http://www.kompas.com/


*Simpanse Ungguli Ingatan Mahasiswa *

Meski tak secerdas manusia dalam segala hal, simpanse mungkin lebih pintar
khususnya dalam mengingat apa yang pernah dilihatnya sekilas. Bahkan, hasil
penelitian di Jepang memperlihatkan bahwa simpanse memiliki ingatan visual
yang lebih baik dari para mahasiswa.

"Masih banyak orang, termasuk para biolog, yang yakin bahwa manusia melebihi
simpanse dalam segala fungsi  kognitifnya," ujar Tetsuro Matsuzawa dari
Universitas Kyoto, ketua peneliti yang melaporkan temuan tersebut dalam
edisi terbaru jurnal Current Biology. Tidak seorang pun pernah menyangka
bahwa simpanse berusia lima tahun memiliki ingatan lebih unggul daripada
manusia.

Matsuzawa dan timnya menguji kemampuan tiga pasang simpanse induk dan anakan
melawan mahasiswa-mahasiswa universitas menggunakan alat uji memori yang
menggunakan angka. Simpanse-simpanse tersebut sebelumnya telah terlatih
mengenal angka satu hingga sembilan.

Dalam penelitian tersebut mahasiswa dan simpanse diadu untuk mengingat
kembali dan menunjuk letak angka-angka yang muncul secara acak dan sesaat di
layar. Dengan kemunculan angka hanya 210 milidetik, mata tak diberi
kesempatan banyak bergerak untuk mengekplorasi sekitar objek.

Simpanse-simpanses muda yang baru berusia lima tahun ternyata  secara umum
dapat mengingat kembali letak angka yang muncul secara lebih baik
dibandingkan induknya maupuyn rata-rata mahasiswa. Simpanse memberikan
respon lebih cepat dan lebih akurat dalam mengingat.

Dengan hasil seperti ini, para ilmuwan yakin bahwa simpanse muda memiliki
memori fotografi atau kemampuan yang kompleks untuk untuk mengingat objek
visual yang muncul sesaat. kemampaun seperti ini kadang-kadang juga dimiliki
bayi, namun berkurang seiring pertumbuhan.

"Penelitian ini memberi tahu kepada kita bahwa kemampuan mengingat jangka
pendek yang rumit mungkin jauh lebih penting bagi nenek moyang manusia
daripada saat ini, mungkin terkait dengan meningkatkan kemampuan berbahasa,"
ujar Dr. Lisa Parr dari Pusat Primata yankee di Universitas Emory, Atlanta
AS, menanggapi temuan tersebut.


Sumber: BBC
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke