http://www.antara.co.id/arc/2007/12/6/ri-australia-bahas-prospek-fta-bilateral/


*RI-Australia Bahas Prospek FTA Bilateral*

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Australia membahas prospek kerjasama
perdagangan bebas (FTA) dua negara meski proses di tingkat regional dan
multilateral masih berlangsung.

"Negosiasi FTA antara Asean dengan Australia dan Selandia Baru memang sudah
dimulai lebih dulu, tapi tidak akan ada masalah (untuk FTA bilateral).
Keduanya akan saling melengkapi," kata Menteri Perdagangan Mari Elka
Pangestu pada jumpa pers bersama Menteri Perdagangan Australia Simon Crean
di Jakarta, Kamis.

Mendag mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dengan Australia selama ini
telah memiliki dasar yang kuat dengan ditandatanganinya kerangka kerjasama
perdagangan dan investasi pada 2005 di Laos.

"Kami sepakat potensi kerjasama dua negara di bidang ekonomi, perdagangan
dan investasi sangat besar. Namun angkanya masih di bawah potensi sebenarnya
jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan Australia dengan kawasan Asia
Tenggara dan Timur,"ujarnya.

Untuk melanjutkan hubungan Indonesia-Australia menjadi FTA, dua negara masih
melakukan studi kelayakan yang diharapkan rampung pada April 2008.

Indonesia berharap Australia akan memperluas tujuan investasinya tidak lagi
hanya sektor energi dan pertambangan namun juga sektor pertanian dan jasa.

"Dari kajian itu, diharapkan perdagangan dan investasi yang saat ini *under
potential* bisa ditingkatkan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan Australia Simon Crean menyatakan
hal senada. Dia mengatakan hubungan bilateral penting untuk bisa mendorong
kemajuan negosiasi perdagangan bebas dunia.

"Kami tetap fokus pada pembahasan multilateral tapi kami melihat potensi
besar dalam negosiasi bilateral. Diharapkan, proses ini bisa mendorong
perundingan Doha (di WTO)," jelas Crean.

Meski demikian, kelanjutan hubungan Indonesia-Australia menjadi FTA tetap
harus melihat hasil studi kelayakan yang dikerjakan bersama.

Total nilai perdagangan kedua negara dalam lima tahun terakhir menunjukan
tren pertumbuhan rata-rata 14,12 persen.

Sedangkan, periode Januari-Juli 2007 total perdagangan dua negara telah
mencapai 3,58 miliar dolar AS atau meningkat 15,07 persen dibanding periode
sama 2006 yang hanya 3,11 miliar dolar AS.

Total nilai investasi Australia di Indonesia periode Januari-Agustus tahun
ini telah menyentuh 187,9 juta dolar AS.

Total ekspor non migas Indonesia ke Australia pada Januari-Oktober 2007
telah mencapai 1,53 miliar dolar AS atau naik 29,14 persen dibanding periode
sama 2006.

Sedangkan, impor non migas Indonesia dari Australia juga meningkat 6,63
persen yaitu dari 2,19 miliar dolar AS pada periode Januari-Oktober 2006
menjadi 2,34 miliar dolar AS. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke