Presiden selalu berfikir jauh ke depan.

------------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2007/11/28/presiden-aksi-tanam-pohon-bukan-sekedar-gaya/

*Presiden: Aksi Tanam Pohon Bukan Sekedar Gaya*

Jakarta (ANTARA News) - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* menegaskan bahwa
aksi penanaman 79 juta pohon di Indonesia secara serentak bukan sekedar gaya
belaka namun merupakan bagian dari upaya Indonesia menyelamatkan bumi.

"Bukan sekedar menanam gaya-gayaan, difoto masuk koran, bukan karena
Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi PBB di Denpansar tapi karena
kita ingin Indonesia tidak mengalami bencana karena kesalahan kita, karena
kita ingin air, udara tetap ada," kata Presiden saat mencanangkan aksi
Penanaman Serentak dan Pekan Pemeliharaan Pohon, di Desa Cibadak, Kecamatan
Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Menurut Kepala Negara, tidak sia-sia jika ada upaya untuk menyelamatkan
lingkungan dan menghijaukan kembali tanah air, tidak ada kata-kata terlambat
untuk sebuah pekerjaan yang mulia.

Oleh karena itu, lanjut dia, mulai 2007 setiap tahun pada bulan Desember
akan ditetapkan sebagai bulan menanam selama satu bulan penuh.

"Secara serempak setiap bulan Desember kita jadikan sebagai bulan untuk
menanam. Tetapi bukan berarti kita tidak menanam pohon di bulan-bulan
lainnya, namun bulan Desember akan dijadikan bulan menanam yang dilakukan
oleh seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Kepada Menteri Kehutanan MS Kaban, Presiden Yudhoyono berpesan agar terus
memperketat kontrol hutan di seluruh Indonesia untuk menjaga kelestarian
lingkungan.

"Diperketat ijin-ijin pengelolaan hutan," tegasnya.

Merujuk pada arti pentingnya pohon maka menurut Kepala Negara seluruh dunia
harus berterima kasih kepada Indonesia karena memiliki hutan hujan tropis
yang menjadi paru-paru dunia.

Pohon menjadi pahlawan penyelamatan bumi, jadi yang menanam pohon jadi
pahlawan penanaman bumi, katanya.

"Dunia harus berterima kasih kepada negara-negara yang memiliki hutan hujan
tropis yang menjadi paru-paru dunia," ujarnya.

Namun, lanjut dia, oleh karena negara-negara yang memiliki hutan hujan
tropis tersebut merupakan negara berkembang maka sudah sepantasnya dunia
membantu Indonesia memelihara hutan dengan teknologi dan dengan
sumber-sumber keuangan yang lain.

"Indonesia akan terus menyerukan kepada dunia untuk melakukan kerjasama yang
adil dalam rangka menyelamatkan lingkungan. Kalau buminya sama-sama ingin
selamat ya berbagi. Itu kerja sama yang adil," katanya.

Dunia bisa alami krisis dan malapetaka yang hebat, apabila manusia Indonesia
tidak peduli dengan kebersihan lingkungan.

"Kalau bumi makin panas dan kalau iklim terus berubah, maka terjadi banyak
bencana, dan yang jadi korban adalah makhluk hidup di dunia ini termasuk
manusia. Oleh karena itu kita mendukung kegiatan melakukan penanaman pohon
ini," tambahnya.

Aksi penanaman pohon itu secara serentak juga dilakukan di berbagai lokasi
di seluruh Indonesia, dengan jumlah 79 juta pohon, ditanam oleh seluruh
lapisan pemerintah, pemerintah daerah, ormas serta seluruh masyarakat
Indonesia, dengan sasaran 78.433 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sedangkan pemeliharaan pohon adalah perlakukan terhadap pohon dan
lingkungannya, agar pohon dapat tumbuh sehat dan berkualitas. Kegiatan ini
diharapkan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Keikutsertaan ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki
tekad besar terhadap upaya mengatasi bencana global," kata Menteri Kehutanan
MS Kaban dalam laporannya.

Dia juga mengatakan bahwa tujuan penanaman pohon itu adalah untuk mengurangi
dampak pemanasan global, meningkatkan absorbsi gas karbondioksida dan
polutan lainnya, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor, serta upaya
meningkatkan konservasi sumberdaya genetik tanaman hutan.

Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara menanam pohon Puspa di
lokasi. Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menko Polhukam Widodo
AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Meneg LH
Rachmat Witoelar, Menkes Siti Fadhillah Soepari, Seskab Sudi Silalahi,
Kapolri Jend. Sutanto serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti
Djalal.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke