http://www.antara.co.id/arc/2007/12/5/temuan-ilmuwan-kaum-pria-secara-naluriah-serakah/


*Temuan Ilmuwan: Kaum Pria Secara Naluriah Serakah*

Hamburg (ANTARA News) - Kaum pria secara naluriah bersifat serakah dan
apabila mereka mendapatkan keuntungan lebih dari orang lain, padahal didapat
secara tidak adil, maka hal itu akan membuat mereka menjadi merasa hebat dan
bahagia, demikian dikatakan oleh sejumlah ilmuwan di Jerman.

Apabila kaum hawa merasa sedikit tak nyaman dan bersalah saat mereka
mendapatkan gaji atau bonus yang lebih daripada rekan sekerjanya, kaum pria
malah merasakan memperoleh kenikmatan tersendiri, apabila memperoleh uang
lebih dari rekan sekerja di kantor walaupun mendapatkannya secara tidak
adil, demikian kutipan Kantor Berita Jerman (DPA).

Hal itu ditemukan oleh para ilmuwan yang mempelajari dan meneliti otak kaum
pria dan wanita dan melihat tanggapan balik dalam satu kondisi tertentu.

Para peneliti Jerman melakukan skaning otak yang memperlihatkan bahwa
seorang pria yang diberi imbalan hadiah berupa uang tambahan walaupun secara
tidak adil di antara teman-temannya, akan mengalami rangsangan pada "pusat
penghargaan", yaitu pusat yang memberi umpan balik terhadap kondisi
menguntungkan pada bagian otak, yang akan membuat pria yang merasa beruntung
itu merasa keluar sebagai pemenang di antara rekan-rekannya yang dianggap
sebagai saingannya, kata para peneliti tersebut.

Iluwan peneliti yang melakukan penelitian tersebut dengan cara skaning otak,
mengatakan bahwa kondisi penerimaan bayaran lebih besar secara tidak adil di
antara rekan-rekan sekerjanya telah membuat relawan pria yang merasa paling
beruntung merasa diri sebagai pemenang, dan seorang yang hebat, sehingga
membuatnya bahagia dan puas.

"Pusat bagian pada otak yang memberikan tanggapan balik terhadap hal itu
adalah 'pusat penghargaan' melingkupi perasaan kenyamanan, bahagia, puas
yang merespons terhadap sejumlah pengalaman," demikian kutipan laporan
ilmiah itu.

Bagian otak tersebut menjadi aktif ketika menikmati makanan yang lezat,
setelah mengalami pengalaman yang menyenangkan atau mencapai suaru target,
namun juga terjadi dalam hal saat ia mengalami ketergantungan terhadap zat
adiktif.

Hasil penelitian memperlihatkan seperti yang telah diperkirakan, yaitu
ketika mencapai keberhasilan dalam menjalankan tugas yang sulit kondisi itu
akan merangsang bagian otak yang akan mengumpan balik terhadap kondisi
tersebut.

Namun, di kalangan pria pengaruh atau dampak yang besar terlihat lebih pada
seberapa besar ia memperoleh uang dibandingkan dengan orang lain.

Apabila perolehan uang yang lebih besar itu didapat melalui cara yang tidak
adil, maka terlihat pusat pada otak yang memberi tanggapan balik terhadap
pusat penghargaan bereaksi lebih, sehingga menimbulkan rasa puas, bahagia
dan nyaman yang lebih hebat.

Dalam penelitian dua kelompok pria yang menjadi relawan, para peserta
penelitian ditanyai sejumlah pertanyaan dan sekaligus menjalankan skaning
otak yang memberikan gambaran aktivitas bagian otak yang disebut "pusat
penghargaan" tersebut.

Kedua kelompok peserta itu diminta untuk memperhatikan sejumlah pernyataan
yang ada pada layar monitor.

Para relawan antara lain membaca pernyataan yang menyatakan mereka akan
memperoleh uang penghasilan tambahan antara 50 hingga 150 dolar Amerika
Serikat (AS), maka terlihat adanya lonjakan aktivitas bagian otak yang
disebut "pusat penghargaan". Setiap pria dari 38 orang peserta juga
diberitahukan bahwa mereka akan menerima imbalan sejumlah uang serta jumlah
uang yang diterima rekan-rekan mereka.

Gelombang magnetik memindai ke monitor atas perubahan peredaran darah ke
otak. Tekanan aliran darah menunjukkan sebagian sel-sel syaraf yang aktif.

Di salah satu area, ventral striatum terlihat lonjakan ketika para relawan
pria tersebut dikatakan akan memperoleh sejumlah uang, namun jauh lebih
aktif saat dikatakan mereka memperoleh uang tambahan lebih banyak dari rekan
lainnya.

Pernyataan yang mengatakan mereka tak memperoleh bayaran memperlihatkan
penurunan arus atau aliran darah ke otak.

Apabila dua orang relawan pria dikatakan menerima bayaran dengan jumlah yang
berbeda, maka mereka juga memperlihatkan tingkat aktivitas ventral Striatum
yang berbeda pula.

Relawan yang dikatakan memperoleh jumlah uang yang paling besar
memperlihatkan aktifitas dengan lonjakan yang tinggi sementara rekannya yang
dikatakan memperoleh imbalan yang kecil atau tidak memperoleh sama sekali
memperlihatkan hasil yang berbeda dengan lonjakan kecil atau ventral
striatum tidak mengalami aktivitas sama sekali.

Ketua kelompok peneliti Profesor Armin Falk dari Universitas Bonn di Jerman
mengatakan: "Hasil temuan kami jelas bertentangan dengan teori ekonomi
tradisional."

"Hasil temuan kami mengasumsikan bahwa faktor yang paling penting adalah
jumlah atau besaran dari imbalan. Perbandingan dengan imbalan yang diperoleh
orang lain seharusnya tidak memegang peran apapun dalam motivasi ekonomi,"
katanya.

Setelah melihat bahwa faktor persaingan antar pria para ilmuwan ingin
melakukan penelitian serupa kepada sejumlah relawan wanita.

Peneliti juga ingin melakukan tes dengan menyertakan sejumlah relawan dari
ras dan etnik berbeda yang diharapkan akan dapat memperlihatkan apakah
persaingan juga dipengaruhi oleh unsur budaya. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke