Kata "liberal" berasal dari istilah asing. Definisinya adalah
menghargai dan menerima perilaku atau pendapat yang berbeda, terbuka
pada gagasan baru. 

Konsep "terbuka pada gagasan dan ide baru" menurut saya adalah sikap
menghormati perbedaan pendapat dan tidak mendahulukan 'judgement'. 

Diskusi atau "discuss" dalam Oxford Dictionary adalah pembicaraan yang
dilakukan dengan tujuan mencapai kesepakatan, keputusan; pembicaraan
atau menulis secara detail mengenai topik tertentu.

Itu artinya diskusi tidak harus temu muka. Banyak sekali media untuk
berdiskusi. Email, messenger, artikel, dsb. Bukankah kita juga
berdiskusi melalui media milis ini?

Tapi saya khawatir kita menjadi mudah menilai sebelum benar-benar
mengerti mengenai definisi-definisi diatas. Dulu kita dengar
"Muhammadiyah itu Islam moderat" dan "NU itu Islam kolot". 

Ada yang lebih penting dari stigma moderat atau kolot. Mereka
sama-sama punya massa yang besar di Indonesia. Dan saya yakin
masing-masing NU & Muhammadiyah sama-sama ingin membina umat secara
ideal melalui media-media: pendidikan formal, pesantren, majelis
taklim, pengajian, forum diskusi, dsb.

Salah satu aktifitas yang sudah begitu lama kita tunggu-tunggu adalah
keduanya kini menjalin kerjasama dalam diskusi dan kajian yang
mendalam mengenai metode penentuan awal bulan (hijriyah) untuk
menjembatani perbedaan yang selama ini sering terjadi misalnya: awal
penentuan puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Keduanya ber-ijtihad demi umat. Saling membuka diri, mendengar dan
menghargai perbedaan pendapat. Jadi saya pikir keduanya sama-sama
moderat, liberal, mau berdiskusi, dan tidak kolot. 

Sejauh ini itulah definisi liberal&diskusi yang saya temukan dan
pahami. Bagaimanapun, baik bagi kita semua untuk melihat sesuatu dari
perspektif yang luas dan bijaksana. 
Prinsip diskusi tidak menuduh, tapi dengar pendapat, menanggapi,
kemudian mencari solusi. Bagaimanapun diskusi memang tidak selalu
berakhir dengan solusi terbaik. Minimal ada `brainstorming' yaitu
riuhnya pendapat yang masuk pada sebuah topik diskusi yang dapat
menghasilkan buah pemikiran matang, bukan setengah-setengah.

Bergabung dengan jaringan atau ormas yang mana, berdiskusi dengan
metode seperti apa? Itu pilihan anda. =)

Liberal:
· adj.
1 respectful and accepting of behaviour or opinions different from
one's own; open to new ideas. Ø (of a society, law, etc.) favourable
to individual rights and freedoms. Ø Theology regarding many
traditional beliefs as dispensable, invalidated by modern thought, or
liable to change.
2 (in a political context) favouring individual liberty, free trade,
and moderate political and social reform. Ø (Liberal) (in the UK) of
or relating to the Liberal Democrat party.
3 (of education) concerned with broadening general knowledge and
experience.
4 (especially of an interpretation of a law) broadly construed; not
strictly literal.
5 given, used, or giving in generous amounts.

· n.
1 a person of liberal views.
2 (Liberal) (in the UK) a Liberal Democrat.
– DERIVATIVES liberalism n. liberalist n. liberalistic adj. liberality
n. liberally adv. liberalness n.
– ORIGIN ME (orig. in sense `suitable for a free man' hence `suitable
for a gentleman'): via OFr. from L. liberalis, from liber `free (man)'.

Discuss:
· v.
talk about so as to reach a decision. Ø talk or write about (a topic)
in detail.
– DERIVATIVES discussable adj. discussant n. discusser n. discussion n.
– ORIGIN ME (in the sense `dispel, disperse', also `examine by
argument'): from L. discuss-, discutere `dash to pieces', later
`investigate', from dis- `apart' + quatere `shake'.


Moderate:
· adj.
1 average in amount, intensity, or degree.
2 not radical or excessively right- or left-wing.
· n. /"mQd(@)[EMAIL PROTECTED]/ a person with moderate views.

· v.
1 make or become less extreme, intense, or violent.
2 review (examination papers or results) so as to ensure consistency
of marking.
3 (in academic and ecclesiastical contexts) preside over (a
deliberative body) or at (a debate).
4 Physics retard (neutrons) with a moderator.
– DERIVATIVES moderately adv. moderatism n.
– ORIGIN ME: from L. moderat-, moderare `reduce, control'; rel. to modest.



--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> "Asnawi Ihsan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> Sent by: [email protected]
> 11/27/2007 04:49 PM
> Please respond to
> [email protected]
> 
> 
> To
> <[email protected]>
> cc
> 
> Subject
> RE: [ppiindia] Re: Fwd: Undangan Diskusi JIL tentang Kebebasan dan 
> Ketidakbebasan
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Mas, mungkin juga bisa menjelaskan bagaimana bedanya muslim dengan
mukmin?
> Atau bedanya kafir dengan musyrik? Atau bagaimana konsekwensi fasik
dalam
> pandangan imam ahmad bin hambal dan imam syafei dalam disiplin ilmu
fikih?
> Mas juga mungkin bisa jelaskan bagaimana batasan seseorang bisa
dikatakan
> kafir atau mukmin dalam pandangan beberapa mazhab teologi yang ada dalam
> islam?
> 
> ===
> masa' mas ihsan ga tahu bedanya muslim dan mukmin? kafir dan musyrik?
> koq bahas ilmu fiqih? ada hubungannya ya?
> 
> Golongan manusia itu hanya ada Beriman, Kafir, munafik dan fasik. ga
ada 
> itu islam liberal, fundamental, moderat lah, itu istilah2 buatan ala
orang 
> kafir barat, agar umat islam terpecah2 dan dipecah2. Nah, sekarang
posisi 
> mas ihsan ada dimana neh?
> 
> 
> Sekedar informasi, Rukun Islam dan rukun iman orang islam mazhab
yang satu
> dengan yang lain saja bisa berbeda loh mas.. dan ini nyata.. artinya
mas,
> betapa agama islam sangat kaya terhadap keragaman. Mohon jangan 
> dipersempit
> dan dibatasi oleh keterbatasan pemahaman, keimanan dan bacaan serta
> pengalaman keislaman kita sendiri.
> 
> ===
> informasi dari mana tuh? jelasin lg donk :)
> itu seh bukan informasi tp pernyataan yg blm ada buktinya, beda khan?
> 
> ya udh buktiin deh Rukun Islam dan Iman versi 4 mazab, kalo bisa source 
> sekalian biar bisa dikonfirmasi
> oceeh mas ihsan
> 
> _____ 
> 
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf
> Of Sang Matahari
> Sent: Tuesday, November 27, 2007 9:12 AM
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: Fwd: Undangan Diskusi JIL tentang Kebebasan dan
> Ketidakbebasan
> 
> Kalau muslim dan mukmin tak mungkinlah membela aliran sesat semisal
> Ahmadiyah dan Al Qiyadah Islamiyah. Kecuali memang sealiran sesatnya
he he
> he....
> 
> Yang benar-benar tahu agama Islam pasti juga paham tidak ada namanya 
> istilah
> islam liberal. Penggolongan dalam agama Islam itu cuma ada:
> 1. Mukmin (beriman): yang menaati dan taat sama syariat Islam dan
perintah
> agama Islam
> 2. Munafik (hipokrit): Yang didepan orang mukmi pura-pura setuju
Islam dan
> membela Islam dan pro Islam tapi dibelakang menolaknya atau bahkan
> memusuhinya ^-^
> 3. Fasik : Orang islam yang tahu Islam dan syariat Islam tapi ogah
> melaksanakan perintah Islam
> 4. Kafir : orang yang diluar Islam yang biasanya menolak syariat Islam:
> 
> Btw nih kalau dilihat di postingan antara Mediacare, Nugroho, Danardono 
> itu
> setipe, kalau muslim? muslimnya dipertanyakan alias tidak jelas.
Cocoknya
> sih memang masuk non muslim, walau ngaku muslim ya berarti terkategori 2
> atau 3 atau 4. he he he. sorry... soalnya antara muslim dan muslim nggak
> jelas sih soalnya sikapnya sama sih.
> 
> Posted by: "mediacare" [EMAIL PROTECTED] <mailto:mediacare%40cbn.net.id> 
> net.id
> radityo_dj Mon Nov 26, 2007 12:47 am (PST) Kalau begitu Nizami salah
> besar....juga dosa besar...
> menuding orang Islam sebagai Kristen yang halal darahnya ...:))
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: Nugroho Dewanto 
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com 
> Sent: Monday, November 26, 2007 1:22 PM
> Subject: Re: [ppiindia] Fwd: Undangan Diskusi JIL tentang Kebebasan dan
> Ketidakbebasan Beragama
> 
> saya islam, tapi bukan wahabi.
> 
> At 08:29 PM 11/25/2007 -0800, you wrote:
> 
> >Mas Nugroho ini kan kalau tak salah Kristen (CMIIW)
> >kok antusias sekali mempromosikan kegiatan Islam
> >Liberal?
> >
> >Padahal ini milis umum lho mas. Bukan milis
> >agama....:)
> >
> >--- Nugroho Dewanto 
> ><<mailto:ndewanto% 40mail.tempo. co.id>[EMAIL PROTECTED] tempo.co. id> 
> wrote:
> 
> ---------------------------------
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See 
> how.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>  
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke