----- Original Message ----- 
  From: L.Meilany 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, December 05, 2007 4:48 PM
  Subject: [zamanku] Kisah of the day - Isteri Yang Tertular Suaminya



  Isteri Yang Tertular Suaminya.

  Pada peringatan hari AIDS sedunia 1 Desember kemarin, saya melihat penuturan 
dr Nafsiah Mboi, 
  bahwa penampakan orang yang terkena TBC mungkin juga karena AIDS.
  Upaya memutus penyebaran HIV/AID adalah pemeriksaan laboratorium secara 
berkala jika pernah mendapat 
  transfusi darah, pecandu narkoba, atau yang menggunakan jarum suntik secara 
bergantian.
  Mau menggunakan pengaman/kondom ketika melakukan kegiatan seks, demi mencegah 
penularan.
  Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Meskipun tidak menjadi jaminan, tapi 
bisa menjadi sinyal bagi adanya 
  penyakit yang lain.
  HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja, bayi-bayi yang suci tanpa dosa, 
orang-orang yang hidup teratur, agamis.
  -------------------------------------
  Inilah kisah ketidaktahuan yang mengenaskan;

  Adalah seorang perempuan muda, katakanlah namanya Fulanah.
  Fulanah bekerja di sebuah rumah sakit Islam, menjadi pegawai administrasi.
  Bukan karena tempat bekerjanya yang mewajibkan berjilbab, tapi memang Fulanah
  telah berjilbab sejak ia remaja. Jilbabnya panjang dan lebar menutupi 
pinggulnya.

  Pada hari-hari libur, Fulanah menghabiskan waktunya untuk menimba ilmu agama 
  di pengajian masjid. Ia juga rajin mendatangi majelis-majelis taklim untuk 
mendengarkan 
  ceramah, kajian-kajian agama.
  Banyak pria yang notabene baik-baik, alim jatuh hati pada Fulanah yang 
cantik, lembut serta salihah.
  Tapi Fulanah justru menjatuhkan hatinya pada seorang pemuda mantan pecandu 
narkoba yang telah 
  kembali ke jalan yang benar dan juga aktif di beberapa pengajian. 
  Orang tua Fulanah menasihati, mengapa memilih pemuda mantan pecandu, bukankah 
banyak pemuda 
  yang lebih baik dan cinta pada Fulanah?
  Fulanah mengatakan, pemuda mantan pencandu tersebut lebih memerlukan 
perhatian, bimbingan agama.

  Akhirnya penikahanpun berlangsung. Mereka hidup penuh dengan kasih sayang dan 
kebahagiaan. 
  Dua tahun pernikahan, tiba-tiba suami Fulanah terserang penyakit, batuk terus 
menerus, darah keluar 
  dari mulutnya dan akhirnya meninggal. 
  Para kerabat menduga suaminya terkena TBC, mungkin akibat kebiasaan merokok 
yang belum hilang.

  Beberapa bulan kemudian Fulanah menikah lagi dengan teman sepengajiannya.
  Sampai setahun Fulanah belum juga hamil. 
  Bahkan yang datang kemudian adalah Fulanah sering menderita sakit kepala. 
  Berbilang hari dan minggu keluhannya tak kunjung reda meskipun telah 
dilakukan berbagai cara pengobatan.

  Akhirnya Fulanah di rawat di rumah sakit dimana ia bekerja. 
  Para dokter berupaya keras menyembuhkan dan mencari tahu apa penyakitnya, 
tapi tetap nihil. 
  Keadaan Fulanah bahkan kian memprihatinkan.
  Fulanah dirujuk ke RSCM, disana dilakukan pemeriksaan lebih akurat dan 
menyeluruh.
  Ternyata Fulanah yang salihah terkena AIDS. Penyakitnya sudah semakin parah.

  Ketika suaminya dianjurkan dokter untuk melakukan pemeriksaan, suaminya 
menolak. 
  Ia mengatakan, bahwa tak mungkin ia akan terserang HIV/AIDS, karena ia hidup 
bersih dan sangat agamis. 
  Ia bahkan tidak pernah merokok, tidak pernah bermiras, tidak pernah berzinah, 
tidak pernah melacur.
  Ia juga tidak yakin isterinya terkena penyakit yang mematikan tersebut.
  Karena ia tahu persis perilaku isterinya yang sangat salihah.
  ----------------------------------------------
  l.meilany
  051207




   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.14/1171 - Release Date: 04/12/2007 
19:31


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke