Surat Dari Montmartre:
NOVEL "SAMAN" EDISI PERANCIS, DILUNCURKAN DI KOPERASI RESTORAN INDONESIA PARIS Dalam "Statuta"nya, Koperasi Restoran Indonesia, Paris, selain merupakan sebuah usaha produktif, juga merupakan semacam "pusat kebudayaan" Indonesia. Kegiatan kebudayaan ini dilakukan sejak ia didirikan 25 tahun lalu, dan berlangsung sampai sekarang. Dalam menyelenggarakan kegiatan kebudayaan ini, Koperasi sering melakukan kerjasama dengan berbagai lemaga-lembaga pemerintah [seperti Senat, Kotapraja], LSM-LSM, lembaga-lembaga swasta serta organisasi-organisasi kebudayaan lainnya dari berbagai negeri. Tahun-tahun terakhir ini, patner kerjasama rancak Koperasi, adalah Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia "Pasar Malam" yang dipimpin oleh seorang sarjana sastra Amerika lulusan Sorbonne, mantan balerina berdarah Belanda, kelahiran Malang: Johannna Lederer. Sejalan dengan "Statuta" Koperasi di atas, pada tanggal 4 Desember 2007 malam, di Restoran Indonesia Paris, penerbit besar Paris, Flammarion dan "Pasar Malam" telah melangsungkan peluncuran novel Ayu Utami: "Saman", edisi bahasa Perancis. Dalam waktu yang hampir bersamaan, novel ini telah diterbitkan juga di Jerman dan Ceko. Sebastian Falmori [dari Flammarion, Etienne Nouveau, dosen INALCO Paris, Indonesianis [mewakili "Pasar Malam", sekaligus moderator], dan Ayu Utami, mengucapkan terimakasih kepada Koperasi Restoran Indonesia Paris atas kerjasama kebudayaan ini. Sebagai kontribusi untuk pertemuan budaya ini, Soejoso, penanggungjawab utama Koperasi, sebagaimana biasa, menyediakan harga khusus bagi makanan yang disajikan ditambah dengan suguhan anggur merah. Sejak jam 19:00 para peserta yang tertarik pada acara peluncuran "Saman", terutama anggota-anggota "Pasar Malam", dari berbagai negeri yang berada di Paris, mulai mengisi dan akhirnya memenuhi ruangan yang berkapasitas maksimal 30 orang. Karena itu, kemudian banyak dari para peserta yang harus berdiri. Beberapa hari sebelum acara peluncuran dilangsungkan, beberapa orang yang kurang cermat datang dengan maksud mengikuti acara. Teman-teman awak Koperasi yang bekerja pada waktu itu dengan ramah melayani mereka dan menjelaskan kapan acara diselenggarakan, sekaligus menjelaskan apa-siapa organisasi "Pasar Malam" kepada para pelanggan lainnya. Terkesan pada saya bahwa sejak dilangsungkannya Hari Sastra Indonesia di Paris, November 2004, dengan sokongan Kedubes Prancis di Jakarta, Menteri Kebudayaan Perancis, Kedubes Belanda di Paris, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga lainnya, perhatian para penerbit Perancis terhadap sastra Indonesia, mengalami perkembangan. Kegiatan sastra sejajar, dilakukan pada 2006, bekerjasama dengan Senat dan Universitas Sorbonne, mengkonsolidasi hasil yang dicapai oleh "Hari Sastra Indonesia" dengan mengundang Joesoef Isak dan Goenawan Mohammad. Sedangkan pada acara Hari Sastra di Senat tahun 2006, dari Indonesia, "Pasar Malam" menghadirkan Seno Gumira dan Ayu Utami. Dengan rasa sedih dan prihatin, pada kesempatan ini saya ingat akan keadaan Bersihar Lubis, rekan saya selama di Majalah Medium, Jakarta, karena antara lain melaporkan kegiatan kami di Paris, sekarang diancam oleh Pengadilan Negeri Jakarta dengan tuduhan menghina pengadilan, dengan hukuman kurungan penjara 8 bulan. Prihatin! Mengapa membuat laporan tentang keadaan saja mesti diancam hukuman kurungan. Prihatin, karena atas nama "demokrasi", "republik", "Indonesia" dan "reformasi", Bersihar dihadapkan pada ancaman? Apakah melaporkan kenyataan tidak diperkenankan di negeri yang menggunakan label "Republik Indonesia"? Ancaman pada Bersihar adalah ancaman pada nilai republiken, keindonesiaan, kebudayaan, kemerdekaan pers, HAM serta hak mendapatkan informasi. Ancaman pada Bersihar menuturkan tingkat perkembangan negeri ini dalam prosesnya menjadi republik dan berkeindonesiaan. Menjadi bangsa yang berbudaya manusiawi, republiken dan berkindonesiaan. Barangkali, menjadi bangsa yang berbudaya manusiawi memang suatu proses dan menuntut usaha yang keras serta terus-menerus. Berkebudayaan manusiawi, barangkali, suatu tingkat usaha memanusiawikan diri dan tidak datang dengan sendirinya, apalagi jika dilihat dari segi adanya unsur primer yang bersifat hewaniah memang terdapat pada diri kita, ditambah dengan kuatnya pola pikir dan mentalitas "jalan pintas" alias "mie instan" tinggalan Orba di mana kita terlarang bertanya. Bertanya dipandang sebagai "subversi" dilengkapi dengan peraturan-peraturan yang represif, sehingga berkembang "budaya" takut, cari selamat, hidup asal hidup [Buah dan peran langsung dari pilihan politik terhadap budaya, pola pikir dan mentalitas. Benarkah? Kutanyakan "benarkah" karena di negeri ini politik ditanamkan sebagai sesuatu yang "kotor" sementara dampaknya langsung dirasakan oleh penduduk berbagai kalangan]. Barangkali, suatu kebetulan, bahwa sesudah kegiatan-kegiantan di atas, ditambah dari latarbelakang sejarah sebelumnya, maka Joesoef Isak, Goenawan Mohamad, mendapat Wertheim Award dan Légion d'Honneur dari pemerintah Perancis. Hanya bagi saya, lobbi mempunyai peran yang tidak bisa diremehkan dalam kehidupan, termasuk kehidupan budaya di tingkat internasional [Di sini rinciannya tidak saya masuki]. Pasar internasional bagi sastra pun perlu dirambah. Ketika mendapat kesempatan di tengah diskusi antar meja dan dengan Ayu Utami, kepada Sebastian Fomaruli dari Penerbit Flammarion, saya tanyakan, bagaimana mereka mengenal karya Ayu Utami dan kemudian berkeputusan menerbitkan novel "Saman" karya Ayu Utami? Secara tertulis kemudian saya tanyakan, mengapa mereka tertarik pada karya sastra Indonesia dan bagaiamana rencana mereka selanjutnya dalam menerbitkan karya-karya sastra Indonesia? Paris, November 2007 ---------------------------- JJ. Kusni , pekerja pada Koperasi Restoran Indonesia, Paris. [Berlanjut....] Keterangan Foto: Acara peluncuran novel "Saman" eidisi bahasa Perancis, karya Ayu Utami, diterbitkan oleh Penerbit Flammarion, Paris, di Koperasi Restoran Indonesia Paris, 04 Desember 2007 [Dari: Dok. JJK]. -------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- ---------- IMG_3463.JPG ---------- IMG_3464.JPG ---------- IMG_3465.JPG ---------- IMG_3466.JPG [Non-text portions of this message have been removed]

