http://www.antara.co.id/arc/2007/12/6/abbas-pertumbuhan-pemukiman-yahudi-rusak-perdamaian/

*Abbas: Pertumbuhan Pemukiman Yahudi Rusak Perdamaian*

Ramallah, Tepi Barat (ANTARA News) - *Presiden Palestina, Mahmud Abbas*,
pada Rabu mencela keputusan Israel untuk memperluas pemukiman Yahudi di
timur Yerusalem, dengan mengatakan bahwa hal itu akan merusak proses
perdamaian yang dilancarkan kembali pekan lalu.

Dalam surat yang dikirim untuk Presiden Amerika Serikat (AS), George W.
Bush, Abbas menuntut agar Israel membatalkan rencana perluasan pemukiman Har
Homa, kata Saleh Raafat, seorang petinggi Organisasi Pembebasan Palestina
(PLO) yang dipimpin Abbas.

Surat itu meminta Israel untuk "menghormati semua komitmen yang diumumkan
pada konferensi Annapolis, khususnya penghentian segera kegiatan pemukiman
di Tepi Barat dan dan timur Yerusalem," kata Raafat kepada AFP.

"Surat itu menegaskan bahwa berlanjutnya kegiatan pemukiman akan merusak
proses perdamaian dan perundingan antara kedua pihak."

Abbas dan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, pekan lalu menghidupkan
kembali proses perdamaian Timur Tengah sesudah absen selama tujuh tahun,
lewat konferensi internasional di Annapolis, Amerika Serikat.

Kedua pihak sudah setuju untuk meneruskan dasar peta jalan tahun 2003 yang
merupakan cetak biru bagi perdamaian. Peta jalan itu meminta Israel untuk
membekukan semua kegiatan pemukiman sedangkan Palestina diharuskan
memperbaiki keamanan.

Namun, pada Selasa, Israel mengemukakan telah membuka lelang untuk membangun
lebih dari 300 rumah di Har Homa, yang merupakan pemukiman di daerah
caplokan di timur Yerusalem. Palestina telah meminta timur Yerusalem sebagai
ibukota dari negara mereka di masa datang.

Israel tidak menganggap pembangunan di timur Yerusalem itu sebagai
pertumbuhan pemukiman sebab mereka mencaplok dari wilayah Arab di Kota Suci
itu, tidak lama setelah perang enam hari pada 1967.

Komite eksekutif PLO, yang punya pengaruh kuat, mengecam proyek itu sebagai
"pelanggaran serius" dan minta Amerika Serikat sertat Dewan Keamanan PBB
menekan Israel.

Proyek perumahan itu adalah "pelanggaran serius terhadap prakarsa-prakarsa
yang disetujui menjelang dan pada saat berlangsungnya (konferensi)
Annapolis, dan (hal itu) membahayakan peta jalan," ungkap Komite Eksekutif
PLO.

Pemukiman Har Homa, yang oleh warga Arab disebut Jebel Abu Ghneim, terletak
di batas tenggara Yerusalem, di jalan menuju Bethlehem, dan termasuk dalam
wilayah yang disebut "Yerusalem Raya".

Pembangunan yang dilakukan pada akhir 80-an di bukit yang menghadap ke kota
pendudukan di Tepi Barat, membuat marah Otoritas Palestina serta memicu
kecaman di Amerika Serikat.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke