Tak Siuman 21 Hari, Kabiro Media Massa Wapres Meninggal Dunia
Laporan Wartawan Kompas Suhartono JAKARTA, KOMPAS - Setelah tak sadarkan diri selama 21 hari sejak terkena serangan stroke berat pada Rabu (14/11) malam, Kepala Biro Media Massa Sekretariat Wakil Presiden Evac S Mintaredja, Selasa (4/12) magrib, pukul 18.56 wib, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kakek tiga anak dan tiga cucu itu, meninggal di ruang ICU RS Pondok Indah, setelah pembuluh darah di batang otaknya pecah, sehingga darah menggumpal di kepalanya. Sekalipun almarhum sudah sempat dioperasi beberapa saat setelah dibawa ruang gawat darurat rumah sakit tersebut, namun jiwanya tak tertolong. Menurut cerita staf Biro Media Massa Setwapres Duma, sepulangnya dari kantor, almarhum merasakan kesehatannya tidak enak. Oleh sebab itu, sambil duduk ia minta dikerok oleh istrinya Ny Wiwik. Namun, saat itu badannya sudah lemas sekali. "Oleh putrinya, almarhum kemudian ditidurkan. Karena sudah sangat lemas sekali, ambulan RS Pondok Indah dipanggil untuk membawanya ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari rumahnya di jalan Karyawan, Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Di rumah sakit, istrinya sempat diberi kesempatan menyetujui dilakukan operasi untuk menyelamatkan jiwanya dalam waktu 10 menit," tutur Duma. Sejak operasi, putra salah seorang mantan menteri kabinet di era pemerintahan Soekarno itu tak pernah siuman. "Baru-baru ini saja, Pak Evac seperti ada respon kalau tangannya disentuh. Menurut cerita istrinya, matanya sempat membuka dan tangannya ada gerakan refleks," tambah Duma. Sampai meninggal dunia, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla disebut-sebut belum sempat menengok. "Namun, menurut cerita staf yang saya dengar, Ibu Mufidah Jusuf Kalla sempat menjenguknya pada Kamis (15/11) malam. Semula memang bersama Wapres Kalla, rencananya mereka akan menengok almarhum. Namun, karena kesibukanya, Wapres tak jadi menengok. Yang menengok justru Ibu Mufidah Jusuf Kalla," lanjut Duma. Hingga malam pukul 22.99 wib, belum ada kabar kalau Wapres Kalla akan melayat di rumah duka. Tentang penyebab terjadinya serangan stroke berat yang dialami almarhum, disebut-sebut oleh sejumlah pegawai Setwapres bahwa almarhum mengalami stres berat dan kelelahan dalam pekerjaannya, khususnya setelah ia mengurus keberangkatan rombongan Wapres Kalla yang menuju KTT Opec di Riyadh, Arab Saudi, tanggal 16 November lalu. Almarhum sendiri akhirnya tak jadi ikut dalam rombongan Wapres karena namanya belakangan diketahui dicoret dari daftar rombongan Wapres. http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0712/04/223801.htm --------------------------------------------------------------------- Pagi Ini, Wapres Melayat Evac S Mintaredja Laporan Wartawan Kompas Suhartono JAKARTA, KOMPAS - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Rabu (5/12) pagi ini pukul 08.30 wib, akan melayat jenazah Kepala Biro Media Massa Sekretariat Wakil Presiden Evac S Mintaredja di rumah duka di jalan Karyawan, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Evac meinggal dunia setelah tak sadarkan diri selama 21 hari sejak terkena serangan stroke berat, Rabu (14/11) malam lalu di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia meninggal Selasa (4/12) magrib kemarin, pukul 18.56 wib. Rencana pemakaman akan dilakukan Rabu (5/12) seusai sholat dzuhur di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Kakek tiga anak dan lima cucu itu, meninggal di ruang ICU RS Pondok Indah, setelah pembuluh darah di batang otaknya pecah, sehingga darah menggumpal di kepalanya. Sekalipun almarhum sudah sempat dioperasi beberapa saat setelah dibawa ruang gawat darurat rumah sakit tersebut, namun jiwanya tak tertolong. Menurut cerita staf Biro Media Massa Setwapres, Duma, sepulangnya dari kantor, Rabu dua pekan lalu, almarhum merasakan kesehatannya tidak enak. Oleh sebab itu, sambil duduk ia minta dikerok oleh istrinya Sri Widiarsih. Namun, saat itu badannya sudah lemas sekali. "Oleh putrinya, almarhum kemudian ditidurkan. Karena sudah sangat lemas sekali, ambulan RS Pondok Indah dipanggil untuk membawanya ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari rumahnya di Jalan Karyawan, Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Di rumah sakit, istrinya sempat diberi kesempatan menyetujui dilakukan operasi untuk menyelamatkan jiwanya dalam waktu 10 menit," tutur Duma. Sejak operasi itu, putra mantan Menteri Sosial Syafaat Minterdja di era pemerintahan Soeharto itu, tak pernah siuman. "Baru-baru ini saja, Pak Evac seperti ada respon kalau tangannya disentuh. Menurut cerita istrinya, matanya sempat membuka dan tangannya ada gerakan refleks," tambah Duma. Saat dirawat di rumah sakit, Ibu Mufidah Jusuf Kalla sempat menjenguknya pada Kamis (15/11) malam lalu. http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0712/05/071227.htm [Non-text portions of this message have been removed]

