurang ajar memaksakan kehendak pada tuan rumah? > Siapa saja dari orang-orang di luar Islam yang berada dalam tanggung jawab kaum Muslimin maka dia telah mendapat hak seperti kaum Muslimin secara umum, dengan beberapa pengecualian yang ditentukan oleh agama. Maka tidak wajib baginya segala sesuatu yang diwajibkan kepada kaum Muslimin, dan tidak terlarang baginya sesuatu yang diharamkan kepada kaum Muslimin. Dengan beberapa pembatasan tertentu sesuai syari'at Islam. > > *** Tanggung jawab Muslim? Lihatlah baik baik dimana kalian hidup di jakarta dan kota besar lainnya. Kalian bukan penghuni hunian kelas menengah, bukan pembayar pajak utama, bukan pemberi nafkah buruh (yang rata rata Non Islam), mau bertanggung jawab pada mereka yang memberi kerja pada kalian? Lihatlah di hunian hunian kelas menengah atas, appartment appartment, mall mall, yang menjadi bagian terpenting kota kota besar (jalan Sudirman, Thamrin, Kuningan, Pondok Indah, Kelapa gading, Serpong) bukankah kalian pekerja yang bekerja pada kaum Non Muslim, walau negeri ini kebanyakan Muslim (karena beranak pinak)? Ditempat real estat dimana saya memiliki rumah, yang Muslim adalah Satpam, tenaga pembersih wilayah, dan pekerja lain, yang tinggal di kampung kampung sekitar kami. Ini mau bertanggung jawab pada kami? Nggak salah nih? Didalam masyarakat madani, siapa yang mendanai, siapa yang memberikan nafkah, siapa pembayar pajak, dia yang menentukan, dan ambil tanggung jawab terbesar, bukan apa agamanya. Mana ada pekerja menentukan nasib majikan?

