----- Original Message ----- 
  From: agungeddy 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, December 03, 2007 10:23 AM
  Subject: [betaufo] [detikcom] Awas, UFO Serbu Indonesia!(1)


  
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/03/time/091119/idnews/860801/idkanal/10

  03/12/2007 09:11 WIB 
  Awas, UFO Serbu Indonesia!(1) 
  Bambang Naik UFO ke Planet Tera
  Deden Gunawan - detikcom

  Jakarta - Benar nggak sih UFO itu ada? Bagi orang yang tidak percaya,
  UFO barangkali hanyalah lelucon. Maklum hingga kini soal kedatangan
  makluk luar angkasa ke bumi masih menjadi kontroversi.

  AS yang selama ini getol melakukan penyelidikan tentang keberadaan
  benda luar angkasa tersebut, juga tidak pernah bisa membuktikan secara
  ilmiah soal fenomena unidentified flying object (UFO).

  Tapi tidak sedikit orang yang percaya UFO itu benar-benar ada.
  Sejumlah mantan pilot di Amerika Serikat (AS) misalnya. Mereka percaya
  UFO benar-benar ada karena pernah menyaksikan sendiri fenomena aneh di
  angkasa. Pada 13 November lalu, para mantan pilot ini mendesak
  pemerintah AS membuka kembali penyelidikan mengenai UFO.

  Dan di Indonesia, kelompok yang percaya UFO lumayan banyak. Kasus UFO
  pun tidak hanya terjadi di luar negeri seperti yang selama ini
  diberitakan. Tapi di republik ini, ternyata ada juga orang-orang yang
  pernah bertemu UFO. 

  Contohnya Bambang Irawan, seorang penyembuh alternatif yang berpraktik
  di daerah Menteng Raya, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Kebumen, 9
  Februari 1952 ini, mengaku telah melihat benda aneh itu. 

  Bahkan Bambang sempat menaiki UFO dan melihat planet tempat makluk
  luar angkasa itu berasal.

  Peristiwa yang dialami Bambang terjadi tahun 1982 di sebuah lokasi di
  Jawa Barat. "Sebetulnya aku ini orang teknik yang kurang meyakini
  hal-hal yang berbau gaib, malah bisnisku di bidang elektronika dan
  komunikasi menyebabkan cara berpikirku selalu berdasarkan logika,
  fisika dan teknik," jelas Bambang saat berbincang-bincang dengan
  detikcom, pekan lalu.

  Tapi lama-lama ia berpikir untuk menyatukan antara hal gaib dan yang
  nyata tersebut. Untuk mewujudkannya, Bambang dan Retno Dewi, istrinya,
  melakukan meditasi di sebuah gua yang tempatnya masih ia rahasiakan.
  Di gua itu, ia dan istri hanya berbekal sebuah senter berbaterai empat.

  Setelah beberapa jam melakukan meditasi, tiba-tiba ada sinar terang
  menyorot dari atas menyinari Bambang dan istri. Seketika itu juga
  sinar tersebut seakan menderek dan menarik mereka ke atas. "Tubuh
  kami bergoyang-goyang. Kepala terasa pusing saat itu," ujar Bambang.

  Ketika kadaannya terasa nyaman, keduanya kemudian membuka mata.
  Terkejutlah Bambang begitu mendapati dirinya dan istri sudah berpindah
  di dalam ruangan besar. Di sana terlihat panel kontrol berwarna warni
  berkelap-kelip, dikontrol oleh dua robot kecil yang melayang. Selain
  Bambang dan Retno, juga tampak beberapa orang yang sedang duduk
  mengelilingi sebuah bola kaca besar yang menyala terang.

  Di bola kaca itu terlihat gambaran pesawat melayang naik
  meninggalkan permukaan bumi menuju luar angkasa. Bambang dan istri
  kembali terkejut ketika melihat dari kaca pesawat sebuah planet
  berwarna kuning kehijauan. " Entah bagaimana, muncul penjelasan
  langsung kekepala kami, dan kemudian kami mengerti bahwa planet ini
  bernama planet Tera," ungkap Bambang.

  Planet Tera tersebut, seperti yang disaksikan Bambang, sudah mengalami
  peradaban yang tinggi. Sejumlah gedung-gedung pencakar langitnya
  menjulang. Bangunan yang kesemuanya bermaterial seperti kaca tembus
  pandang. Semua bangunannya tertata apik dan bisa menyerap energi
  matahari sebanyak-banyaknya. Di sana terlihat juga laut yang berwarna
  merah keemasan, tidak berwarna biru seperti dibumi.

  Sejumlah kendaraan pun terlihat terbang bersliweran, beterbangan dari
  satu tempat ketempat lainnya. Kadangkala malah masuk kedalam
  gedung-gedung kaca. Penduduknya terlihat sama seperti manusia di bumi.
  Hanya saja kurang terlihat secara jelas lantaran Bambang melihatnya
  dari dalam pesawat yang jaraknya lumayan jauh.

  Di dalam pesawat, Bambang juga sempat mengamati mesin penggeraknya.
  Menurutnya, mesin pesawat itu ditahan oleh medan magnit buatan dan
  melayang di pesawat bagian bawah. Teknologi semacam itu, bagi Bambang,
  sangat sulit dicerna nalarnya. Sebab sepengetahuannya, teknologi di
  bumi saat ini yang masih menggunakan daya dorong udara untuk bergerak
  di dalam atmosfir, dan daya dorong roket untuk bergerak di dalam dan
  di luar atmosfir.

  Bambang juga merasa heran pesawat yang ditumpanginya itu tidak
  terpengaruh oleh gravitasi. Sebab selama penerbangan yang ia rasakan 
  tetap mendapatkan gravitasi yang konstan tidak berubah-ubah. Padahal
  pesawat sering menukik tajam atau berubah haluan dengan cepatnya.

  Pengalaman-pengamalan unik yang dialaminya hingga kini masih terekam
  jelas dalam ingatan Bambang dan istrinya. Bahkan ia merasakan ada
  sesuatu yang lain setelah bertualang bersama makluk asing tersebut.
  Sepulangnya dari sana ia menjadi kebal dengan sengatan listrik.
  Otaknyanya pun serasa semakin encer. Bahkan ia sempat membuat alat
  untuk mendeteksi kehadiran UFO.

  Karena pengalamannya itu, ia kemudian diajak gabung oleh tim dari 
  Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), beberapa tahun
  kemudian. Tim yang beranggotakan belasan orang tersebut kebetulan
  sedang meneliti soal keberadaan Alien, makluk luar angkasa yang
  disebut-sebut sering berkunjung ke bumi.

  Selama bergabung dengan Lapan, Bambang mengaku banyak menemukan jejak
  kehadiran UFO di Indonesia. Yang paling banyak di pulau Jawa dan Nusa
  Tenggara Barat. "Pengalaman-pengalaman yang saya dapati memang sulit
  diutarakan dengan kata-kata. karena semuanya di luar batas pikiran
  kita," jelas Bambang yang sekarang mengelola Yayasan NurSyifa.

  Jadi boleh percaya atau tidak dengan keberadaan UFO ataupun alien.
  Tapi bagi Bambang, pria yang telah berhaji beberapa kali ini, tetap
  dengan keyakinannya kalau UFO itu benar-benar ada dan bisa diteliti
  secara ilmiah. Hanya saja untuk menemukannya butuh keberuntungan.(ddg)
  (ddg/ddg)



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.13/1165 - Release Date: 02/12/2007 
20:34


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke