Kalau mbah Danar menafsirkan seperti itu ya boleh-boleh saja. Iya to mbah? atau Pak Asnawi menafsirkan lain lagi ya boleh-boleh saja. Masak gak boleh? Masak gitu saja dilarang ya mbah. Boleh saja silahkan..silahkan. Monggo..monggo. Jangankan setan yang nggak kelihatan ya mbah, lha wong body language kita atau ekspresi wajah kita bisa saja ditafsirkan berbeda oleh orang lain. Gak usah digawe mumet ya mbah?
Salam gak mumet Hakim ----- Original Message ----- From: RM Danardono HADINOTO To: [email protected] Sent: Friday, November 30, 2007 5:01 PM Subject: [ppiindia] Re: Fwd: Undangan Diskusi JIL tentang Kebebasan dan Ketidakbebasan --- In [email protected], "hakim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bukan apa-apa, karena kalau tanpa guru yang baik dan benar, takutnya > nanti setan yang menjadi gurunya. > > > Salam Penafsiran > > > Hakim > **** Saya jadi ingat pada almarhum Muhamad Atta yang dengan segala keyakinan akan ajaran agamanya, justru membunuh begitu banyak manusia dengan pesawat yang dikemudikannya. Karena menurut dia, semua orang selain yang sepaham dengan dia, patut dimusnahkan. Mungkin ini yang mas Hakim maksudkan dengan "setan yang menjadi gurunya". Ini pasti juga sama dengan para teroris, Amrozy dkk ya mas? Tapi ada yang gurunya Ba'ashir, lho, masa Ba'ashir itu setan? Mas tahu tidak kebetulan, siapa gurunya bung Haris? jangan jangan... Piye mas? salam Danardono Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. [Non-text portions of this message have been removed]

